Kawasan Asia Tenggara selama ini identik dengan bentang alam tropis nan eksotis, hutan hujan dataran rendah, serta iklim yang cenderung hangat. Namun, wilayah ini sebenarnya menyimpan keberagaman geografis yang jauh lebih kaya.
Kawasan ini sebetulnya juga memiliki kawasan pegunungan tinggi. Di balik deretan pegunungannya, ada berbagai permukiman dataran tinggi yang dihuni oleh masyarakat lokal.
Masyarakat di kawasan pegunungan ini mendirikan tempat tinggal hingga ribuan mdpl. Wilayah dataran tinggi tersebut menawarkan suhu udara yang sejuk, pemandangan alam yang memesona, serta pola kehidupan masyarakat yang unik.
Dari kawasan pegunungan di Indonesia, Vietnam, Filipina, hingga Myanmar, beberapa wilayah tercatat sebagai permukiman tertinggi di kawasan ini. Menariknya, tempat berpenghuni paling tinggi di Asia Tenggara ternyata berada di kawasan timur Indonesia. Permukiman tersebut adalah Mulia yang terletak di wilayah pegunungan Papua.
Daftar 10 Permukiman Berpenghuni Tertinggi di Asia Tenggara
Mengutip dari data yang dihimpun oleh SeasiaStats, berikut adalah 10 permukiman berpenghuni tertinggi di Asia Tenggara:
- Mulia, Indonesia – sekitar 2.448 mdpl
- Ngai Thau Thurong, Vietnam – sekitar 2.300 mdpl
- Sembungan, Indonesia – sekitar 2.250 mdpl
- Atok atau Buguias, Filipina – sekitar 2.200 mdpl
- Wamena, Indonesia – sekitar 2.000 mdpl
- Sapa, Vietnam – sekitar 1.600 mdpl
- Baguio, Filipina – sekitar 1.500 mdpl
- Cameron Highlands, Malaysia – sekitar 1.440 mdpl
- Phongsali, Laos – sekitar 1.430 mdpl
- Pyin Oo Lwin, Myanmar – sekitar 1.320 mdpl
Mulia, Permukiman Tertinggi di Asia Tenggara
Mulia merupakan kawasan permukiman yang berada di wilayah dataran tinggi Papua, Indonesia. Lokasinya yang berada di ketinggian sekitar 2.448 mdpl.
Ketinggian ekstrem yang dimiliki Mulia membuat wilayah ini memiliki karakter lingkungan yang berbeda dibanding kawasan dataran rendah. Berada di tengah lanskap pegunungan Papua, kawasan ini menjadi pusat kehidupan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman tinggi tersebut.
Daya tarik utama dan keunikan paling mencolok dari Mulia terletak pada iklim dan suhu udaranya. Berbeda dari mayoritas wilayah Indonesia yang beriklim tropis hangat, Mulia memiliki cuaca yang jauh lebih dingin dan sejuk sepanjang hari. Kondisi udara sejuk ini dipengaruhi langsung oleh ketinggian geografisnya yang mencapai ribuan mdpl.
Selain iklimnya yang dingin, Mulia juga dikelilingi oleh bentang alam pegunungan. Lingkungan geografis di dataran tinggi tersebut membentuk pola kehidupan, tradisi pertanian, serta budaya masyarakat setempat yang khas. Hal ini menjadikan Mulia sebagai salah satu permukiman paling mengagumkan dan unik di kawasan regional Asia Tenggara.
Selain Mulia, dua wilayah lain di Indonesia, yakni Sembungan di Wonosobo dan Wamena di Jayawijaya, juga masuk ke dalam permukiman tertinggi di Asia Tenggara. Kedua wilayah ini juga dikenal sebagai daerah yang dingin.
Sembungan bahkan menjadi desa tertinggi di Pulau Jawa, di mana suhu normalnya bisa mencapai 8-13 derajat Celcius di malam hari. Sementara itu, Wamena juga tergolong sebagai kota yang berudara dingin karena berada di dataran tinggi Lembah Baliem.
Ada yang pernah mengunjungi salah satu dari tiga wilayah tertinggi di Indonesia itu?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


