Guns N’ Roses kembali menyapa para penggemar musik di Tanah Air lewat gelaran konser akbar mereka. Band hard rock asal Amerika Serikat ini terus membuktikan daya pikatnya yang melintasi generasi di Indonesia.
Perjalanan konser mereka di Jakarta dari tahun 2012 hingga rencana terbaru pada 2026 menyimpan cerita menarik. Simak rekam jejak serta transformasi pertunjukan Guns N’ Roses di panggung musik Indonesia.
Guns N’ Roses, Band Rock yang Lagunya Menembus Generasi
Musik rock dari Guns N’ Roses telah menjadi bagian dari perjalanan musik banyak penggemar di Indonesia. Karya-karya legendaris seperti "Sweet Child O' Mine" hingga "November Rain" terus diperdengarkan oleh Lintas generasi.
Daya tarik musik Guns N’ Roses terletak pada distorsi gitar yang khas serta karakter vokal Axl Rose yang ikonik. Kombinasi energi panggung dan melodi puitis membuat deretan lagunya tak pernah lekang oleh waktu.
Ikatan emosional antargenerasi inilah yang menjadikan setiap pengumuman konser Guns N’ Roses selalu disambut antusias. Antusiasme para penggermar rock lokal membuktikan betapa besarnya pengaruh band ini di panggung musik Tanah Air.
2012, Kedatangan Pertama yang Sempat Tertunda
Konser perdana Guns N’ Roses di Indonesia tercatat berlangsung pada 16 Desember 2012. Pertunjukan tersebut awalnya dijadwalkan tampil pada 15 Desember 2012 di Lapangan D Senayan.
Kondisi panggung yang terganggu akibat hujan deras membuat gelaran acara diundur sehari dan dipindahkan lokasinya ke Mata Elang International Stadium (MEIS), Ancol. Kendati lokasi bergeser, keriuhan penonton tetap membakar area indoor venue.
Pada aksi panggung pertama ini, Axl Rose tampil memimpin deretan personel era album Chinese Democracy. Meskipun hadir tanpa gitaris Slash dan basis Duff McKagan, daftar lagu ikonik dibawakan dengan penuh energi.
Momen pembuka konser ditandai dengan hentakan lagu "Welcome to the Jungle" yang menggelegar. Uniknya, lagu nasional "Indonesia Raya" turut dikumandangkan lewat petikan gitar Ron "Bumblefoot" Thal di tengah pertunjukan.
2018, Reuni Formasi yang Dinantikan Penggemar
Panggung kedua Guns N’ Roses di Jakarta kembali digelar pada 8 November 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Kedatangan mereka kala itu merupakan bagian dari rangkaian tur dunia bertajuk Not in This Lifetime... Tour.
Peristiwa bersejarah dicatat karena Guns N’ Roses menjadi grup musik pertama yang menjajal panggung GBK pasca-renovasi. Skala produksi acara dibuat sangat megah dengan memboyong 40 ton peralatan serta 50 kru produksi.
Atmosfer konser berlangsung sangat emosional lantaran menandai kembalinya formasi klasik. Kemunculan Slash dan Duff McKagan mendampingi Axl Rose memberikan pemandangan reuni yang telah lama diidamkan penonton.
Didukung oleh Dizzy Reed, Richard Fortus, Frank Ferrer, serta Melissa Reese, aksi panggung berdurasi hampir 3 jam berhasil memuaskan dahaga nostalgia para pencinta musik rock.
2026, Kembali ke Indonesia dengan Sajian “9 Dewa Gitar”
https://www.instagram.com/p/Dd_CaTUEu0u/
Rencana konser Guns N’ Roses berikutnya dijadwalkan menggebrak Stadion Madya GBK Senayan pada 21 November 2026. Konser yang dipromotori oleh Rajawali Indonesia ini disiapkan sebagai bagian dari rangkaian World Tour 2026.
Sajian pertunjukan dipastikan semakin istimewa lewat konsep opening act bertajuk "9 Dewa Gitar". Jajaran maestro gitaris Indonesia seperti Ian Antono, Eet Sjahranie, John Paul Ivan, Dewa Budjana, Totok Tewel, Edi Kemput, Pay Burman, Azis MS, hingga Rhoma Irama bakal dirangkul dalam satu panggung.
Representasi perjalanan musik rock Tanah Air ingin ditunjukkan melalui konsep pembuka tersebut. Sebagaimana dituturkan oleh Founder Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Ramli, pemilihan angka sembilan diambil karena melambangkan angka tertinggi.
Keterlibatan musisi legendaris juga dilengkapi oleh Rere Grass Rock pada drum serta hembusan vokal cadas dari Achmad Albar, Roy Jeconiah, dan Krisyanto. Dewa Budjana dipercaya memegang komando posisi Music Director.
Bagan lagu dibuat tetap mendekati susunan aslinya agar akrab di telinga penonton sebelum aksi jamming bersama digelar. Seluruh sarana tata suara dan pencahayaan untuk pertunjukan pembuka ini dijamin promotor bakal disiapkan setara dengan standar konser dunia Guns N’ Roses.
Tiga Konser, Dua Dekade Pengaruh Musik Rock yang Terus Hidup
Rekam jejak panggung Guns N’ Roses dari tahun 2012 hingga persiapan 2026 memperlihatkan betapa kuatnya pengaruh musik rock di Indonesia. Tiga momen konser yang dihadirkan menjadi bukti nyata dari apresiasi tinggi para penikmat musik lokal.
Sajian kolaborasi budaya lokal bersama panggung rock kelas dunia pada November 2026 mendatang siap mengukir babak baru. Kehadiran kembali Axl Rose dan Slash diproyeksikan akan memberi kesan mendalam bagi perjalanan industri pertunjukan di Tanah Air.


