pameran dagang australia di hotel indonesia jakarta pada 1971 tampilkan hasil industri khas negeri kangguru - News | Good News From Indonesia 2026

Pameran Dagang Australia di Hotel Indonesia Jakarta pada 1971, Tampilkan Hasil Industri Khas Negeri Kangguru

Pameran Dagang Australia di Hotel Indonesia Jakarta pada 1971, Tampilkan Hasil Industri Khas Negeri Kangguru
images info

Pameran Dagang Australia di Hotel Indonesia Jakarta pada 1971, Tampilkan Hasil Industri Khas Negeri Kangguru | Wikimedia Commons/Thrillseekr


Tahukah Kawan, pada 1971 silam ada sebuah pameran dagang yang diselenggarakan di Hotel Indonesia, Jakarta. Pameran ini tidak digelar oleh industri yang ada di dalam negeri waktu itu.

Akan tetapi, pameran dagang tersebut digelar oleh pihak yang berasal dari Australia. Berbagai macam produk industri yang dihasilkan di Negeri Kangguru tersebut ditampilkan di Indonesia selama lebih kurang 5 hari tersebut.

Walau begitu, tidak setiap orang bisa menyaksikan pameran dagang yang digelar pada waktu itu. Sebab pameran tersebut tidak dibuka untuk umum dan hanya bisa dihadiri oleh tamu undangan yang ditentukan pihak penyelenggara acara.

Lantas bagaimana momen saat acara pameran dagang yang digelar di Hotel Indonesia, Jakarta pada 1971 silam? Simak ulasannya terkait momen ini dalam artikel berikut.

baca juga

Pameran Dagang Australia di Hotel Indonesia pada 1971

Dinukil GNFI dari artikel, "Pameran Dagang Australia Diadakan di Bali Room HI, Hanja Pengusaha Jang Diundang" yang terbit di surat kabar Indonesia Raya edisi 16 Maret 1971, helatan pameran dagang dan industri dari Australia tersebut digelar selama lima hari lamanya, mulai dari 20 hingga 24 April 1971. Acara tersebut secara khusus digelar di Bali Room, Hotel Indonesia, Jakarta pada waktu itu.

Persiapan dalam menyambut helatan tersebut bahkan sudah dipersiapkan sejak jauh hari. Terbukti, panitia acara yang berasal dari Australia sudah mulai mempersiapkan lokasi helatan sejak lebih kurang sebulan sebelumnya.

Sidney Renef merupakan petugas yang didatangkan langsung dari Australia untuk mempersiapkan acara tersebut. Salah satu hal yang disoroti selama proses persiapan adalah kapasitas Bali Room yang tidak bisa menampung pameran secara keseluruhan.

Oleh sebab itu, beberapa ruangan pun dipersiapkan untuk mengantisipasi hal tersebut. Terlebih, ada ratusan perusahan industri dari Australia yang ikut berpartisipasi dalam pameran dagang yang digelar waktu itu.

baca juga

Terdapat 150 perusahaan industri dari Australia yang terlibat langsung dalam pameran dagang ini. Selain itu, ada juga ratusan pengusaha serta pejabat di bidang perdagangan dari Australia yang datang langsung menghadiri cara ini.

Perusahaan yang ikut terlibat juga berasal dari berbagai macam latar belakang industri, mulai dari produsen alat pertanian, bangunan, elektronik, dan lainnya.

Tidak Terbuka untuk Umum

Walaupun bertajuk pameran dagang, helatan acara ini tidak terbuka untuk umum pada waktu itu. Hanya tamu undangan saja yang bisa datang dan menyaksikan alat-alat industri yang dipamerkan dalam pameran tersebut.

Tercatat ada lebih kurang 5 ribu undangan yang dibagikan oleh pihak penyelenggara acara. Undangan ini ditujukan khusus hanya untuk para pengusaha saja.

baca juga

Peluang Hubungan Dagang Indonesia dan Australia pada Waktu Itu

Dikutip GNFI dari artikel, "Pameran Dagang dari Australia Dibuka di Hotel Indonesia" yang terbit di surat kabar Indonesia Raya edisi 21 April 1971, helatan ini dibuka langsung oleh Sumitro Djojohadikusumo yang pada periode tersebut menjabat sebagai menteri perdagangan. Dalam sambutannya, Sumitro menjelaskan jika pameran ini bisa menjadi peluang untuk membangun hubungan dagang antara Indonesia dan Australia agar lebih erat.

Sumitro memandang jika pameran tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk menjual barang-barang hasil industri dari Australia. Dilihat lebih jauh, pameran tersebut justru bisa menjadi peluang untuk membantu pembangunan Indonesia yang sedang berlangsung pada waktu itu.

Apalagi barang yang dipamerkan dalam helatan tersebut berasal dari berbagai macam sektor industri. Hal ini sejalan dengan rencana Indonesia yang pada waktu itu tidak hanya berfokus pada sektor pertanian saja, tetapi juga mulai mengarah ke bidang industri lainnya, seperti pertambangan, minyak bumi, dan lainnya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.