Gedung SMP Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, saat ini sedang tahap awal proses pembangunan.
Meski demikian, SMP MSUS sudah membuka penerimaan murid baru bahkan sebelum peletakan batu pertama pembangunan gedungnya dilakukan. Malahan, sudah ada calon murid yang mendaftar padahal belum tahu wujud asli bangunannya nanti.
Saat peluncuran penerimaan murid baru pada 16 Oktober 2026, dua calon siswa langsung mendaftar. Sekitar 10 calon lainnya menyatakan minat melalui pendaftaran inden. Padahal, pembangunan gedung sekolah baru dimulai lima hari kemudian, pada 21 Oktober 2026.
Rencananya, proses kegiatan belajar mengajar ditargetkan baru akan mulai pada Juli 2027.
Lantas, apa yang ditawarkan SMP MSUS sampai calon muridnya datang bahkan sebelum ruang kelasnya siap digunakan? Jawabannya ada pada konsep pendidikan yang ingin mereka tawarkan.
SMP Muhammadiyah Sapen Universal School, Sekolah Berstandar Internasional
Ya, SMP Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sekolah berstandar internasional.
Tak hanya mengejar modernitas, SMP MSUS hendak memadukan kurikulum berstandar internasional dengan nilai Islam berkemajuan. Sekolah ini ingin menyiapkan siswa yang bisa bersaing secara global tanpa kehilangan identitasnya.
Yang menarik, sekolah ini dibangun atas permintaan dari masyarakat. Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, masyarakat sudah menanyakan kelanjutan pendidikan setelah TK ABA Semesta dan SD MSUS berdiri.
Padahal, kedua sekolah itu belum genap setahun menerima murid baru. Sebagai informasi, SD Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) mulai dibangun melalui peletakan batu pertama pada 25 Mei 2025 dan diresmikan pada 4 Juli 2026. Sekolah ini baru mulai beroperasi untuk Tahun Ajaran 2026โ2027 pada 13 Juli 2026.
โBelum satu tahun TK ABA Semesta dan SD MSUS berdiri dan menerima siswa barunya, tapi sudah ada banyak tuntutan dan pertanyaan masyarakat setelah dari MSUS, SMP-nya ke mana?โ kata Haedar.
Muhammadiyah kemudian menyiapkan SMP MSUS di kawasan Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman. Sekolah ini berada di bawah naungan UMY bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY.
Meski begitu, tingginya minat masyarakat baru menjadi modal awal. Sekolah tetap perlu membuktikan bahwa konsep pendidikan yang ditawarkan sepadan dengan harapan orang tua.
Kurikulum Cambridge, Islam Berkemajuan Tetap Ada
Kepala SMP MSUS, Bachtiar Dwi Kurniawan, menyebut kurikulum berstandar internasional dan integrasi nilai Islam berkemajuan menjadi dua pembeda utama sekolah tersebut.
โYang membedakan SMP MSUS dengan SMP yang lain adalah, satu, tentu kurikulum kami yang kami buat berstandar global, internasional. Dan yang kedua adalah memadukan nilai Islam, Islam yang dipahami Muhammadiyah adalah Islam yang berkemajuan,โ jelas Bachtiar.
Tentu saja, memadukan dua pendekatan tersebut bukan sekadar mencantumkan kurikulum internasional dan nilai keislaman dalam dokumen sekolah. Keduanya perlu terlihat dalam cara guru mengajar, materi yang dipelajari, hingga bagaimana siswa dibimbing menghadapi persoalan sehari-hari.
Bukan sekadar omon-omon, untuk menyiapkan pembelajarannya, MSUS akan mendapat pendampingan langsung dari Cambridge. Pendampingan ini mencakup penyiapan kurikulum, tenaga pengajar, dan asesmen atau penilaian pembelajaran.
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menyiapkan sistem pembelajaran berorientasi global.
Haedar mengingatkan bahwa kemampuan bahasa asing saja tidak cukup untuk membuat anak Indonesia siap bersaing. Identitas dan karakter tetap perlu dibentuk melalui pendidikan.
โDan mereka harus siap, siap bukan dari aspek bahasa, tapi siap jati dirinya sebagai anak Indonesia yang punya karakter kuat, bertuhan, juga berilmu, cakap, mandiri, dan bisa duduk dan tinggi sejajar dengan bangsa lain,โ tuturnya.
Anggaran Capai Rp50 Miliar, Bakal Ada Boarding juga
UMY menyiapkan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk membangun gedung dan interior SMP MSUS. Sekolah juga merencanakan pembangunan asrama di lokasi terpisah untuk melengkapi fasilitas pembelajaran.
Bachtiar menargetkan gedung selesai pada Juli 2027. Pada bulan yang sama, kegiatan belajar mengajar diharapkan sudah dapat dimulai.
โUMY sediakan anggaran sekitar Rp50 M ya untuk membangun fasilitas gedungnya dan interior di dalamnya, begitu. Dan ke depan kami akan bangun boarding di sebelah sana, untuk melengkapi fasilitas pembelajarannya,โ ungkap Bachtiar.
Asrama atau boarding memungkinkan siswa tinggal di lingkungan yang disediakan sekolah.
MSUS sendiri direncanakan tidak berhenti pada jenjang SMP. Muhammadiyah juga berencana membangun SMA MSUS di kawasan yang sama, di atas kompleks pendidikan seluas sekitar 8.600 meter persegi.
Jika rencana itu terealisasi, kawasan Banyuraden akan menjadi tempat pendidikan MSUS untuk jenjang SMP hingga SMA. Meski demikian, pembangunan SMA masih merupakan rencana pengembangan, sedangkan pekerjaan yang sedang berjalan adalah pembangunan gedung SMP.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyatakan pemerintah daerah siap membantu apabila muncul kendala perizinan maupun persoalan sosial selama proses pembangunan. Ia berharap sekolah tersebut menambah pilihan pendidikan bagi masyarakat.
ย


