alunan gamelan di kelab masyarakat kampung kembangan singapura pada 1992 variasikan dengan aneka lagu - News | Good News From Indonesia 2026

Alunan Gamelan di Kelab Masyarakat Kampung Kembangan Singapura pada 1992, Variasikan dengan Aneka Lagu

Alunan Gamelan di Kelab Masyarakat Kampung Kembangan Singapura pada 1992, Variasikan dengan Aneka Lagu
images info

Alunan Gamelan di Kelab Masyarakat Kampung Kembangan Singapura pada 1992, Variasikan dengan Aneka Lagu | Berita Harian 17 Agustus 1992


Siapa yang tidak tahu dengan alunan musik gamelan khas budaya Jawa? Tidak hanya di dalam negeri, kepopuleran musik tradisional ini juga dikenal di kancah mancanegara.

Ketertarikan ini juga tidak datang baru-baru ini saja. Mundur beberapa dekade silam, juga ada pelatihan musik gamelan yang dilakukan di luar negeri pada waktu itu.

Mundur beberapa puluh tahun silam, tepatnya pada 1992, ada pelatihan musik gamelan yang digelar di salah satu daerah di Singapura, yakni Kampung Kembangan. Pelatihan ini digelar oleh Kelab Masyarakat Kampung Kembangan yang ada pada waktu itu.

Tidak hanya sekadar aktivitas biasa, pelatihan ini juga mendatangkan langsung pakar musik gamelan dari Indonesia. Pelatihan tersebut juga menarik banyak minat masyarakat dari berbagai kalangan usia waktu itu.

baca juga

Bagaimana momen saat alunan musik gamelan dipelajari di Kelab Masyarakat Kampung Kembangan Singapura pada 1992 silam? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Punya Set Gamelan Lengkap

Beberapa bulan sebelum diadakannya pelatihan ini, Kelab Masyarakat Kampung Kembangan sudah membuat gebrakan terkait kesenian ini. Dinukil dari artikel "Orkes Gamelan Lengkap di Kembangan" yang terbit di surat kabar Berita Harian edisi 16 Maret 1992, kelab masyarakat ini membeli satu set gamelan langsung dari Yogyakarta pada waktu itu.

Satu set alat musik yang mereka datangkan ini merupakan bantuan dari Persatuan Rakyat (PA). Satu set gamelan tersebut didatangkan dengan harga 35 ribu SGD pada waktu itu.

Uniknya lagi, adanya alat musik gamelan ini membuat Kelab Masyarakat Kampung Kembangan menjadi satu-satunya yang memiliki instrumen tersebut pada waktu itu. Set gamelan dengan jenis slendro dan pelog tersebut tiba di sana pada 7 Maret 1992.

baca juga

Datangkan Dua Ahli dari Indonesia

Beberapa bulan kemudian, digelar pelatihan musik gamelan langsung untuk para anggota Kelab Masyarakat Kampung Kembangan. Dikutip dari artikel "Gamelan Sesuai untuk Aneka Lagu" yang terbit di surat kabar Berita Harian edisi 17 Agustus 1992, pelatihan ini mendatangkan dua pakar langsung dari Indonesia, yakni Bimo Wiwohatmo Dwi Putranto dan Dede Karmana.

Sama seperti saat mendatangkan satu set gamelan lengkap beberapa bulan sebelumnya, hadirnya kedua pakar seni ini juga merupakan partisipasi Persatuan Rakyat lewat Program Pasukan Sukarelawan Asean. Hadirnya dua pakar ini pun menarik banyak peserta yang hadir pada pelatihan tersebut.

Bimo Wiwohatmo yang hadir dalam pelatihan tersebut menjelaskan jika musik gamelan bisa digunakan untuk mengiringi jenis lagu apa saja. Alat musik tradisional tersebut bisa digunakan untuk lagu yang bernada sedih atau semangat.

Terbukti pada pelatihan tersebut Kelab Masyarakat Kampung Kembangan memainkan beberapa lagu patriotik Singapura dengan iringan musik gamelan. Selain itu, ada juga alunan musik gamelan yang mengiringi lagu-lagu India yang populer pada waktu itu.

baca juga

Menarik Minat dari Segala Usia

Total ada 24 peserta Kelab Masyarakat Kampung Kembangan yang hadir pada pelatihan gamelan pada waktu itu. Para peserta yang hadir pun juga berasal dari berbagai kalangan usia.

Azrin Suakimi menjadi peserta termuda yang ikut terlibat dalam pelatihan tersebut. Peserta yang masih menjadi pelajar sekolah menengah pada waktu itu berkata jika ketertarikannya terhadap musik gamelan muncul saat dia menyaksikan sebuah pentas seni sebelumnya.

Dari sanalah Azrin memiliki minat untuk mempelajari musik gamelan lebih dalam. Ketertarikan ini pula yang mendorongnya untuk ikut bergabung dengan Kelab Masyarakat Kampung Kembangan pada waktu itu.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.