Selama ini dopamin sering disebut "hormon bahagia". Para penulis meluruskan anggapan itu. Dopamin sebenarnya adalah molekul keinginan, bukan kepuasan. Ia mendorong kita untuk mengejar, mencari, dan membayangkan masa depan. Ketika tujuan tercapai, justru zat lain seperti serotonin dan endorfin yang memberi rasa cukup dan tenang.
Buku ini membagi kerja otak menjadi dua kubu. Sistem dopamin hidup di masa depan: ia penuh rencana, mimpi, dan kegelisahan produktif. Sistem "di sini dan sekarang" hidup di masa kini: ia menikmati hubungan, sentuhan, dan momen yang nyata. Kehidupan yang sehat membutuhkan keduanya.


