Bagi sebagian orang, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bukan perkara mudah. Selain membutuhkan kemauan dan kesiapan akademik, biaya pendidikan kerap menjadi tantangan tersendiri.
Namun, melalui berbagai program beasiswa, kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi dapat terbuka bagi mereka yang ingin terus belajar dan mengembangkan diri.
Hal itulah yang menjadi bagian dari perjalanan Ismail, pemuda asal Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Sejak 2017, ia menempuh pendidikan tinggi secara bertahap, mulai dari Diploma III (D3), Sarjana (S1), hingga Magister (S2), dengan dukungan tiga program beasiswa yang berbeda.
Perjalanannya tidak berlangsung dalam satu tahap. Ada proses menyelesaikan pendidikan, membangun pengalaman kerja, aktif dalam organisasi, hingga kembali mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi.
Tiga beasiswa yang diperolehnya menjadi bagian dari perjalanan tersebut sekaligus membuka kesempatan untuk menempuh pendidikan ke jenjang berikutnya.
Memulai Pendidikan Tinggi dengan Bidikmisi
Perjalanan akademik Ismail dimulai pada 2017 ketika diterima sebagai mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis di Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP).
Saat itu, ia memperoleh Beasiswa Bidikmisi yang memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi dan memiliki potensi akademik.
Melalui program tersebut, Ismail dapat menyelesaikan pendidikan Diploma III pada 2020 dan memperoleh gelar Ahli Madya Administrasi Bisnis (A.Md.AB).
Selama menjadi mahasiswa, aktivitasnya tidak hanya berpusat pada kegiatan perkuliahan. Ia juga terlibat dalam organisasi kemahasiswaan dan dipercaya mengemban sejumlah tanggung jawab kepemimpinan.
Pada 2019, ia menjabat sebagai Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Beasiswa Bidikmisi PNUP. Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNUP periode 2019–2020.
Pengalaman tersebut menjadi ruang belajar di luar kelas. Melalui organisasi, ia memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, mengelola kegiatan, serta memahami tanggung jawab dalam sebuah kepemimpinan.
Bekerja sambil Menyelesaikan Pendidikan Sarjana
Setelah menyelesaikan pendidikan D3, Ismail tidak berhenti pada satu gelar akademik. Pada 2021, ia melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana (S1) Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis di Universitas Terbuka.
Pendidikan yang diselesaikannya pada 2025 tersebut didukung oleh Beasiswa Bank Mega Syariah. Program ini merupakan bentuk dukungan perusahaan kepada karyawan untuk melanjutkan pendidikan sekaligus meningkatkan kompetensi.
Kesempatan tersebut diperoleh ketika Ismail bekerja di Bank Mega Syariah sebagai Teller dan Customer Service.
Dengan aktivitasnya ini, ia harus menjalankan dua tanggung jawab secara bersamaan yakni memenuhi tuntutan pekerjaan dan menyelesaikan perkuliahan.
Menjalani pekerjaan sekaligus pendidikan tentu membutuhkan pengelolaan waktu dan komitmen.
Pengalaman bekerja di sektor perbankan juga memberinya pemahaman praktis mengenai pelayanan, administrasi, dan operasional lembaga keuangan. Pengetahuan tersebut menjadi pelengkap bagi materi akademik yang dipelajari selama perkuliahan.
Sebelum bergabung dengan Bank Mega Syariah, Ismail pernah mengikuti Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) di Bank BTN Kantor Wilayah V melalui program Kementerian BUMN pada periode 2020–2021.
Pengalaman magang tersebut menjadi salah satu pintu awal untuk mengenal lingkungan kerja profesional.
Kesempatan Ketiga melalui Beasiswa NAMA Foundation
Menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2025 menjadi salah satu capaian dalam perjalanan akademiknya. Namun, keinginan untuk terus belajar membawanya kembali mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.
Kesempatan itu datang pada 2026 ketika Ismail dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa NAMA Foundation untuk menempuh pendidikan Magister Manajemen di Universitas Hasanuddin, Makassar.
Beasiswa tersebut menjadi dukungan pendidikan ketiga yang diperolehnya setelah Bidikmisi pada jenjang D3 dan Beasiswa Bank Mega Syariah pada jenjang S1.
Ketiganya memiliki latar belakang dan mekanisme dukungan yang berbeda, tetapi sama-sama memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
Kini, Ismail tercatat sebagai mahasiswa Magister Manajemen Universitas Hasanuddin.
Pendidikan pada jenjang ini menjadi kesempatan untuk memperdalam pengetahuan di bidang manajemen sekaligus memperluas perspektif yang telah diperoleh melalui pengalaman akademik dan profesional sebelumnya.
Organisasi sebagai Ruang Pengembangan Diri
Selain pendidikan formal dan pekerjaan, organisasi menjadi bagian lain yang cukup mewarnai perjalanan Ismail. Ketertarikannya terhadap aktivitas kepemimpinan bahkan telah tumbuh sejak masih bersekolah di MAN Jeneponto.
Pada masa tersebut, ia pernah dipercaya menjadi Ketua PIK-R MAN Jeneponto dan Ketua Dewan Ambalan Pramuka MAN Jeneponto. Keterlibatannya berlanjut ketika memasuki perguruan tinggi, baik melalui organisasi kemahasiswaan maupun komunitas alumni.
Pada periode 2020–2023, Ismail menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni MAN Jeneponto (IKA MAN Jeneponto). Ia juga pernah mengikuti Program Pejuang Muda Kementerian Sosial RI dan Program Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Pengalaman lainnya adalah menjadi delegasi dalam Pertemuan Mahasiswa Bidikmisi Nasional di Universitas Gadjah Mada. Berbagai kegiatan tersebut memperluas ruang interaksinya dengan lingkungan dan komunitas yang berbeda.
Pengalaman Kerja dan Pencapaian
Dalam perjalanan profesionalnya, Ismail pernah menjalani magang di Bank BTN Kantor Wilayah V, kemudian bekerja di Bank Mega Syariah pada periode 2021–2025 sebagai Teller dan Customer Service. Saat ini, ia berkarier di PT BPR Kota Makassar (Perseroda) pada bagian operasional.
Di luar aktivitas pendidikan, pekerjaan, dan organisasi, ia juga pernah mengikuti sejumlah kompetisi dan memperoleh beberapa pencapaian. Di antaranya Juara 3 Lomba Video Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah Bank Indonesia Sulawesi Selatan serta Juara 1 Lomba Video Produk Berkah Berlimpah Bank Mega Syariah.
Sebelumnya, ia juga tercatat sebagai Lulusan Terbaik II MAN Jeneponto dan memiliki lebih dari 20 prestasi di tingkat perguruan tinggi, regional, maupun nasional.
Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan dirinya. Setiap ruang memberikan pembelajaran yang berbeda, baik dalam membangun pengetahuan, keterampilan profesional, maupun kemampuan berinteraksi dengan masyarakat.
Pendidikan sebagai Perjalanan yang Terus Berlanjut
Perjalanan Ismail dari D3 hingga S2 menunjukkan bahwa kesempatan pendidikan dapat hadir melalui berbagai jalur.
Bidikmisi membantunya memulai pendidikan tinggi, Beasiswa Bank Mega Syariah mendukungnya menyelesaikan studi sarjana sambil bekerja, sementara NAMA Foundation membuka kesempatan untuk melanjutkan pendidikan magister.
Namun, perjalanan tersebut bukan sekadar tentang meraih tiga beasiswa dan gelar akademik. Ada proses belajar, pengalaman kerja, serta keterlibatan organisasi yang turut membentuk kapasitas dirinya.
Kini, setelah menyelesaikan pendidikan D3 dan S1, Ismail kembali menempuh pendidikan magister di Universitas Hasanuddin.
Perjalanannya menjadi pengingat bahwa beasiswa dapat membuka akses pendidikan, sementara ketekunan dan kemampuan memanfaatkan kesempatan menjadi bagian penting untuk terus berkembang.
Pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang meraih gelar setinggi mungkin, tetapi juga tentang memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan, dan menjadikan pengetahuan sebagai bekal untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.


