nanoteknologi bisa ubah minyak temulawak jadi skincare begini inovasinya - News | Good News From Indonesia 2026

Nanoteknologi Bisa Ubah Minyak Temulawak Jadi Skincare, Begini Inovasinya

Nanoteknologi Bisa Ubah Minyak Temulawak Jadi Skincare, Begini Inovasinya
images info

Dok. Herusutimbul (Wikimedia)


Bahan alam Indonesia memiliki peluang besar untuk masuk ke industri kesehatan dan kecantikan. Namun, potensi tersebut tidak selalu mudah dimanfaatkan karena senyawa aktif pada tanaman dapat mudah rusak, menguap, atau sulit diserap.

Salah satu contohnya adalah minyak atsiri temulawak. Bahan ini memiliki potensi sebagai antibakteri, tetapi pemanfaatannya untuk produk kulit terkendala oleh stabilitas dan kemampuan penghantaran senyawa aktif.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, peneliti BRIN mengembangkan teknologi berbasis nanoteknologi. Formulasi ini berpotensi meningkatkan kinerja minyak atsiri temulawak sekaligus membuka peluang pengembangan produk kecantikan bernilai tambah.

Penelitian tersebut dikembangkan oleh Abdi Wira Septama, peneliti Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional, Organisasi Riset Kesehatan BRIN.

Abdi menjelaskan, minyak atsiri temulawak memiliki keterbatasan dalam penyerapan melalui kulit. Karena itu, diperlukan teknologi formulasi yang dapat membantu membawa senyawa aktif ke lapisan kulit.

“Kita semakin sadar akan efek pengobatan kimia. Penggunaan bahan alam dipilih sebagai alternatif yang lebih aman. Nah, temulawak adalah salah satu herbal potensial, namun minyak atsiri temulawak tak mudah diserap kulit, sehingga diperlukan metode transfersome untuk mengatasi kendala tersebut,” ungkap Abdi dikutip dari BRIN.

Dalam penelitian tersebut, minyak atsiri temulawak dienkapsulasi menggunakan sistem lipid berukuran nano yang disebut transfersome. Formulasi itu kemudian dikembangkan dalam bentuk hidrogel nanotransfersome.

Teknologi ini dirancang untuk melindungi bahan aktif dari degradasi, meningkatkan stabilitas, dan membantu penghantaran senyawa aktif ke lapisan kulit.

 

Aktivitas Antibakteri Meningkat

Minyak atsiri temulawak berpotensi digunakan untuk mendukung penanganan masalah kulit, termasuk jerawat dan infeksi topikal. Namun, penggunaan konvensional masih menghadapi kendala berupa volatilitas, stabilitas, dan bioaktivitas yang belum optimal.

“Secara tradisional, pemanfaatan minyak atsiri temulawak untuk pengobatan penyakit infeksi, terutama infeksi pada kulit, belum optimal karena kelemahan bioaktivitas, volatilitas, dan stabilitasnya. Dengan menggunakan teknologi transfersome, kelemahan-kelemahan tersebut dapat diatasi,” jelas Abdi.

Hasil pengembangan menunjukkan, minyak atsiri temulawak yang dienkapsulasi dalam nanotransfersome memiliki aktivitas antibakteri lebih tinggi dibandingkan minyak atsiri tanpa enkapsulasi.

Peningkatan aktivitas antibakterinya disebut mencapai lebih dari 10 kali. Formulasi tersebut juga menunjukkan peningkatan aktivitas antioksidan.

“Enkapsulasi di dalam nanotransfersome memberikan lonjakan performa yang luar biasa. Sistem penghantaran ini mampu meningkatkan bioaktivitas antibakteri dibandingkan minyak atsiri temulawak konvensional tanpa terkapsulasi. Tidak hanya aktivitas antimikroba, kemampuan antioksidannya pun menunjukkan peningkatan,” tutur Abdi.

Meski hasil awal menunjukkan potensi, dokumen penelitian yang dipaparkan belum merinci jenis bakteri yang diuji, parameter pengujian, maupun tahapan evaluasi klinis formulasi tersebut. Artinya, riset lanjutan tetap diperlukan sebelum produk dapat digunakan secara luas oleh konsumen.

 

Peluang Produk Kecantikan Premium

Teknologi nanotransfersome dapat meningkatkan nilai ekonomi temulawak karena bahan tersebut berpeluang diolah menjadi bahan baku produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Tidak hanya minyak atsiri mentah, temulawak dapat dikembangkan menjadi bahan aktif dalam produk perawatan kulit, seperti hidrogel, krim, atau formulasi topikal lainnya.

Pengembangan produk semacam itu juga membuka peluang kolaborasi antara lembaga riset, industri farmasi, dan perusahaan kecantikan. Industri dapat berperan dalam penyempurnaan formulasi, uji keamanan, produksi, hingga pemasaran.

Namun, agar dapat masuk ke pasar, produk harus melalui tahapan pengujian yang memadai. Keamanan, stabilitas, efektivitas, mutu bahan baku, dan kesesuaian terhadap regulasi perlu dipastikan.

Abdi menilai formulasi tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk premium.

“Pengembangan produk minyak temulawak merupakan solusi untuk mengoptimalkan potensi herbal yang memiliki kendala fisikokimia. Inovasi ini memiliki potensi bisnis yang menjanjikan dan dapat dimanfaatkan menjadi produk premium kecantikan dan farmasi modern,” ujar Abdi.

Jika penelitian lanjutan berhasil menjawab tantangan keamanan, efektivitas, dan skala produksi, teknologi ini dapat membantu menghubungkan sumber daya alam lokal dengan kebutuhan industri modern.

 

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.