menyiapkan technofinancepreneur syariah ketika teknologi harus berjalan seiring dengan nilai islam - News | Good News From Indonesia 2026

Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah: Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam

Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah: Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam
images info

Oleh: Dr. Nevi Hasnita, M.Ag dan Ana Fitria, S.E, M. Sc.
Keduanya tergabung dalam tim penelitian Evaluasi Integrasi Digital Islam dalam Kurikulum OBE, Puslitpen LP2M UIN Ar-Raniry (2026). Tim penelitian ini turut dibantu oleh Inayah Putri Marwa, dan Teuku Ananta Aulia.

Transformasi digital telah mengubah wajah industri keuangan. Layanan perbankan yang dahulu identik dengan kantor fisik, dokumen, dan antrean panjang kini dapat diakses melalui telepon pintar. Pembayaran, transfer dana, pengajuan pembiayaan, hingga berbagai layanan keuangan lainnya semakin terhubung dengan teknologi digital. Di balik kemudahan tersebut, muncul pertanyaan penting bagi dunia pendidikan tinggi: apakah perguruan tinggi telah menyiapkan lulusan yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan industri keuangan di era digital?

Pertanyaan ini menjadi semakin relevan bagi program studi perbankan syariah. Sebab, tantangan yang dihadapi bukan sekadar menghasilkan lulusan yang memahami teori perbankan, akad, dan prinsip ekonomi Islam. Perguruan tinggi juga dituntut membentuk sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan teknologi, membaca perubahan pasar, mengembangkan inovasi, serta menjaga amanah dan etika dalam praktik keuangan.

Dengan kata lain, masa depan perbankan syariah membutuhkan lebih dari sekadar lulusan yang melek digital. Kita membutuhkan generasi technofinancepreneursyariah: generasi yang mampu mempertemukan kompetensi teknologi, keuangan, kewirausahaan, dan nilai-nilai Islam dalam satu kesatuan.

Ketika kurikulum harus bergerak lebih cepat

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.