ipb punya ayam pedaging tahan penyakit endemik berpotensi dikembangkan di perdesaan - News | Good News From Indonesia 2026

IPB Punya Ayam Pedaging Tahan Penyakit Endemik, Berpotensi Dikembangkan di Perdesaan

IPB Punya Ayam Pedaging Tahan Penyakit Endemik, Berpotensi Dikembangkan di Perdesaan
images info

Dok. IPB TV (YouTube)


Ayam lokal menjadi salah satu komoditas yang dikembangkan untuk memperkuat kemandirian peternakan nasional. Pengembangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan bibit, tetapi juga mencakup pakan, budi daya, kesehatan ternak, dan pemasaran.

Fakultas Peternakan IPB University memperkenalkan sejumlah hasil riset melalui booth IPB University dalam Indonesia Livestock Dairy and Meat atau ILDEX 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Indonesia Convention Exhibition BSD City, Tangerang, pada 16 hingga 18 September 2026.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah ayam IPB-D1. Ayam tersebut dikembangkan melalui riset genetik yang dipadukan dengan inovasi pakan, budi daya, biosekuriti, serta hilirisasi.

Pengembangan Tidak Berhenti pada Bibit

Dekan Fakultas Peternakan IPB University Prof Idat Galih mengatakan hasil riset ayam lokal yang dikembangkan IPB University bersama sejumlah lembaga telah dapat diterapkan.

Menurut Idat, tantangan berikutnya adalah meningkatkan penerimaan masyarakat dan mendorong pengembangan ayam lokal dalam skala industri.

Pengembangan ayam lokal, kata Idat, tidak cukup hanya menyediakan bibit berkualitas. Pakan, sistem budi daya, dan biosekuriti perlu diterapkan secara terpadu agar potensi genetik ayam dapat menghasilkan performa maksimal.

Ayam lokal juga memiliki tekstur daging dan cita rasa yang berbeda dari ayam ras. Perbedaan tersebut menjadi ruang pengembangan produk dan pasar tersendiri.

Pakan Disesuaikan dengan Potensi Genetik

Guru Besar Fapet IPB University Prof Sumiati menjelaskan tim peneliti turut mengembangkan inovasi nutrisi dan pakan untuk ayam IPB-D1.

Tim tersebut mengkaji kebutuhan nutrisi ayam agar potensi genetik dan performanya dapat berkembang secara maksimal.

“Kami dari tim nutrisi dan pakan mendukung dari segi bagaimana kebutuhan nutrisi untuk ayam IPB-D1, supaya maksimal potensi genetiknya, maksimal performanya,” jelas Sumiati.

Inovasi pakan juga diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk ayam IPB. Ayam lokal diharapkan memiliki konsumen tersendiri sebagai sumber protein hewani dengan karakteristik tekstur dan rasa yang berbeda dari ayam ras.

Berpotensi Dikembangkan di Perdesaan

Peneliti Fapet IPB University Prof Cece Sumantri menyoroti peluang komersialisasi ayam IPB-D1, terutama bagi masyarakat perdesaan.

Ayam IPB-D1 memiliki pertumbuhan yang baik, ketahanan terhadap penyakit endemik, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan pakan lokal.

“Ayam ini pertumbuhannya bagus, ketahanan terhadap penyakit endemik terutama dia sangat baik, dan juga masih adaptasi dengan lingkungan pakan lokal,” ungkap Cece.

Cece mengatakan karakteristik daging ayam IPB-D1 dapat dikembangkan menjadi produk pangan dengan nilai tambah. Pemuliaan genetik dan inovasi pakan menjadi bagian penting dalam pengembangan tersebut.

Selain itu, Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Dr Agus Susanto mengatakan biosekuriti perlu diperkuat dalam modernisasi peternakan.

Sejumlah peternak masih menghadapi kendala investasi dan literasi. Agus mendorong kemitraan berbasis klaster, pembiayaan modernisasi kandang, dan pelatihan biosekuriti.

Pengembangan ayam lokal selanjutnya diarahkan melalui integrasi bibit, pakan berbasis bahan lokal, kandang, biosekuriti, dan kesehatan ternak.

Peternak dilibatkan dalam riset aksi partisipatif sekaligus menjadi bagian dari laboratorium lapang. Model tersebut digunakan untuk menguji penerapan hasil riset dalam kegiatan peternakan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.