menelusuri sejarah indonesia dari dekat ketika museum menjadi ruang pertukaran perspektif - News | Good News From Indonesia 2026

Menelusuri Sejarah Indonesia dari Dekat: Ketika Museum jadi Ruang Pertukaran Perspektif

Menelusuri Sejarah Indonesia dari Dekat: Ketika Museum jadi Ruang Pertukaran Perspektif
images info

Incoming Global Volunteer (IGV) AIESEC in UIN Jakarta kembali membawa para Exchange Participants (EPs) dan Local Volunteers (LVs) Menyusuri Kota Tua


Pada 12 Agustus 2026 Rangkaian Incoming Global Volunteer (IGV) AIESEC in UIN Jakarta kembali membawa para Exchange Participants (EPs) dan Local Volunteers (LVs) ke ruang belajar yang berbeda melalui kegiatan Historica di kawasan Kota Tua Jakarta.

Mengusung pengalaman eksplorasi sejarah dan budaya, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal Indonesia melalui peninggalan sejarah sekaligus melihat bagaimana masa lalu dapat dipahami dari perspektif yang beragam.

Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan berbagai aktivitas interaktif yang mempertemukan EPs dan LVs. Salah satu pertanyaan pembuka mengajak peserta membayangkan perjalanan kembali ke masa lalu dan memilih periode sejarah yang ingin mereka kunjungi.

Pertanyaan tersebut menjadi pengantar sebelum peserta memulai eksplorasi sejarah secara langsung di kawasan Kota Tua.

baca juga

Perjalanan kemudian dimulai melalui sesi “Gateway to History.” Peserta mendapatkan arahan mengenai pembagian kelompok, aturan kunjungan, serta tantangan yang akan dilakukan selama eksplorasi.

Dengan didampingi pemandu, para peserta kemudian memasuki museum untuk mengamati berbagai koleksi dan informasi sejarah yang tersedia.

Dalam sesi “Journey Through Heritage,” setiap kelompok mendapatkan tema dan area yang perlu dieksplorasi. Peserta didorong untuk tidak hanya melihat objek yang ada, tetapi juga berdiskusi, mencari informasi, dan menyusun cerita singkat berdasarkan hal-hal yang mereka temukan.

Mereka juga diminta mengidentifikasi objek yang paling menarik perhatian, memilih salah satu benda bersejarah yang dianggap menarik, serta menyampaikan pengetahuan baru yang diperoleh selama kunjungan.

baca juga

Bagi EPs yang berasal dari berbagai negara, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal sejarah Indonesia secara langsung. Informasi mengenai suatu benda atau peninggalan sejarah dapat memiliki makna yang berbeda ketika dilihat oleh orang dengan latar belakang budaya yang berbeda.

Interaksi selama eksplorasi juga membuat proses belajar menjadi lebih terbuka karena peserta dapat saling bertukar pertanyaan dan pemahaman.

“Sejarah akan terasa lebih dekat ketika kita dapat melihat peninggalannya secara langsung dan memahami cerita di baliknya. Setiap peserta juga bisa memiliki interpretasi yang berbeda berdasarkan latar belakang mereka, sehingga proses belajar menjadi semakin beragam,” ujar Naura, salah satu peserta.

Setelah menyelesaikan eksplorasi museum, peserta mengikuti sesi “Stories & Insights” untuk berbagi pengalaman bersama kelompok. Mereka mendiskusikan hal-hal yang paling menarik perhatian serta pengetahuan baru yang didapatkan.

baca juga

Dokumentasi berupa foto dan video juga menjadi bagian dari proses peserta dalam merekam pengalaman mereka selama menjelajahi kawasan bersejarah tersebut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan “Thoughts on the Wall.” Peserta menuliskan satu kesan atau perasaan serta satu hal penting yang mereka pelajari pada sticky notes, kemudian menggunakannya untuk menghias papan refleksi.

Aktivitas ini memberikan ruang bagi peserta untuk melihat kembali pengalaman yang telah mereka dapatkan sebelum melanjutkan kegiatan berikutnya.

Eksplorasi tidak berhenti di dalam museum. Melalui “Color Quest: Taste the City & Engage!”, peserta diajak menjelajahi kawasan Kota Tua untuk menemukan makanan atau minuman berdasarkan warna yang telah ditentukan. Aktivitas tersebut membawa peserta lebih dekat dengan suasana kawasan sekitar sekaligus memberikan kesempatan untuk mengenal sisi lain kehidupan perkotaan Jakarta.

baca juga

“Mengenal budaya tidak selalu harus melalui penjelasan formal. Ketika peserta berjalan di kawasan bersejarah, mencoba makanan lokal, dan berbagi pengalaman dengan orang lain, mereka juga sedang belajar memahami bagaimana sejarah dan budaya hadir dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Zeva, salah satu Peserta.

Bagi para EPs, Historica menjadi pengalaman yang mempertemukan pembelajaran sejarah dengan interaksi lintas budaya. Mereka tidak hanya memperoleh informasi mengenai masa lalu Indonesia, tetapi juga memiliki ruang untuk membandingkan pengalaman tersebut dengan sejarah dan budaya yang mereka kenal dari negara asal masing-masing.

Melalui kegiatan ini, sejarah diposisikan bukan sekadar sebagai kumpulan informasi yang dipelajari di ruang kelas, tetapi sebagai pengalaman yang dapat diamati, dipertanyakan, dan dibagikan. Pertemuan berbagai perspektif membuat proses eksplorasi menjadi bagian dari cultural exchange yang lebih luas.

baca juga

Pada akhirnya, Historica memberikan kesempatan kepada para Exchange Participants untuk mengenal Indonesia melalui jejak sejarah yang masih dapat ditemukan di kawasan Kota Tua.

Dari museum, peninggalan budaya, hingga makanan yang ditemukan selama eksplorasi, setiap pengalaman menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam memahami Indonesia sekaligus bertukar perspektif dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.