dongkrak produktivitas warga situgede ipb university berdayakan masyarakat lewat budidaya ikan nila - News | Good News From Indonesia 2026

Dongkrak Produktivitas Warga Situgede, IPB University Berdayakan Masyarakat lewat Budidaya Ikan Nila

Dongkrak Produktivitas Warga Situgede, IPB University Berdayakan Masyarakat lewat Budidaya Ikan Nila
images info

Pemaparan materi oleh Wildan Nurussalam S.Pi., M.Si.


Setiap desa di Indonesia pada dasarnya menyimpan kekayaan potensi yang luar biasa, mulai dari ketersediaan lahan pekarangan, keberadaan sumber daya air yang melimpah, hingga semangat kebersamaan warga yang masih kental.

Namun, potensi desa yang besar ini kerap kali belum tergali secara optimal dan berakhir menjadi aset yang tidak terolah. Padahal, dengan sedikit sentuhan inovasi dan pendampingan yang tepat, potensi lokal tersebut mampu diubah menjadi penggerak roda ekonomi warga yang sangat produktif.

Gambaran inilah yang terlihat di RW 09 Kelurahan Situgede, Kabupaten Bogor. Wilayah tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan di sektor perikanan. Menangkap peluang emas tersebut, sinergi antara akademisi dan mahasiswa IPB University hadir melangkah bersama warga lewat program Dosen Pulang Kampung dengan Aquaculture Bina Desa dari Divisi Sosial dan Lingkungan Himpunan Mahasiswa Akuakultur (HIMAKUA) IPB University.

Pemberdayaan ini digelar di Aula Masjid RW 09, Kelurahan Situgede, Kabupaten Bogor, pada Selasa, 25 Agustu 2026. Kegiatan itu mengusung tema “Optimalisasi Teknik Pemeliharaan Ikan Nila Berbasis Inovasi dan Praktik Lapangan untuk Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Pembudidaya Lokal Bogor”.

baca juga

Acara disambut hangat oleh sekitar 30 peserta, mulai dari Sekretaris Kelurahan Situgede, Ketua RW 09, jajaran Ketua RT, Ketua Karang Taruna, hingga kelompok warga lokal menegaskan komitmen bersama dalam memajukan potensi desa.

Sesi foto bersama antara warga dengan dosen dan mahasiswa
info gambar

Sesi foto bersama antara warga dengan dosen dan mahasiswa


Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi komprehensif mengenai teknik budidaya ikan nila agar produktivitas pembudidaya dapat meningkat secara signifikan.

Dalam sesi pemaparannya, dosen Departemen Budidaya Perairan IPB University, Wildan Nurussalam, S.Pi., M.Si., menekankan pentingnya kedisiplinan dalam mengelola parameter lingkungan kolam.

Menurutnya, kegagalan yang sering dialami pembudidaya lokal umumnya dipicu oleh kelalaian dalam menjaga kualitas air serta kurangnya langkah pencegahan penyakit sejak dini.

"Manajemen pembesaran yang tepat harus diimbangi dengan kontrol pemberian pakan dan penanganan air yang terukur. Tanpa tata kelola yang presisi, efisiensi pertumbuhan ikan nila tidak akan tercapai secara optimal," tegas Wildan di hadapan para peserta.

baca juga

Selain tata kelola kolam, persoalan lonjakan harga pakan komersial juga menjadi perhatian mendesak bagi para pembudidaya. Menjawab tantangan tersebut, dosen Departemen Budidaya Perairan IPB University, Talita Shofa Adestia, S.Farm., M.Imun., memperkenalkan inovasi pemanfaatan Azolla sp.

Tanaman paku air kaya protein ini dinilai menjadi solusi ideal untuk menekan biaya operasional pakan buatan tanpa mengorbankan kualitas pertumbuhan ikan.

"Kandungan nutrisi Azolla sangat mendukung laju pertumbuhan ikan nila. Azolla yang dibudidayakan secara mandiri di pekarangan rumah dapat menekan biaya operasional dari kebutuhan pakan buatan," papar Talita.

KKN IPB
info gambar

Sesi diskusi dan tanya jawab antara warga dengan narasumber


Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang sesi diskusi interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi langsung mengenai langkah-langkah teknis budidaya Azolla hingga strategi menjaga kualitas air kolam harian.

Keterlibatan aktif dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari aparatur kelurahan hingga pemuda Karang Taruna, memperkuat sinergi lokal dalam menciptakan ketahanan pangan berbasis perikanan.

Inisiatif kolaboratif antara gagasan akademisi IPB University dan aksi nyata mahasiswa HIMAKUA ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi pijakan berkelanjutan untuk melahirkan kelompok pembudidaya ikan nila di Situgede yang mandiri, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AH
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.