aiesec in unila kisah maulidya dan enam minggu penuh makna di dolphin house kindergarten hanoi - News | Good News From Indonesia 2026

AIESEC in Unila: Kisah Maulidya dan Enam Minggu Penuh Makna di Dolphin House Kindergarten, Hanoi

AIESEC in Unila: Kisah Maulidya dan Enam Minggu Penuh Makna di Dolphin House Kindergarten, Hanoi
images info

Outgoing Global Volunteer @AIESEC in Unila


Program Outgoing Global Volunteer (OGV) AIESEC in Unila kembali melahirkan kisah personal yang menginspirasi. Kali ini datang dari Maulidya Eka Savia, mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Lampung, yang mengikuti proyek Global Classroom di Dolphin House Kindergarten, Hanoi, Vietnam, selama enam minggu.

Bagi banyak mahasiswa, program volunteer internasional sering dibayangkan sebagai kesempatan untuk berkontribusi dan memberikan dampak bagi masyarakat di negara tujuan. Hal serupa juga menjadi bayangan awal Maulidya sebelum keberangkatannya.

Ia membayangkan dirinya akan menjadi pihak yang memberi banyak hal kepada anak-anak dan lingkungan sekitar melalui kegiatan mengajar.

Namun, setelah benar-benar menjalani program tersebut, ia menyadari bahwa kenyataan yang ia alami justru berbalik arah. Alih-alih merasa sebagai pemberi, ia justru merasa mendapatkan jauh lebih banyak dari yang ia berikan kepada anak-anak dan lingkungan sekitarnya.

"Sejujurnya, ini adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah saya buat. Saya datang ke sini dengan berpikir bahwa saya akan menjadi orang yang memberi, tetapi anak-anak dan para guru justru memberikan jauh lebih banyak kepada saya," ungkap Maulidya.

Selama enam minggu, Maulidya mengajar bersama guru lokal di Dolphin House Kindergarten menggunakan berbagai metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, mulai dari flashcards, bernyanyi, menari, hingga bermain games bersama anak-anak berusia dua hingga enam tahun.

Pendekatan yang penuh keceriaan ini tidak hanya efektif untuk mengenalkan kosakata dan konsep baru kepada anak-anak, tetapi juga menjadi jembatan bagi Maulidya untuk membangun kedekatan emosional dengan mereka.

baca juga

Interaksi hangat dengan anak-anak dan para guru di Dolphin House Kindergarten perlahan membentuk Maulidya menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan berani mencoba hal-hal baru.

Ia mengakui bahwa pengalaman ini membawanya keluar dari zona nyaman, membuka ruang bagi pertumbuhan pribadi yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.

Salah satu pelajaran paling berharga yang ia dapatkan selama program ini adalah kemampuan untuk tidak terlalu memikirkan pandangan orang lain terhadap dirinya. Bagi Maulidya, hal ini sebelumnya merupakan sesuatu yang cukup sulit untuk ia lakukan.

Namun, melalui berbagai pengalaman selama tinggal dan mengajar di Hanoi, ia perlahan belajar untuk lebih menerima dirinya sendiri dan lebih berani mengekspresikan diri tanpa rasa takut dinilai oleh orang lain.

Keramahan masyarakat lokal turut menjadi faktor penting yang membuat masa tinggal Maulidya di Hanoi terasa begitu berkesan. Ia merasa diterima sepenuhnya oleh lingkungan sekitarnya, hingga muncul rasa keterikatan yang mendalam terhadap kota tersebut.

"Masyarakat lokal sangat baik dan ramah, dan saya merasa sangat diterima selama berada di sini. Setiap hari terasa istimewa dan semua pengalaman yang saya dapatkan akan selalu saya ingat. Hanoi bahkan sudah terasa seperti rumah kedua bagi saya," tuturnya.

baca juga

Pengalaman berinteraksi dengan anak-anak dan masyarakat dari latar belakang budaya yang berbeda turut membentuk Maulidya menjadi pribadi yang lebih terbuka, fleksibel, dan mampu beradaptasi dengan berbagai situasi baru yang belum pernah ia hadapi sebelumnya.

Perspektifnya mengenai keberagaman budaya, cara pandang terhadap dunia, serta proses belajar dari lingkungan sekitar pun turut berkembang seiring berjalannya program.

Ia menyadari bahwa keberagaman bukan sekadar perbedaan yang harus diterima, melainkan sumber pembelajaran yang dapat memperkaya cara berpikir dan bersikap dalam kehidupan sehari-hari. Melalui interaksi lintas budaya ini, Maulidya belajar untuk lebih menghargai perbedaan sekaligus menemukan banyak persamaan nilai kemanusiaan di antara orang-orang yang ia temui.

Kisah Maulidya menjadi salah satu bukti nyata bahwa program Outgoing Global Volunteer tidak hanya berdampak pada penerima manfaat di lokasi penempatan, tetapi juga memberikan ruang pertumbuhan yang besar bagi para volunteer itu sendiri. Pengalaman lintas budaya semacam ini membentuk karakter, memperluas wawasan, dan memperkuat kepercayaan diri para peserta dalam menghadapi tantangan baru.

AIESEC in Unila berharap semakin banyak mahasiswa Lampung terinspirasi untuk mengambil langkah serupa, membuka diri terhadap pengalaman baru yang dapat mengubah cara pandang mereka terhadap dunia dan diri sendiri.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.