mempererat hubungan indonesia dan timor leste lewat berita positif ala gnfi mengapa tidak - News | Good News From Indonesia 2026

Mempererat Hubungan Indonesia & Timor Leste Lewat Berita Positif ala GNFI, Mengapa Tidak?

Mempererat Hubungan Indonesia & Timor Leste Lewat Berita Positif ala GNFI, Mengapa Tidak?
images info

Bendera Timor Leste. | Wikimedia Commons


Memberitakan kabar baik seperti yang dilakukan GNFI adalah hal penting. Konselor Kedutaan Besar Timor Leste untuk Indonesia, Domingos Savio, turut mengakui hal itu. Dengan kabar baik, hubungan antara Timor Leste dan Indonesia pun bisa terus dipererat.

Sebagai pejabat Kedubes Timor Leste, berkunjung menjalin relasi dengan media-media yang ada di Indonesia seakan sudah jadi rutinitasnya. Sedikit banyak, ia paham soal lanskap media massa negeri ini. Akan tetapi, Savio mengakui jika GNFI yang berfokus menyampaikan kabar baik punya gaya berbeda dibandingkan dengan media lainnya.

“Saya baca Good News From Indonesia ini menarik, karena biasanya media-media ini fokusnya beda. Ini bicara hasil, achievement,” demikian kata Savio saat mengunjungi redaksi GNFI di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.

Maklum saja, dalam dunia jurnalistik ada istilah bad news is good news. Itu ungkapan yang berarti berita buruk seperti kriminalitas, bencana, atau konflik dipandang sebagai berita yang menguntungkan media karena mudah mendapat perhatian masyarakat dan memiliki nilai jual tinggi. Meski demikian, GNFI memilih jalan yang berbeda. Mengusung jurnalisme konstruktif, GNFI mengabarkan berbagai pencapaian ciamik negeri ini, namun tetap tidak menutup mata atas hal-hal negatif yang terjadi melalui pendekatan yang mengedepankan solusi serta inisiatif sebagai jalan keluar.

Sejatinya, Timor Leste adalah negara yang usianya masih muda. Merdeka sejak 1999, negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia ini terus melangkah maju. Seperti Indonesia, menurut Savio, banyak hal baik yang juga layak diberitakan dari Timor Leste.

Konselor Kedutaan Besar Timor Leste untuk Indonesia, Domingos Savio

“Pada dasarnya Timor Leste itu sekarang ya banyak achievement. Jadi, banyak good news juga. Seperti Good News From Indonesia,” lanjut Savio.

Sementara itu, Chief Executive Officer GNFI, Wahyu Aji, menerangkan bahwa karakter audiens GNFI adalah mereka yang ingin tahu tentang berbagai hal baik yang ada di Indonesia dan sekitarnya. Cerita-cerita tentang Timor Leste, kedekatan, kemiripan budaya, hingga kerja sama kedua bangsa dapat terus digaungkan.

“Bukan hanya agar semakin banyak generasi di Indonesia yang mengenal Timor Leste, tapi juga sebaliknya: Masyarakat, terutama generasi muda Timor Leste, mengenal Indonesia,” ujar Aji.

Bagi GNFI, memberitakan seputar Timor Leste sebetulnya bukan hal baru. Seperti diuraikan Aji, banyak aspek yang membuat hubungan kedua negara begitu hidup. Selain itu, ekosistem GNFI juga memiliki Seasia.co dan Seasia Stats yang kerap mengulas berbagai hal tentang Timor Leste. Dari sinilah, GNFI berperan untuk lebih mengenalkan Timor Leste kepada masyarakat, tak hanya Indonesia, melainkan juga Asia Tenggara.

Timor Leste adalah negara dengan tingkat kebebasan yang tinggi. Buktinya, Timor Leste mendapat skor 73 dari 100 dan berstatus "Bebas" (Free) dalam laporan Freedom in the World 2026 dari Freedom House. Sementara itu, khusus untuk urusan kebebasan pers, Timor Leste menempati posisi ke-30 secara global dalam peringkat yang dirilis Reporters Without Borders (RSF). Capaian ini menempatkan Timor Leste sebagai negara dengan kebebasan pers tertinggi di ASEAN.

Menurut Savio, pers di Timor Leste memang bebas. Ia menegaskan jurnalis bisa meliput soal apa pun, juga mewawancarai siapa pun tanpa hambatan, bahkan jika berita itu berisi hal buruk tentang Timor Leste sekalipun.

“Karena saya juga dulu orang media, jadi saya tahu bahwa media itu sangat penting. Tidak hanya untuk proses demokratisasi, tapi memberikan informasi akurat kepada orang sehingga mereka bisa membuat keputusan dan mengerti apa yang mereka putuskan,” pungkasnya.

baca juga

 

 

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.