Perkembangan teknologi digital mendorong dunia pendidikan untuk terus beradaptasi dalam menciptakan metode pembelajaran yang relevan dengan karakter dan tantangan zaman. Salah satu inovasi tersebut hadir melalui pembelajaran mata kuliah Keperawatan Psikiatrik semester V di STIKES Widyagama Husada Malang, dengan mengintegrasikan media podcast sebagai sarana praktik komunikasi terapeutik bagi mahasiswa keperawatan.
Inovasi pembelajaran ini dirancang dalam kerangka kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang menekankan pencapain kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar aktif, kontekstual, dan aplikatif. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami konsep teori, tetapi juga mampu mempraktikan keterampilan keperawatan secara langsung.
Dosen keperawatan STIKES Widyagama Husada Malang, Ahmad Guntur Alfianto, menjelaskan bahwa penggunaan podcast dalam pembelajaran menjadi salah satu strategi untuk menjawab kebutuhan mahasiswa generasi Z yang dekat dengan teknologi digital.
Selain itu juga, Mahasiswa keperawatan yang saat ini berada di posisi generasi Z menyatakan bahwa perlu adanya metode pembelajaran yang tidak monoton seperti ceramah.
"Inovasi pembelajaran menggunakan simulasi podcast sangat cocok untuk meningkatkan ketrampilan komunikasi, terutama pada mata kuliah keperawatan piskiatrik karena harus banyak berbicara dengan pasien", ujar Azizur mahasiswa semester VB.
Podcast sebagai Media Praktik Komunikasi Terapeutik
Dalam pembelajaran Keperawatan Psikiatrik, mahasiswa semester V melakukan simulasi podcast dengan mengangkat topik asuhan keperawatan pasien dengan risko bunuh diri dan risiko perilaku kekerasan. Melalui simulasi tersebut, mahasiswa berlatih menerapkan komunikasi terapeutik dalam menghadapi berbagai kondisi pasien dengan gangguan kesehatan jiwa.
Proses pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian teori. Mahasiswa melakukan simulasi komunikasi antara perawat, pasien, dan keluarga, kemudian merekam percakapan dalam format podcast. Rekaman tersebut selanjutnya dievaluasi oleh dosen berdasarkan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan tahapan proses keperawatan.
Tahap yang menjadi fokus evaluasi meliputi keterampilan berkomunikasi, proses keperawatan (Pengkajian, penentuan dagnosis keperawatan, perencanaan intrevensi sesuai kebutuhan pasien, implementasi tindakan keperawatan, terutama dalam penerapan komunikasi terapeutik, serta evaluasi untuk menilai kenerhasilan tindakan yang diberikan.
Melalui pendekatan ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman menyerupai situasi praktik klinik tetatpi dalam lingkungan pembelajaran yang aman dan terstruktur.
Mendorong Mahasiswa Lebih Aktif Memahami Materi
Integrasi podcast dalam pembelajaran memberikan dampak positif terhadap pemahaman mahasiswa. berdasarkan evaluasi pembelajaran, lebih dari 90% mahasiswa menyatakan memahami topik asuhan keperawatan pasien dengan risiko bunuh diri dan risiko perilaku kekerasan melalui metode pembelajaran berbasis podcast.
Media podcast membantu mahasiswa menyerap dengan cara yang lebih fleksibel. Mahasiswa dapat mendegarkan kembali hasil rekaman, melakukan interpretasi terhadap komunikasi yang telah dilakukan, serta mengevaluasi kemampuan diri dalam memberikan respons terapeutik kepada pasien.
"Melalui podcast, mahasiswa tidak hanya belajar bercicara, tetapi juga belajar mendegarkan, memahami respons pasien, dan membangun komunikasi yang efektif sebagai seorang calon perawat," tutur Ahmad.
Podcast jadi Sumber Belajar Digital Berkelanjutan
Sebagai bagian dari transformasi digital pendidikan, rekaman podcast yang telah dibuat mahasiswa kemudian dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran melalui Learning Management System (LMS) Moodle milik STIKES Widyagama Husada Malang.
Dengan integrasi tersebut, materi pembelajaran dapat diakses kembali oleh mahasiswa kapan saja dan dari berbagai tempat. Mahasiswa dapat memutar ulang rekaman podcast sebagai bahan refleksi maupun persiapan sebelum mengikuti pembelajaran berikutnya.
Ke depan, inovasi pembelajaran berbasis podcast ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan pada berbagai topik keperawatan lainnya. Pengembangan tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan komunikasi mahasiswa, meingkatkan literasi dan digitalisasi, serta menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan situasi yang dimiliki generasi Z saat ini,
Salain itu, pendekatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan lulusan keperawatan yang tidak hanya memiliki kompetensi klinis, tetapi juga mampu berkomunikasi secara profesional, empatik, dan terapeutik sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan masa kini.
Melalui inovasi pembelajaran berbasis teknologi STIKES Widyagama Husada Malang menunjukkan bahwa ruang belajar tidak lagi terbatas pada kelas konvensional. Teknologi dapat menjadi jembatan untuk menghadirkan pengalamn belajar yang lebih kreatif, interaktif, dan bermakna bagi mahasiswa generasi masa depan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


