yuliana wetuq memilih pulang lalu menjaga hutan wehea dari eksploitasi - News | Good News From Indonesia 2026

Yuliana Wetuq Memilih Pulang, Lalu Menjaga Hutan Wehea dari Eksploitasi

Yuliana Wetuq Memilih Pulang, Lalu Menjaga Hutan Wehea dari Eksploitasi
images info

Yuliana Wetuq, perempuan Dayak Wehea yang memilih pulang dan mengabdikan diri menjaga Hutan Lindung Wehea, Kutai Timur, Kalimantan Timur. (YKAN)


ย 

Yuliana Wetuq punya alasan sendiri mengapa ia memutuskan pulang ke kampung halaman. Padahal, sebelumnya ia merupakan pegawai kontrak di kantor Badan Lingkuhan Hidup (BLH) Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim).

Ia ingin mengabdikan sebagian hidupnya di Hutan Lindung Wehea, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Perempuan yang akrab dipanggil Ming itu jadi garda terdepan yang melawan ketika hutan dieksploitasi secara berlebihan.

Sebab, bagi perempuan Dayak Wehea itu, hutan adalah tempat masyarakatnya mendapatkan sumber pangan, air, tanaman obat, sekaligus ruang untuk mempertahankan adat dan warisan leluhur.

โ€œForest is the source of our life, Wehea people,โ€ kata Yuliana dalam tulisan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).

baca juga

Siapa Yuliana Wetuq?

Kawan, Yuliana Wetuq merupakan salah satu perempuan yang teguh melindungi kelestarian hutan. Ia menjadi bagian dari masyarakat adat Dayak Wehea yang sejak kecil sudah hidup berdampingan dengan hutan. Yuliana tinggal di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau.

Makanya, ia punya kedekatan lebih dengan alam, khususnya hutan. Kedekatan itu kemudian membawanya menjadi salah satu penggerak Petkuq Mehuey. Dalam bahasa Dayak Wehea, nama tersebut berarti kelompok penjaga hutan.

Kelompok ini bertugas melakukan patroli, mencegah aktivitas ilegal, memantau satwa, serta mengumpulkan data flora dan fauna di kawasan Hutan Lindung Wehea. Para penjaga juga bergiliran tinggal di dalam hutan untuk menjalankan tugas tersebut.

Tulisan Yayasan Konservasi Alam Nusantara pada 2022 mencatat, Yuliana menjadi satu dari tiga perempuan yang aktif dalam kegiatan Petkuq Mehuey. Perannya bukan sekadar administratif.

baca juga

Ia terlibat dalam pengelolaan logistik kelompok penjaga hutan dan ikut memastikan kebutuhan para penjaga terpenuhi ketika mereka berada di dalam kawasan hutan.

Kawan, apa yang dilakukan Yuliana adalah upaya meneruskan jejak perjuangan ayahnya. Ayahnya, Ledjie Taq, merupakan Kepala Adat Dayak Wehea yang ikut memperjuangkan perlindungan kawasan tersebut.

Dari sang ayah pula Yuliana melihat bahwa mempertahankan hutan berarti mempertahankan sesuatu yang jauh lebih besar daripada pepohonan itu sendiri, yakni kehidupan.

โ€œHutan Lindung Wehea adalah warisan leluhur warga Dayak Wehea. Di sana tersedia rantai makanan bagi semua makhluk hidup. Ada satwa liar dan tumbuhan yang kami jaga,โ€ kata Yuliana, seperti dikutip Mongabay pada 2017.

baca juga

Hanya Tujuh Orang yang Bertahan Menjaga Hutan

Menjaga hutan seluas puluhan ribu hektare tentu bukan pekerjaan ringan.

Dalam laporan Mongabay pada 2017, jumlah penjaga Petkuq Mehuey disebut pernah mencapai 35 orang. Jumlah itu kemudian menyusut menjadi tujuh personel. Yuliana saat itu mengatakan jumlah tersebut tidak sebanding dengan luas kawasan yang harus dijaga.

Laporan terbaru oleh Antara pada Desember 2025 juga menyebut Yuliana kini bekerja bersama enam penjaga lainnya. Mereka harus menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk fasilitas penjagaan di dalam hutan.

Meski jumlah personel terbatas, patroli tetap berjalan.

baca juga

Menurut Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Yuliana telah mendedikasikan dirinya menjaga Wehea selama lebih dari dua dekade. Ia secara rutin melakukan patroli hutan dua hingga empat kali dalam sebulan.

Yuliana sendiri pernah berhadapan dengan pandangan bahwa perempuan tidak mampu menjalankan pekerjaan tersebut.

โ€œPerempuan dianggap tidak mampu seperti itu, tapi saya bisa membuktikan untuk melindungi hutan,โ€ ujarnya kepada Antara pada 2025.

Kekayaan Alam Hutan Wehea

Hutan Lindung Wehea merupakan habitat berbagai satwa liar, termasuk orangutan, macan dahan, beruang madu, dan sejumlah jenis primata serta burung.

baca juga

Bagi masyarakat Dayak Wehea, kawasan seluas sekitar 29.000 hektare itu juga merupakan bagian dari ruang hidup dan warisan yang terus dijaga.

Oleh karena itu, Yuliana bersama Petkuq Mehuey masuk ke dalam hutan untuk memastikan agar rumah bagi satwa dan kehidupan masyarakat adat tetap ada untuk generasi berikutnya.

Penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada Januari 2026 menjadi salah satu pengakuan atas perjalanan tersebut. Selebihnya, bagi Yuliana, pekerjaan menjaga hutan masih berlanjut dan ia akan terus kembali menyusuri Hutan Wehea.

ย 

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.