gereja katedral dili peninggalan indonesia di timor leste yang pernah dikunjungi paus fransiskus - News | Good News From Indonesia 2026

Gereja Katedral Dili: Peninggalan Indonesia di Timor Leste yang Pernah Dikunjungi Paus Fransiskus

Gereja Katedral Dili: Peninggalan Indonesia di Timor Leste yang Pernah Dikunjungi Paus Fransiskus
images info

Katedral Dili | Teman kereta api/WikimediaCommons


Ikuti GNFI di WhatsApp

Dili memiliki banyak bangunan bersejarah yang sarat dengan nilai keagamaan dan arsitektur tinggi. Salah satu bangunan paling ikonik di ibu kota Timor Leste ini adalah Gereja Katedral Maria Dikandung Tanpa Noda atau Catedral da Imaculada Conceiรงรฃo.

Gereja ini berfungsi sebagai pusat Keuskupan Agung Dili sekaligus takhta bagi Uskup Agung setempat. Sebelum katedral ini diresmikan, pusat keuskupan di Dili berada di Gereja San Antonio de Motael.

Sebagai pusat keuskupan, gereja ini memegang peranan sentral dalam pelayanan rohani umat. Bagaimana tidak, sekitar 97 persen dari total populasi negara ini tercatat sebagai pemeluk agama Katolik.

Namun, tahukah Kawan GNFI jika gereja ini dulunya diresmikan oleh Presiden Soeharto saat Timor Leste masih menjadi bagian dari Indonesia? Gereja ini dibangun di tahun 1984 oleh pemerintah Indonesia dan diresmikan empat tahun setelahnya.

baca juga

Selain itu, Katedral Dili juga menjadi lokasi penting yang dikunjungi Paus Fransiskus dalam kunjungan apostoliknya ke Timor Leste pada 2024 lalu.

Awal Pembangunan Katedral Dili

Merangkum dari Union of Catholic Asian News (UCANews), rencana pembangunan Katedral Dili digagas pada tahun 1984. Pembangunannya mendapat dukungan dana dari Pemerintah Indonesia sebesar 235.000 dolar AS lewat Panglima ABRI Jenderal L. Benny Moerdani.

Selain itu, bantuan dana senilai 381.000 dolar AS juga datang dari pemerintah daerah dan sumbangan umat. Dana tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan ibadah populasi Katolik yang terus meningkat kala itu.

Presiden Soeharto meresmikan katedral ini secara langsung pada tanggal 2 November 1988. Peresmian itu juga dihadiri oleh Administrator Apostolik Dili, Uskup Carlos Filipe Ximenes Belo, serta sejumlah duta besar negara sahabat.

baca juga

Momen ini menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya, Presiden Soeharto meresmikan pembangunan sebuah gereja Katolik. Kemudian, pada 12 Oktober 1989, Paus Yohanes Paulus II mendatangi katedral ini untuk memberi pemberkatan.

Arsitektur dan Kapasitas Bangunan

Katedral Dili dibangun di atas lahan seluas 10.000 meter persegi. Bangunan fisiknya sendiri memiliki luas sekitar 1.800 meter persegi dan mampu menampung hingga 2.000 jemaat.

Gaya arsitekturnya mengusung perpaduan antara desain modern dengan sentuhan khas gaya Portugis. Bagian depannya tampak cantik dengan cat berwarna krem dan putih.

Pada bagian dalam, gereja ini dilengkapi area altar megah serta hiasan jendela kaca patri yang indah. Ornamen kaca patri memberikan pencahayaan alami yang semakin memperkuat suasana sakral di dalam ruangan.

baca juga

Gereja ini juga sempat direhabilitasi dan dilakukan pemugaran sebelum kunjungan Paus Fransiskus. Selama kurang lebih enam bulan, katedral bersiap untuk menyambut kunjungan Paus Fransiskus sebelum akhirnya selesai pada pertengahan Agustus 2024.

Kunjungan Apostolik Paus Fransiskus

Kawan GNFI, Timor Leste menjadi sala satu negara yang dikunjungi Sri Paus Fransiskus dalam agenda kunjungan apostoliknya di beberapa negara pada 2024 silam. Pemimpin Gereja Katolik dunia ini melakukan kunjungan resmi ke Timor Leste pada 9 hingga 11 September 2024.

Pertemuan khusus di Katedral Dili berlangsung pada Selasa, 10 September 2024, mulai pukul 09.30 waktu setempat. Paus Fransiskus bertatap muka langsung dengan para uskup, pastor, diakon, seminaris, hingga katekis.

Pertemuan resmi berdurasi satu jam tersebut diisi dengan pidato pengarahan dari Paus Fransiskus. Momen ini menjadi sarana penguatan iman dan pembaruan spiritual bagi pimpinan serta pelayan gereja.

baca juga

Kunjungan ini melengkapi sejarah panjang Katedral Dili sebagai pusat keagamaan yang pernah disinggahi dua Pemimpin Gereja Katolik dunia.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.