Apakah Kawan pernah menggunakan lampu pelita sebagai alat penerangan ketika malam hari? Lampu pelita merupakan salah satu alternatif penerangan yang digunakan di masa lampu, khususnya bagi daerah yang belum mendapatkan pasokan listrik secara merata.
Lampu pelita yang terbuat dari bahan sederhana ini sering menjadi pilihan untuk sumber cahaya. Apalagi nilai ekonomis yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan lilin atau petromaks menjadi segelintir alasan mengapa lampu pelita sering menjadi pilihan sebagai alat penerangan di malam hari.
Pada saat ini penggunaan lampu pelita mungkin tidak semasif dulu, terlebih di kota-kota besar yang ada di Indonesia. Pasokan listrik yang sudah menjangkau banyak daerah membuat penerangan di setiap rumah bisa menggunakan bohlam atau bola lampu saja.
Akan tetapi, Kawan masih bisa menemukan penggunaan lampu pelita ini di beberapa momen tertentu. Salah satunya adalah penggunaan lampu pelita ketika menyambut momen Ramadhan di beberapa daerah yang ada di Indonesia.
Biasanya masyarakat akan memasang lampu pelita di pekarangan rumahnya masing-masing. Hal ini dilakukan sebagai wujud suka cita atas datangnya bulan suci dalam agama Islam tersebut.
Lantas bagaimana penjelasan lebih lanjut tentang lampu pelita yang menjadi solusi penerangan ketika sebuah wilayah belum mendapatkan pasokan listrik secara merata?
Mengenal Lampu Pelita
Lampu pelita merupakan salah satu pilihan perangkat pencahayaan yang digunakan sebagai alat penerangan di masa lalu. Secara konsep, alat yang satu ini sebenarnya tidak berbeda jauh dengan lampu petronas.
Akan tetapi, bentuk dari lampu petronas jauh lebih bagus jika dibandingkan dengan lampu pelita. Biasanya lampu petronas sudah dijual dengan bentuk cetakan tertentu di pasaran.
Lain halnya dengan lampu pelita yang dibuat secara manual oleh masyarakat. Apalagi bahan baku yang digunakan untuk lampu pelita ini cukup mudah untuk ditemukan.
Kawan hanya perlu menyiapkan sebuah kaleng bekas dan seutas tali yang nantinya akan dijadikan sumbu. Kemudian Kawan hanya perlu menyiapkan minyak tanah sebanyak yang bisa ditampung oleh kaleng tersebut dan jadilah sebuah lampu pelita.
Salah satu alasan mengapa lampu pelita sering digunakan sebagi solusi pencahayaan di malam hari adalah nilai ekonomis yang tidak semahal alat penerangan lainnya, seperti lilin atau lampu petronas. Misalnya ketika masyarakat menggunakan lilin sebagai alat penerangan, maka mereka mesti membeli kembali ketika semua persediaan sudah habis digunakan.
Di sisi lain, masyarakat hanya perlu mempersiapkan minyak tanah atau sejenisnya untuk digunakan sebagai bahan bakar ketika menggunakan lampu pelita. Apalagi masyarakat juga bisa memanfaatkan minyak jelantah sisa dari penggorengan untuk dijadikan bahan bakar.
Hal ini seperti yang dijelaskan Hasanuddin dkk. dalam artikelnya yang berjudul "Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Lampu Pelita Berbahan Minyak Jelantah di Desa Asaan Sulteng." Dengan memanfaatkan minyak jelantah ini, pengeluaran masyarakat tentu akan bisa lebih berkurang lagi ketika menggunakan lampu pelita.
Cara Membuat Lampu Pelita
Seperti yang sudah disinggung pada bagian sebelumnya, cara membuat lampu pelita ini sebenarnya tidak terlalu susah untuk Kawan lakukan. Kawan hanya perlu menyiapkan sebuah kaleng, tali, pipa kecil, dan perkakas yang dibutuhkan ketika ingin membuat lampu pelita.
Kawan bisa membersihkan kaleng bekas yang akan digunakan terlebih dahulu. Kemudian bolongi bagian tengah penutup atas kaleng tersebut.
Pada bagian ini, Kawan bisa memasukkan pipa yang nantinya berfungsi sebagai tempat masuk tali yang menjadi sumbu cahaya lampu pelita. Pastikan untuk menggunakan tali yang tidak terbuat dari plastik agar bisa menyalurkan minyak tanah yang menjadi bahan bakar lampu pelita.
Selain itu, pipa ini juga bisa menjadi tempat masuk minyak tanah yang akan digunakan sebagai bahan bakar. Dengan demikian, Kawan bisa lebih mudah mengganti minyak tanah tanpa perlu membuat lubang yang besar pada kaleng lampu pelita tersebut.
Setelah semua bagian selesai dibuat, Kawan hanya perlu mengisi minyak tanah sesuai dengan keperluan. Kemudian masukkan kembali sumbu lampu pelita dan bakar. Nantinya cahaya dari lampu pelita ini akan terus menyala selagi minyak tanah yang ada di dalam kaleng tersebut masih tersedia.
Sumber:
- Hasanuddin, dll. "Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Lampu Pelita Berbahan Minyak Jelantah di Desa Asaan Sulteng." Jurnal Pengabdian Teknik Industri 1.1 (2022): 13-20.


