a splash of jogja in korea perjalanan ixp aiesec in ugm adit ke korea selatan - News | Good News From Indonesia 2026

A Splash of Jogja in Korea: Perjalanan IXP AIESEC in UGM Adit ke Korea Selatan

A Splash of Jogja in Korea: Perjalanan IXP AIESEC in UGM Adit ke Korea Selatan
images info

Perjalanan IXP AIESEC in UGM Adit ke Yonsei University, Korea Selatan


Sebuah perjalanan internasional tidak selalu dimulai dari tempat yang jauh. Terkadang, perjalanan itu justru bermula dari sesuatu yang sangat dekat: cerita tentang rumah sendiri. BagiΒ Restu Aditya Gunawan, cerita tersebut adalah Yogyakarta.

Melalui Play in English Project di Yonsei University, Korea Selatan, Adit membawa pengalaman dan pengetahuannya tentang Indonesia untuk dibagikan kepada anak-anak di Korea Selatan.

Di saat yang sama, ia juga mendapatkan kesempatan untuk belajar dari lingkungan, budaya, dan pengalaman baru yang tidak ia temukan di rumah.

Salah satu ruang yang mempertemukan kedua hal tersebut adalah cultural class. Dalam sesi ini, Adit memperkenalkan kebudayaan Indonesia dengan Yogyakarta sebagai fokus utama.

baca juga

Tradisi, kehidupan sehari-hari, hingga berbagai hal yang melekat pada Yogyakarta menjadi bagian dari cerita yang ia bawa ke dalam kelas. Melalui interaksi tersebut, budaya tidak hanya menjadi sesuatu yang diperkenalkan, tetapi juga menjadi jembatan untuk membuka percakapan lintas budaya.

Namun, Play in English Project tidak berhenti pada pertukaran cerita mengenai budaya. Di dalamnya, terdapat pula kesempatan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif dan menyenangkan.

Semangat ini sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 4: Quality Education, yang menyoroti pentingnya pendidikan yang inklusif, berkualitas, serta memberikan kesempatan belajar bagi semua.

Nilai tersebut terasa semakin nyata ketika Adit mengikuti lab class. Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak untuk mengenal pencampuran warna melalui eksperimen secara langsung. Kelas pun berubah menjadi ruang eksplorasi.

baca juga

Rasa penasaran anak-anak terlihat dari antusiasme mereka saat mencoba satu kombinasi ke kombinasi lainnya. Bagi Adit, inilah salah satu momen yang paling membekas selama proyek berlangsung. Aktivitas yang sederhana justru mampu membuat proses belajar terasa lebih hidup, interaktif, dan menyenangkan.

Pengalaman tersebut juga menunjukkan bahwa pendidikan dapat berlangsung dengan berbagai cara. Belajar tidak selalu harus berawal dari penjelasan yang panjang atau materi yang disampaikan secara satu arah.

Kesempatan untuk mencoba, bereksperimen, dan menemukan sesuatu secara mandiri juga dapat menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.

Dari sebuah eksperimen warna, Adit melihat bagaimana ruang belajar yang menyenangkan dapat mendorong anak-anak untuk terus mengeksplorasi.

baca juga

Di sela-sela kesibukannya mengikuti proyek, Adit juga menyempatkan diri mengenal Korea Selatan lebih jauh. Beberapa tempat menjadi bagian dari perjalanan yang paling berkesan baginya, yaitu Ttukseom Hangang Park, Bukchon Hanok Village, dan Namsan Tower.

Masing-masing menghadirkan pengalaman yang berbeda: menikmati suasana Seoul di tepi Sungai Han, berjalan di antara bangunan dengan arsitektur tradisional Korea, hingga menyaksikan lanskap kota dari ketinggian.

Pada akhirnya, perjalanan Adit menandakan ada pertukaran yang terjadi di sepanjang perjalanan di Korea Selatan. Ia datang dengan membawa cerita tentang Yogyakarta, lalu pulang dengan pengalaman baru tentang budaya, pembelajaran, dan kehidupan di tempat lain.

DariΒ cultural class yang menjadi ruang untuk memperkenalkan Indonesia, hingga lab class yang memperlihatkan bagaimana belajar dapat berlangsung melalui eksperimen, setiap kegiatan memberikan warna tersendiri dalam perjalanan IXP-nya.

baca juga

Bahkan, pengalaman menjelajahi berbagai sudut Korea Selatan turut melengkapi perspektif yang ia dapatkan selama berada di sana.

Kini, perjalanan tersebut telah memasuki bagian akhirnya. Adit akan menghadiri closing seminar di university hall sebagai bagian dari penutupan Play in English Project. Momen ini menjadi kesempatan untuk melihat kembali berbagai pengalaman, interaksi, dan pembelajaran yang telah ia lalui selama berada di Korea Selatan.

Lebih dari itu, momen ini adalah kesempatan untuk membawa cerita dari rumah, berbagi dengan orang lain, belajar dari perbedaan, dan melihat dunia melalui perspektif yang sebelumnya mungkin belum pernah ditemui.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AZ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.