bukan cuma soal angka ihsg kepercayaan investor lebih penting untuk pasar modal - News | Good News From Indonesia 2026

Bukan Cuma Soal Angka IHSG, Kepercayaan Investor Lebih Penting untuk Pasar Modal

Bukan Cuma Soal Angka IHSG, Kepercayaan Investor Lebih Penting untuk Pasar Modal
images info

Foto oleh Jakub ลปerdzicki di Unsplash


ย 

Kenaikan indeks saham sering dianggap sebagai tanda pasar yang sehat. Namun, ketika harga saham jatuh dengan cepat, pertanyaan yang muncul bukan hanya seberapa jauh IHSG dapat pulih, melainkan apakah investor masih percaya pada pasar modal Indonesia.

Pertanyaan itu menjadi semakin penting karena jumlah investor terus bertambah. Banyak investor baru masuk ke pasar dalam beberapa tahun terakhir, tetapi belum tentu memiliki pengalaman menghadapi koreksi tajam.

Dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Dr. Wisudanto, SE, MM, CFP, ASPM, menilai gejolak IHSG perlu dijadikan bahan evaluasi bersama. Menurutnya, penguatan literasi, transparansi, dan tata kelola menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan investor.

IHSG mencatat kenaikan 132 persen dari titik terendah pandemi pada 24 Maret 2020 hingga mencapai 9.134,70 pada 20 Januari 2026.

Setelah mencapai level tersebut, indeks berbalik turun. Pada 22 Oktober 2026, IHSG berada di level 5.387,91 atau terkoreksi sekitar 41 persen dari titik tertingginya.

Kapitalisasi pasar BEI juga menyusut sekitar Rp1.544 triliun sepanjang 9โ€“16 Oktober 2026. Namun, Wisudanto mengingatkan bahwa penurunan kapitalisasi pasar tidak sama dengan keluarnya dana tunai sebesar nilai tersebut.

Kapitalisasi pasar berubah mengikuti pergerakan harga saham. Ketika harga turun, nilai perusahaan yang tercermin di bursa ikut berkurang.

โ€œPertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran 5 persen menunjukkan bahwa sektor riil masih mengalami ekspansi. Namun, kenaikan IHSG yang sangat tinggi harus diuji apakah sejalan dengan pertumbuhan laba, arus kas, serta valuasi fundamental perusahaan yang tercatat,โ€ jelas Wisudanto dikutip dari Unair.

Dengan demikian, koreksi pasar perlu dilihat secara lebih menyeluruh. Penurunan harga dapat menjadi penyesuaian setelah reli panjang, tetapi juga perlu diikuti pemeriksaan terhadap kualitas informasi, independensi, dan potensi pelanggaran di pasar.

Jumlah Investor Bertambah, Risiko Tetap Ada

Pertumbuhan jumlah investor menjadi salah satu perubahan penting di pasar modal Indonesia. Jumlah investor berdasarkan SID meningkat dari 3,88 juta pada 2020 menjadi 31,9 juta pada September 2026.

Bertambahnya investor memperluas basis pendanaan perusahaan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perekonomian. Namun, pertumbuhan tersebut juga membawa tantangan baru, terutama jika sebagian investor mengambil keputusan hanya berdasarkan tren atau rekomendasi di media sosial.

Ketika harga saham turun, investor pemula cenderung menghadapi tekanan psikologis lebih besar. Wisudanto menjelaskan, kondisi itu dapat dipengaruhi oleh loss aversion, yakni kecenderungan untuk merasakan kerugian secara lebih kuat daripada keuntungan dengan nilai yang sama.

Perilaku ikut-ikutan atau herding behavior juga dapat mempercepat aksi jual. Investor yang tidak memiliki dasar analisis kuat bisa menjual saham secara panik ketika melihat banyak orang melakukan hal serupa.

โ€œInvestasi di pasar modal tidak bisa dinilai hanya dalam satu atau dua hari. Investor perlu memahami bahwa investasi merupakan proses jangka panjang dan berkelanjutan,โ€ ujarnya saat diwawancarai UNAIR NEWS pada Jumat (23/10/2026).

Dampak terhadap Dunia Usaha

Perubahan harga saham juga berpengaruh terhadap perusahaan yang tercatat di bursa. Salah satu dampaknya berkaitan dengan biaya ekuitas atau cost of equity, yaitu tingkat imbal hasil yang diharapkan investor sebagai kompensasi atas risiko penanaman modal.

Semakin tinggi persepsi risiko, semakin besar pula tekanan terhadap biaya pendanaan perusahaan. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi keputusan ekspansi dan investasi emiten.

Pada sektor perbankan, penurunan harga saham perlu dibaca secara hati-hati. Pergerakan saham dapat menunjukkan perubahan ekspektasi pasar terhadap profitabilitas dan risiko, tetapi tidak cukup untuk menyimpulkan kondisi bank secara keseluruhan.

Kualitas kredit, kecukupan modal, profitabilitas, dan likuiditas tetap harus menjadi dasar penilaian.

Sementara itu, dampak gejolak bursa terhadap UMKM tidak selalu berlangsung secara langsung. Banyak pelaku UMKM masih memperoleh pembiayaan dari perbankan atau sumber pendanaan di luar pasar modal.

Sektor keuangan memiliki porsi sekitar 26 persen dari kapitalisasi pasar pada September 2026. Karena itu, perubahan harga saham emiten besar di sektor tersebut dapat memberi pengaruh cukup besar terhadap IHSG.

Kepercayaan Perlu Dipulihkan

Menurut Wisudanto, pemulihan pasar tidak cukup dilakukan dengan mendorong indeks kembali naik. Investor juga perlu mendapatkan kepastian bahwa informasi yang tersedia dapat dipercaya dan aturan berlaku secara konsisten.

Transparansi kepemilikan, kecukupan free float, likuiditas perdagangan, serta pengawasan independen menjadi bagian penting dalam membangun pembentukan harga yang wajar.

Ia juga mendorong agar pelanggaran terhadap aturan pasar modal ditindak secara konsisten. Penegakan aturan diperlukan agar investor tidak merasa dirugikan oleh praktik yang mengganggu integritas pasar.

โ€œPenurunan ini merupakan momentum yang baik untuk introspeksi bagi semua pihak. Baik investor, pemerintah, maupun lembaga yang mengatur pasar modal,โ€ tuturnya.

Pada akhirnya, pasar modal yang sehat tidak hanya diukur dari tingginya IHSG. Pasar juga harus mampu mencerminkan nilai perusahaan secara kredibel dan menyediakan pembiayaan berkelanjutan bagi dunia usaha.

โ€œYang perlu dipulihkan bukan semata-mata angka indeks IHSG, melainkan kepercayaan investor terhadap kualitas pasar modal Indonesia. Pasar modal yang sehat bukan sekadar pasar yang indeksnya terus naik, melainkan pasar yang mampu membentuk harga secara kredibel dan membiayai pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,โ€ pungkasnya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.