Udara pegunungan di Lembang yang dingin berpadu sempurna dengan kabut tipis yang sering kali turun menyapa di kala sore menjelang. Di tengah suasana dingin seperti ini, berburu kuliner hangat menjadi agenda wajib yang tidak boleh dilewatkan.
Salah satu jajanan tradisional legendaris yang paling diburu di kawasan Bandung Utara ini adalah ketan bakar atau biasa disebut uli bakar. Beras ketan yang kenyal diolah secara tradisional dan dibakar di atas bara api hingga memicu aroma harum yang sangat khas. Rasanya yang gurih berkat campuran kelapa parut selalu sukses membuat ketagihan para pelancong.
Perjalanan kuliner saya kali ini mendarat pada sebuah sajian istimewa yang dinamakan Uli Bakar. Hidangan ini disajikan secara apik di atas piring kaca transparan yang memperlihatkan keaslian kuliner lokal. Porsinya sangat pas untuk mengganjal perut yang keroncongan akibat embusan angin malam pegunungan.
Saat pertama kali mendarat di meja, dua potong uli bakar berukuran tebal langsung mencuri perhatian. Permukaan luar uli tersebut tampak memiliki bercak kehitaman yang eksotis akibat proses pembakaran arang alami. Teksturnya saat dipotong terasa begitu lembut di bagian dalam, namun tetap memberikan sensasi sedikit renyah di bagian luar.
Tidak lengkap rasanya menyantap uli bakar khas Sunda tanpa kehadiran bumbu pendampingnya. Menu ala Suda ini menyandingkan potongan uli dengan gundukan bumbu oncom yang melimpah dan berwarna merah kecokelatan. Aroma fermentasi oncom berpadu dengan ulekan cabai langsung menusuk hidung dan membangkitkan selera makan.
Selain sambal oncom, di sudut piring juga tersedia taburan serundeng kelapa berwarna jingga keemasan. Serundeng ini disangrai kering dengan sempurna sehingga memberikan tekstur renyah saat dikunyah. Rasa manis gurih dari serundeng menjadi penyeimbang yang pas untuk sambal oncom yang cenderung gurih pedas.
Cara terbaik menikmati hidangan ini adalah dengan mencampurkan uli, sambal, dan serundeng dalam satu suapan. Ketika digigit, rasa gurih uli bercampur dengan pedasnya oncom dan manisnya serundeng langsung meledak di dalam mulut. Kombinasi rasa tradisional yang begitu kaya ini benar-benar mencerminkan cita rasa otentik kuliner Jawa Barat.
Menemani sepiring uli bakar yang nikmat, sebuah cangkir bermotif bunga kuning cerah tampak bersanding manis di atas meja kayu. Di dalam cangkir keramik tersebut, tersaji minuman berwarna merah marun pekat yang masih mengepulkan uap tipis. Minuman hangat tanpa ampas ini memberikan kesegaran instan di setiap tegukannya.
Kombinasi antara makanan hangat yang pedas gurih dengan minuman segar ini melahirkan harmoni rasa yang luar biasa. Setelah lidah dimanjakan oleh rempah oncom, seteguk minuman hangat langsung menyapu bersih rasa pedas yang tertinggal. Momen santai ini membuat waktu seolah berjalan lebih lambat di sudut Lembang.
Pengalaman bersantap kuliner tradisional seperti ini selalu berhasil menghadirkan rasa rindu untuk kembali ke Bandung. Duduk santai menghadap pemandangan alam sambil menikmati kudapan hangat adalah definisi kebahagiaan yang sederhana. Uli Bakar ala Suda bukan sekadar makanan, melainkan cerita tentang kehangatan di tengah dinginnya Lembang.
Bagi Kawan GNFI yang sedang merencanakan liburan akhir pekan ke daerah Bandung, pastikan kuliner tradisional ini masuk ke dalam daftar kunjunganmu. Menikmati hidangan uli bakar bersama orang-orang terdekat pasti akan menjadi memori liburan yang sangat berkesan. Selamat berburu kuliner dan merasakan kelezatan otentik khas tanah Sunda!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


