Kearifan lokal mengajarkan banyak hal. Salah satunya cara bertahan di kemarau panjang.
Tujuh tempayan berjejer di samping rumah Yaya di Gang Mendawai Laut, Jalan Imam Bonjol, Pontianak. Sebagian sudah ia tandaskan untuk keperluan rumah sejak hujan berhenti singgah. Sebagian masih jadi napas dahaga sampai kabar baik itu tiba.
βAlhamdulillah ya karena nggak perlu ngantri galon berhari-hari, kayak kebanyakan orang di sini,β cerita perempuan 42 tahun tersebut.
Awalnya, air yang mengisi tempayan-tempayan itu seluruhnya berasal dari langit. Namun, nikmat itu perlahan menjadi semakin jarang.
Ketika air hujan tak lagi cukup, Yaya mulai memanfaatkan air leding. Saat itu, rasanya masih tawar. Belum seperti sekarang. Air tersebut kemudian dicampurkan dengan air hujan dan dibiarkan mengendap sebelum digunakan untuk kebutuhan dapur.
Baca Selengkapnya

