mendukung sdg 4 melalui global classroom dalam perjalanan global volunteer mahasiswa fakultas hukum uns di vietnam - News | Good News From Indonesia 2026

Mendukung SDG 4 melalui Global Classroom dalam Perjalanan Global Volunteer Mahasiswa Fakultas Hukum UNS di Vietnam

Mendukung SDG 4 melalui Global Classroom dalam Perjalanan Global Volunteer Mahasiswa Fakultas Hukum UNS di Vietnam
images info

Momen Sabrina bersama para Siswa di Vietnam (Sumber: Dokumentasi Pribadi Sabrina)


Sebagai mahasiswa Fakultas Hukumย Universitas Sebelas Maret (UNS), saya, Sabrina Nasywa Yomie, mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program Global Volunteer melalui proyek Global Classroom di Vietnam yang diusung oleh AIESEC in Universitas Sebelas Maret (UNS) selama enam minggu.

Program ini berfokus pada pencapaianย Sustainable Development Goal (SDG) 4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education), sekaligus menjadi kesempatan bagi saya untuk terlibat langsung dalam kegiatan pendidikan melalui lingkungan internasional.

Selama enam minggu tersebut, saya mengambil peran sebagai pengajar bahasa Inggris untuk siswa dari berbagai kelompok usia. Menghadapi latar belakang dan kemampuan siswa yang beragam, saya menerapkan pendekatan mengajar yang fleksibel, mulai dari penyederhanaan materi, penggunaan aktivitas interaktif, hingga penyesuaian metode berdasarkan respons siswa di kelas.

Pengalaman ini memberi saya perspektif baru yang berbeda dari rutinitas akademik di kampus. Saya belajar merancang materi yang lebih mudah dicerna, menjaga fokus siswa sepanjang sesi belajar, sekaligus menavigasi perbedaan level kemampuan bahasa Inggris di antara mereka. Proses tersebut membentuk saya menjadi pribadi yang lebih sabar dan komunikatif.

baca juga

Selain tantangan dalam mengajar, proses beradaptasi dengan negara baru juga bukan hal yang mudah. Salah satu culture shock yang paling terasa bagi saya adalah dari sisi bahasa, di mana saya dituntut untuk menggunakan bahasa Inggris dalam keseharian, bukan hanya saat mengajar di kelas.

Mulai dari berkomunikasi dengan sesamaย volunteer, berinteraksi dengan masyarakat lokal, hingga menyelesaikan berbagai persoalan teknis selama tinggal di Vietnam, semuanya harus dilakukan menggunakan bahasa Inggris. Situasi ini memaksa saya untuk keluar dari zona nyaman dan semakin terbiasa berpikir serta merespons secara spontan dalam bahasa asing, sesuatu yang jarang saya alami sebelumnya di lingkungan perkuliahan sehari-hari.

Tak hanya berinteraksi dengan siswa, saya juga berkolaborasi dengan volunteer dari berbagai negara. Melalui pertukaran metode mengajar dan pengalaman lintas budaya, saya menemukan bahwa perbedaan latar belakang bukan hambatan, melainkan justru memperkaya kerja sama dalam mencapai tujuan bersama.

Di luar aktivitas mengajar formal, saya juga menjalin kedekatan personal dengan siswa maupun karyawan di tempat saya bertugas. Kedekatan ini membuka ruang percakapan sehari-hari yang natural, di mana kami saling bertukar cerita, kebiasaan, hingga hal-hal kecil dalam keseharian. Tanpa disadari, interaksi informal semacam ini turut membantu mereka membiasakan diri berbicara dalam bahasa Inggris secara lebih santai, di luar tekanan suasana kelas formal.

baca juga

Salah satu momen yang paling berkesan bagi saya adalah ketika kami mengadakan summer festival sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Dalam acara ini, siswa bisa menikmati nonton film bersama, membeli jajanan, dan berbagai aktivitas seru lainnya, tapi dengan satu syarat: seluruh interaksi harus menggunakan bahasa Inggris. Pendekatan ini menjadi cara yang menyenangkan sekaligus efektif untuk melatih kepercayaan diri siswa dalam berbicara bahasa Inggris di luar konteks kelas formal.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen yang memperkuat pemahaman saya tentang pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung. Bagi saya, pendidikan bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi juga membantu siswa merasa percaya diri untuk terus mencoba.

โ€œSalah satu hal yang paling membuat saya senang selama program ini adalah ketika melihat siswa mulai berani menggunakan bahasa Inggris di luar kelas. Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa sebagai pengajar, saya tidak harus selalu memberikan materi yang sempurna, tetapi juga perlu menciptakan ruang bagi siswa untuk mencoba tanpa takut melakukan kesalahan. Saya menyadari bahwa hal sederhana seperti memberikan dukungan dan kesempatan untuk berlatih bisa menjadi bagian penting dari proses belajar mereka,โ€ ujar Sabrina.

Melalui keterlibatan saya di Global Classroom, saya berharap dapat memberi dampak sederhana namun bermakna bagi siswa, terutama dalam menumbuhkan rasa percaya diri mereka untuk menggunakan bahasa Inggris. Bagi saya, membantu siswa merasa lebih nyaman belajar adalah salah satu wujud nyata dukungan terhadap pencapaian SDG 4.

baca juga

Secara keseluruhan, program ini merupakan kontribusi nyata saya terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dengan turut menciptakan kerja sama lintas negara sebagai bagian. Dampak yang saya coba ciptakan bukan sekadar transfer materi bahasa Inggris di dalam kelas, melainkan membangun kepercayaan diri siswa untuk berani menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai konteks nyata, baik lewat kegiatan formal seperti pembelajaran di kelas, maupun lewat interaksi informal seperti percakapan sehari-hari dan acara seperti summer festival.ย 

Saya percaya bahwa akses terhadap pendidikan berkualitas tidak melulu soal metode pengajaran yang kaku, tetapi juga soal menciptakan ruang aman bagi siswa untuk terus mencoba dan belajar tanpa rasa takut salah.

Di luar manfaat bagi para siswa, pengalaman enam minggu di Vietnam turut menjadi proses pembelajaran pribadi. Berinteraksi dengan lingkungan, budaya, dan orang-orang baru mendorong saya untuk tumbuh menjadi individu yang lebih mandiri, terbuka, dan adaptif. Bagi saya, Global Volunteer bukan sekadar pengalaman mengajar di negara lain, melainkan ruang untuk belajar melalui kolaborasi dan menciptakan dampak bersama.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.