bali siap punya kereta api kai dan pemprov bali mulai susun rencana besar - News | Good News From Indonesia 2026

Bali Siap Punya Kereta Api? KAI dan Pemprov Bali Mulai Susun Rencana Besar

Bali Siap Punya Kereta Api? KAI dan Pemprov Bali Mulai Susun Rencana Besar
images info

Kereta api di Bali/KAI


Bali tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia. Di balik gemerlap pariwisatanya, Pulau Dewata juga menghadapi tantangan mobilitas yang semakin kompleks. Pertumbuhan ekonomi, meningkatnya kunjungan wisatawan, hingga padatnya pergerakan masyarakat membuat kebutuhan akan sistem transportasi yang terintegrasi semakin penting.

Peluang menghadirkan transportasi berbasis rel di Bali kini mulai dikaji secara resmi. PT Kereta Api Indonesia (Persero), Pemerintah Provinsi Bali, dan Pemerintah Kabupaten Badung menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Rencana Pengembangan Perkeretaapian di Provinsi Bali, Selasa (1/9).

Kesepakatan tersebut ditandatangani Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Ketiganya sepakat menyiapkan kajian dan memperkuat koordinasi sebagai tahap awal rencana pengembangan perkeretaapian di Bali.

Langkah ini datang ketika aktivitas ekonomi dan pariwisata Bali menunjukkan pertumbuhan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, ekonomi Bali pada Triwulan II-2026 tumbuh 5,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. PDRB atas dasar harga berlaku pada periode tersebut mencapai Rp89,27 triliun.

Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi kontributor terbesar dengan porsi 21,91 persen.

“Perkembangan ekonomi dan aktivitas pariwisata Bali perlu diikuti dengan perencanaan transportasi yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas ke depan. Melalui kesepakatan ini, kami bersama pemerintah daerah mulai mempelajari bagaimana perkeretaapian dapat menjadi bagian dari pengembangan sistem transportasi Bali,” ujar Bobby.

Geliat pariwisata di Bali 

Geliat pariwisata juga terlihat dari arus wisatawan mancanegara. BPS mencatat wisatawan mancanegara yang datang langsung ke Bali pada Juni 2026 mencapai 605.013 kunjungan, meningkat 4,63 persen dibandingkan Mei 2026 sebanyak 578.251 kunjungan.

Pada bulan yang sama, jumlah penumpang penerbangan internasional yang berangkat dari Bali mencapai 650.838 orang, naik 4,93 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penumpang penerbangan domestik yang berangkat dari Bali juga tercatat 329.891 orang atau meningkat 4,68 persen.

Bukan Sekadar Wacana, Kajian Mulai Disiapkan

Di tengah angka-angka tersebut, rencana pengembangan kereta api Bali masih berada pada tahap awal. KAI bersama pemerintah daerah akan lebih dulu mempelajari kebutuhan dan kelayakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Menurut Bobby, karakter Bali yang menjadi salah satu pusat pariwisata Indonesia membuat perencanaan transportasi harus mempertimbangkan keterhubungan berbagai kawasan dan moda.

“Bali memiliki karakter mobilitas dan pengembangan wilayah yang khas. Karena itu, kebutuhan, potensi, integrasi antarmoda, hingga kelayakan pengembangan perkeretaapian perlu dipelajari secara menyeluruh agar rencana yang disiapkan memiliki dasar yang kuat dan sesuai dengan kebutuhan daerah,” kata Bobby.

Ruang lingkup kesepakatan mencakup inventarisasi data dan informasi, penyusunan kajian kelayakan dan/atau Detail Engineering Design (DED), integrasi antarmoda, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta koordinasi dengan kementerian/lembaga, badan usaha, dan pemangku kepentingan terkait.

Kesepakatan Bersama tersebut berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani dan dapat ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama sesuai kewenangan masing-masing pihak.

KAI pun menegaskan bahwa setiap tahapan akan dilakukan secara hati-hati. Pengalaman KAI di bidang perkeretaapian akan menjadi bagian dari proses kajian, tetapi keputusan pengembangan tetap harus didasarkan pada aspek kelayakan dan regulasi.

“KAI siap membawa pengalaman dan kompetensi perkeretaapian dalam proses kajian bersama. Setiap tahap akan disiapkan secara cermat, prudent, dan sesuai regulasi agar rencana yang dihasilkan feasible serta memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas masyarakat dan pengembangan wilayah Bali,” tutup Bobby.

Dengan ditandatanganinya kesepakatan ini, kereta api Bali belum benar-benar hadir di atas rel. Namun, sebuah langkah awal telah dibuat. Jika hasil kajian nantinya menunjukkan kelayakan, bukan tidak mungkin transportasi berbasis rel menjadi bagian baru dari wajah mobilitas Pulau Dewata di masa depan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.