dari madiun menjelajah dunia kereta buatan anak bangsa ternyata sudah melintasi rel berbagai negara - News | Good News From Indonesia 2026

Dari Madiun Menjelajah Dunia: Kereta Buatan Anak Bangsa Ternyata Sudah Melintasi Rel Berbagai Negara

Dari Madiun Menjelajah Dunia: Kereta Buatan Anak Bangsa Ternyata Sudah Melintasi Rel Berbagai Negara
images info

Lokomotif INKA yang diekspor ke Filipina


Tahukah Kawan GNFI jika industri manufaktur tanah air punya rekam jejak membanggakan di kancah perkeretaapian internasional. Melalui PT INKA (Persero), berbagai sarana kereta buatan anak bangsa ternyata sukses melintasi rel di berbagai negara.

Sejak beberapa dekade lalu, PT INKA terus memperluas jangkauan pasarnya ke wilayah regional maupun antarbenua. Produk yang dikirim pun sangat beragam, mulai dari gerbong barang, kereta penumpang, hingga lokomotif.

Kira-kira, negara mana saja yang pernah “mencicip” kereta made in Indonesia ini?

Negara yang Pernah Mengimpor Kereta dari Indonesia

Dikutip dari akun Instagram milik PT INKA (Persero), di bawah ini adalah negara-negara yang pernah mengimpor produk perkeretaapian dari Indonesia:

1. Malaysia

Malaysia menjadi salah satu negara paling awal ekspansi internasional PT INKA di Asia Tenggara. Kerja sama ini membuka jalan bagi masuknya produk perkeretaapian nasional ke pasar regional.

Pada 2002, INKA mengirim 50 unit Bogie Refer Flat (BRF), 2 unit Power Generating Car (PGC), 4 unit Air Buffer Class Car, serta 12 unit Air Con Second Class Car.

2. Filipina

Pada tahun 1996, Filipina mengimpor produk kereta Indonesia lewat pengiriman 1 unit lokomotif seri 203. Proyek awal ini menjadi sejarah penting INKA dalam memasok unit lokomotif ke luar negeri.

Kemitraan tersebut berlanjut pada 2018 untuk Philippine National Railway (PNR). Pada periode ini, INKA menyuplai 3 unit lokomotif diesel hidraulik dan 15 unit car passenger.

Selain itu, ada juga 22 unit Diesel Multiple Unit (DMU) untuk kebutuhan transportasi publik di sana.

3. Thailand

Thailand juga pernah membeli produk perkeretaapian buatan Madiun untuk mendukung prasarana rel mereka. Fokus pengiriman ke negara ini berupa gerbong terbuka.

Pada tahun 1998, PT INKA mengekspor sebanyak 70 unit Ballast Hopper Wagon ke Thailand. Pasokan tersebut kemudian bertambah lagi sebanyak 20 unit pada tahun 2000.

baca juga

4. Australia

Tidak hanya di Asia Tenggara, kualitas produk PT INKA juga berhasil menembus pasar Australia. Hal ini membuktikan bahwa karya dalam negeri sanggup memenuhi standar pasar maju.

Pada kurun 2004–2005, INKA mengekspor 485 unit Freight Wagon Under Frame (Blizzard) dan 20 unit tipe CQKY pada 2004. Pesanan skala besar ini menegaskan kapasitas manufaktur INKA di tingkat internasional.

Kemudian, di tahun 2021, Australia kembali mengimpor 50 unit Locomotive Platform dari Indonesia.

5. Singapura

Negara tetangga ini memesan sarana khusus untuk pengangkutan barang. Pada periode 2011–2012, INKA mengirimkan sebanyak 5 unit Well Wagon ke Singapura.

6. Bangladesh

Bangladesh menjadi salah satu mitra terpenting bagi PT INKA dalam membangun rekam jejak kereta penumpang. Kerjasama yang berawal dari satu proyek berkembang menjadi pesanan berulang dalam jumlah besar.

Pengiriman diawali pada tahun 2005 sebanyak 50 unit Passenger Coach BG. Kerjasama berlanjut pada 2016 dengan pengiriman 50 unit Passenger Coach BG dan 100 unit MG. Kemudian, pada 2017, INKA mengekspor 200 unit Passenger Coach MG serta 50 unit BG.

7. Selandia Baru

Selandia Baru lewat proyek berskala besar Container Flat Top Wagon (CFT Wagon), mengimpor ratusan unit CFT Wagon sejak tahun 2021. Menariknya, proyek ini masih berjalan hingga saat ini.

Di tahun 2021, Selandia Baru menerima 262 Unit CFT Wagon. Lalu, pada 2024 dan 2025, masing-masing ada 450 dan 340 Unir CFT Wagon yang diterima Selandia Baru dari INKA.

Kawan GNFI, eksistensi produk perkeretaapian Indonesia di pasar internasional menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghasilkan sarana transportasi berkualitas yang dipercaya dunia.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.