AIESEC in Universitas Sumatera Utara menyelenggarakan kunjungan edukatif ke Museum Negeri Sumatera Utara, Kota Medan. Kegiatan ini diikuti oleh paraΒ Exchange Participants (EP) Project On The Map bersama Organizing Committee (OC) sesuai jadwal kunjungan yang telah ditentukan. Pertukaran budaya tidak hanya berlangsung melalui percakapan dan kegiatan sehari-hari.
Bagi para EP, mengenal tempat yang mereka tinggali selama program juga berarti memahami sejarah dan nilai yang membentuknya. Karena itu, kunjungan ke museum ini dirancang sebagai bagian dari pengalaman pertukaran budaya mereka di Medan, sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat langsung warisan masyarakat Sumatera Utara dalam satu tempat.
Sumatera Utara dikenal memiliki masyarakat dengan latar budaya yang beragam, mulai dari adat, bahasa, hingga tradisi yang berkembang di berbagai daerah. Memahami keberagaman tersebut penting bagi para EP agar dapat menempatkan diri dengan tepat ketika berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Museum menjadi tempat yang sesuai untuk memulai pemahaman itu karena menghimpun informasi sejarah dan budaya dalam satu tempat yang dapat dipelajari oleh pengunjung dari berbagai latar belakang.
Selama kunjungan, para EP mengeksplorasi koleksi yang dipamerkan di museum. Project ini menjadi ruang lintas budaya dimana para tamu yaitu EP mempelajari berbagai informasi mengenai sejarah, tradisi, serta keberagaman budaya Sumatera Utara. Setiap koleksi dan penjelasan yang tersedia memberi gambaran tentang bagaimana masyarakat setempat hidup, merawat tradisi, dan mewariskan nilai-nilainya dari waktu ke waktu.
Melalui pengalaman ini, para peserta tidak hanya mengenal Medan sebagai kota tempat mereka menjalankan program, tetapi juga memahami latar budaya yang membentuk kota dan daerah di sekitarnya. Seperti yang diungkapkan oleh Nileesha dalam salah satu testimonial EP,Β βIt taught us that we are not alone in this journey.β Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa perjalanan lintas budaya bukan hanya tentang mengenal tempat baru, tetapi juga tentang menemukan koneksi, belajar dari satu sama lain, dan menyadari bahwa setiap orang memiliki cerita yang dapat dibagikan.
Bagi para partisipan yang terlibat, kunjungan seperti ini juga membuka ruang refleksi. Ketika mengamati koleksi dan membaca penjelasannya, para EP dapat membandingkan cerita yang mereka temui dengan budaya dan kebiasaan di tempat asal masing-masing. Melalui pengalaman ini, muncul rasa ingin tahu dan kesadaran bahwa setiap daerah punya cara sendiri dalam memaknai sejarah dan merawat tradisinya. Kesadaran semacam ini menjadi dasar penting dalam pertukaran budaya yang saling menghargai.
Kehadiran OC dalam kegiatan ini menjadi bentuk pendampingan bagi para EP selama kunjungan berlangsung. Sebagai pemuda yang tumbuh dan beraktivitas di lingkungan lokal, para anggota OC dapat berbagi pengetahuan serta sudut pandang mereka tentang budaya daerahnya. Di sisi lain, para EP membawa pandangan dan pertanyaan dari latar belakang yang berbeda.
Perpaduan keduanya membuat proses belajar berlangsung dua arah dan menjadi ruang pertukaran budaya yang nyata antara volunteer yang menjalaniΒ project On The Map dan pemuda setempat. Salah satu panitia yaitu Dinda (OC Customer Experience)Β menyampaikan bahwa βSesi ini memberikan banyak wawasan baru tentang kepemimpinan dan kerja sama tim. Saya juga senang bisa lebih dekat dengan teman-teman dan belajar bersama dalam suasana yang seru. Pengalaman ini bikin saya makin semangat untuk menjalani project kedepannya!β
Melalui kegiatan ini, AIESEC in USU berupaya meningkatkan pemahaman para EP mengenai identitas budaya dan sejarah lokal sebagai bagian dari pengalaman pertukaran budaya. Pemahaman yang lebih baik tentang lingkungan tempat mereka tinggal diharapkan membantu para peserta beradaptasi, lebih peka dalam berinteraksi, serta menghargai keberagaman yang mereka temui selama berada di Medan. Dengan memahami asal-usul tradisi dan kebiasaan masyarakat setempat, para peserta juga diharapkan lebih mudah membangun hubungan yang baik dengan komunitas tempat mereka beraktivitas.
Kunjungan ke Museum Negeri Sumatera Utara ini juga mencerminkan komitmen AIESEC in USU untuk menghadirkan pengalaman pertukaran yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan project, tetapi juga pada pengenalan budaya dan nilai lokal. Dengan bekal pengetahuan tersebut, para EP diharapkan dapat membawa pulang pengalaman yang lebih bermakna dari Sumatera Utara, sekaligus menjadi pembelajaran bersama bagi para OC dalam mengenalkan kekayaan daerahnya kepada peserta dari luar. Saatnya Pemuda Medan mengeksplor diri dengan Global Volunteer.


