Bagaimana jika sebuah perjalanan dari pertukaran budaya dapat dijadikan kesempatan untuk memulihkan ekosistem yang menjadi rumah di kehidupan laut? Pertanyaan tersebut diwujudkan oleh sekitar 39 anak muda dari berbagai latar belakang dalam kegiatan incoming Global Volunteer (iGV) Summer Peak 2026 yang diselenggarakan oleh AIESEC in BINUS. Acara tersebut berkolaborasi bersama Marine Buddies pada Pulau Tidung Kecil, Jakarta pada Rabu (12/8/2026).
Pada tahun ini, incoming Global Volunteer mengusung tema Aquatica, yakni merupakan salah satu kegiatan relawan yang menghubungkan dari berbagai negara untuk membuat sebuah perubahan dalam Indonesia.
Incoming Global Volunteer (iGV) merupakan salah satu program relawan yang mempertemukan anak muda dari berbagai negara untuk menciptakan perubahan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat lingkungan.
Pada tahun ini, iGV Summer Peak 2026 yang diselenggarakan oleh AIESEC in BINUS mengungsung tema Aquatica, yang berfokus dalam meningkatkan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 14: Life Below Water.
Dari 39 peserta yang terlibat, 10 di antaranya merupakan relawan internasional yang berasal dari Tiongkok, Taiwan, dan India atau Exchange Participants (EPs) berkolaborasi dengan relawan lokal yang biasa disebut sebagai Local Volunteers (LVs) untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan pesisir pada Jakarta serta membangun pemahaman multikultural.
Keberagaman tersebut menjadi bagian paling penting untuk bertukar perspektif terkait isu lingkungan dari negara dan budaya masing-masing.
Rangkaian kegiatan tersebut dimulai sejak pukul 07.00 WIB di Pelabuhan Muara Angke. Sesampainya di Pulau Tidung Kecil, Pulau Seribu, DKI Jakarta, para peserta mengunjungi Museum Paus serta pusat konservasi penyu.
Kunjungan tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai keanekaragaman hayati laut sekaligus memperkenalkan peserta pada upaya konservasi yang dilakukan di kawasan pesisir.
Setelah mendapatkan gambaran mengenai kehidupan dan keanekaragaman ekosistem laut, peserta melanjutkan kegiatan utama pada pukul 10.00 WIB dengan menanam sekitar 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Pulau Tidung Kecil.
Untuk meningkatkan efektivitas kegiatan, seluruh peserta dibagi menjadi empat kelompok, dengan masing-masing kelompok bertanggung jawab menanam sekitar 250 bibit menggunakan teknik cluster planting atau penanaman secara berumpun dengan jarak tertentu.
Teknik tersebut diterapkan untuk membantu meningkatkan peluang hidup bibit mangrove di tengah kondisi lingkungan pesisir yang ekstrem.
Kegiatan penanaman berlangsung selama kurang dari satu jam sebelum peserta melanjutkan membersihkan pantai di area pesisir lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebagian besar sampah yang ditemukan merupakan sampah berbahan plastik, menunjukkan bahwa persoalan lingkungan laut tidak hanya berkaitan dengan perubahan iklim. Namun, juga erat kaitannya dengan perilaku manusia dalam mengelola dan membuang sampah.
“Kegiatan ini sangat berkesan bagi kami dan mengingatkan kita bahwa aksi nyata. Sekecil apa pun aksi kita terhadap lingkungan rupanya memiliki dampak yang sangat besar bagi ekosistem kita. Semoga semangat kolaborasi ini tidak berhenti di sini dan bisa terus menginspirasi lebih banyak anak muda untuk turun tangan menjaga laut kita,” ujar Rafif Luqmanul Aziz, perwakilan Marine Buddies Jakarta.

Tidak hanya melakukan penanaman mangrove dan juga aksi dalam membersihkan pantai, kegiatan tersebut juga mendorong proses kolaborasi dan hubungan interpersonal antarrelawan.
“It’s a very great opportunity that I am able to contribute to the impact on the Jakarta Sea. It’s my very first mangrove planting experience, we had very good time and deepen our bond during this planting session.” ungkap Julia selaku Exchange Participants dari Tiongkok yang berkontribusi dalam iGV.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, peserta memiliki waktu untuk menikmati kawasan pantai sebelum makan siang. Kondisi perjalanan yang berjalan lebih lancar dari perkiraan juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk menikmati area pesisir, termasuk kawasan sekitar terumbu karang. Pada pukul 14.00 WIB, seluruh peserta kemudian kembali menuju Jakarta.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


