Bangkok tidak hanya terkenal dengan kuil-kuil megahnya. Ibu kota Tailan ini ternyata juga menyimpan jejak Muslim Nusantara.
Di tengah hiruk-pikuknya, berdiri sebuah tempat ibadah bernama Masjid Indonesia. Masjid ini menjadi tempat beribadah warga Muslim setempat maupun wisatawan.
Tempat ibadah ini berada di gang Polo 5 Alley, Lumphini, Distrik Pathum Wan, Bangkok. Lokasinya berada tidak jauh dari Witthayu Road atau Wireless Road, sebuah kawasan bisnis yang sibuk di pusat kota. Posisi masjid ini juga sangat dekat dengan jalur hijau Green Mile yang menghubungkan Taman Lumphini dan Benjakitti.
Akses menuju lokasi masjid dapat ditempuh dengan mudah hanya berjalan kaki sekitar 200 meter menyusuri Soi Polo. Di sepanjang gang yang sempit ini, terdapat deretan rumah tinggal warga serta beberapa warung makanan berlogo halal.
Dibangun di Atas Tanah Wakaf Keturunan Indonesia
Masjid Indonesia didirikan pada tahun 1949 di atas tanah wakaf warga keturunan Indonesia. Tokoh yang memimpin pendirian dan pembangunannya saat itu adalah Al-Marhum Haji Salae. Dengan izin dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok, rumah ibadah ini resmi dinamakan Masjid Indonesia.
Pada awal pembangunannya, warga sekitar mendirikan sebuah struktur kayu sederhana untuk ibadah salat harian. Renovasi berkala kemudian dilakukan dari waktu ke waktu untuk mengganti dinding kayu menjadi bangunan beton yang lebih kokoh. Meski terus dipugar, batas tanah wakaf aslinya tidak pernah berubah sejak pertama kali diserahkan.
Keberadaan masjid ini menambah daftar panjang bukti sejarah peradaban diaspora Jawa di ibu kota Tailan. Selain tempat ini, terdapat pula Masjid Jawa di Sathorn yang juga dibangun oleh keturunan Jawa.
Masjid Jawa sendiri memang terletak di Kampung Jawa yang dihuni oleh masyarakat keturunan Jawa. Sosok penting di balik pendirian masjid ini adalah Haji Muhammad Saleh, mertua pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Bahkan, keturunan KH Dahlan pun masih ada yang tinggal di sekitar masjid yang konon sudah ada sejak tahun 1906 ini.
https://
(Preview akan muncul di halaman artikel)
Desain Arsitektur Hijau Tiga Lantai
Dari luar gang, bangunan masjid ini sangat mudah dikenali karena dicat dengan kombinasi warna hijau dan putih. Atap bangunan beton ini dilengkapi dengan kubah kecil berwarna hijau yang khas. Di bagian depan, terdapat halaman semen berpaving dengan pagar besi hijau serta tempat wudu berubin bersih.
Masjid ini memiliki struktur beton modern yang terdiri dari tiga lantai. Lantai dasar berfungsi sebagai area masuk utama, sedangkan lantai dua dan lantai tiga digunakan untuk tempat salat berjamaah. Khusus untuk mimbar khotbah utama diletakkan di lantai paling atas atau lantai tiga.
Walaupun bagian dalam masjid tidak terlalu luas, ruangan salat ini tetap terasa sejuk dan sangat nyaman. Hal ini menjadikannya tempat yang sangat cocok untuk beribadah sekaligus beristirahat sejenak di tengah panasnya kota Bangkok.
Selain sejarahnya yang unik, masjid ini aktif digunakan untuk salat lima waktu, salat Jumat, belajar agama, hingga perayaan hari besar. Uniknya, jemaahnya bukan hanya berasal dari warga setempat, tapi juga pegawai Kedutaan Besar Malaysia yang lokasinya berdekatan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


