Assyifa Anjani Adinegoro, mahasiswa program studi S-1 Biologi Universitas Sebelas Maret (UNS), sukses menyelesaikan program pertukaran pemuda Global Volunteer melalui Proyek Rooted di Sri Lanka. Kegiatan internasional ini diselenggarakan oleh AIESEC in Universitas Sebelas Maret (UNS) berkolaborasi dengan mitra relasi internasional AIESEC in Sri Lanka Institute of Information Technology (SLIIT) serta Forest School Colombo.
Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-15 mengenai perlindungan ekosistem daratan (Life on Land).
Selama proyek berlangsung, Anjani bertugas sebagai volunteer pengajar yang mengajak para siswa mengenal biodiversitas dan konsistensi menjaga lingkungan melalui metode pembelajaran berbasis alam. Berlokasi di Forest School Colombo yang mengusung filosofi “Where Environment is the Classroom, and Nature is the Teacher,” rangkaian pembelajaran dikemas secara interaktif.
Para siswa diajak berinteraksi langsung melalui berbagai aktivitas outdoor, seperti pengenalan tumbuhan herbal, praktik pembuatan teh alami dari bunga hibiscus, seni membuat kerajinan clay, hingga eksplorasi keanekaragaman hayati di kawasan ekosistem Bolgoda Lake.

Setibanya di Sri Lanka, para Exchange Participants (EP) mengikuti Arrival Preparation Seminar yang diselenggarakan oleh AIESEC in SLIIT guna mempermudah proses adaptasi lintas budaya. Komunikasi dan pemantauan berkala juga terus dijaga secara intensif antara AIESEC in SLIIT dan AIESEC in UNS demi memastikan keselamatan serta keberlanjutan program.
Anjani mengungkapkan bahwa penggunaan bahasa Inggris yang cukup umum dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat sangat membantu meminimalisasi language barrier, sehingga proses adaptasi dan interaksi dengan panitia, tenaga pengajar, siswa, maupun warga lokal berjalan tanpa kendala berarti.

Rutinitas harian di Forest School Colombo dirancang sangat fleksibel dan adaptif terhadap perubahan cuaca atas persetujuan para coach. Setiap pagi, kegiatan wajib diawali dengan aktivitas memberi makan hewan ternak berupa kambing peliharaan sekolah menggunakan daun nangka (Artocarpus heterophyllus), lalu dilanjutkan dengan perawatan dan penyiraman kebun tanaman herbal.
Saat kondisi cuaca mendukung, siswa lebih banyak menghabiskan waktu di luar ruangan melalui kegiatan petualangan seperti ziplining, boat riding menyusuri Bolgoda Lake, serta free activity di area taman sekolah. Sebaliknya, ketika cuaca kurang bersahabat, kegiatan dialihkan ke dalam ruangan dengan fokus pada pengasahan kreativitas berbasis bahan alam.
Selain kelas reguler, sekolah ini juga membuka program school excursion bagi sekolah luar yang ingin merasakan pengalaman belajar berbasis alam yang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok siswa.

Di luar agenda utama di sekolah, Anjani beserta rombongan relawan asal Indonesia berkesempatan menghadiri Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta Resepsi Diplomatik yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Colombo.
Anjani bahkan turut berpartisipasi dalam kemeriahan perlombaan khas kemerdekaan yang digelar pada 18 Juli 2026 di KBRI Colombo. Momen ini dimanfaatkan secara optimal oleh para relawan untuk memperluas jejaring diplomasi informal, mempererat tali silaturahmi dengan pihak kedutaan, serta memperkenalkan kiprah AIESEC sebagai organisasi kepemudaan global kepada jajaran pemangku kepentingan yang hadir.
Tak hanya itu, Anjani juga memanfaatkan waktu luangnya untuk mengeksplorasi potensi pariwisata serta keragaman budaya Sri Lanka di berbagai wilayah, seperti Colombo, Galle, hingga Arugam Bay. Perjalanan dari destinasi bersejarah, museum, hingga Pantai Arugam Bay yang menjadi pusat aktivitas surfing dunia memberikan pemahaman komprehensif bagi Anjani mengenai bagaimana sektor pariwisata berbasis keanekaragaman alam menjadi fondasi penting bagi perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat Sri Lanka.
Dari aspek pengembangan diri, keterlibatan aktif dalam Proyek Rooted ini memberikan pengalaman praktis yang bernilai tinggi bagi perjalanan akademik Anjani. Selain memperdalam pemahaman mengenai implementasi pendidikan berbasis lingkungan, ia juga berhasil mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya, kepemimpinan adaptif, serta kreativitas dalam merancang materi pembelajaran yang inklusif di skala internasional.

“Melalui Proyek Rooted di Sri Lanka, saya belajar bahwa alam dapat menjadi ruang pembelajaran yang sangat menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak. Pengalaman mengajar, berinteraksi dengan siswa dari latar belakang budaya yang berbeda, serta mengenal kehidupan masyarakat setempat membantu saya meningkatkan kreativitas, keterampilan komunikasi, dan daya adaptasi di lingkungan baru,” ujar Anjani.
Partisipasi aktif mahasiswa Universitas Sebelas Maret dalam program pertukaran Global Volunteer ini menjadi bukti nyata kontribusi generasi muda dalam menciptakan dampak ekologis yang positif di kancah global. Ke depan, keberhasilan Anjani diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak mahasiswa untuk berani mengambil peluang pertukaran internasional, memperluas wawasan global, serta menjadi agen perubahan yang berdaya saing tinggi.


