Setiap mendengar kata “Pramuka”, hampir sebagian besar orang mungkin akan mengingat kegiatan masa sekolah dengan seragam berwarna cokelat, berdiri atau duduk di lapangan yang hampir selalu berada di bawah teriknya matahari siang.
Pramuka bisa dikatakan sebagai kegiatan yang terkadang membuat beberapa siswa ingin kabur karena merasa seperti sedang dijemur. Namun, di balik panasnya lapangan dan berbagai aktivitas yang melelahkan, singkatan dari Praja Muda Karana ini ternyata menyimpan banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi sebagian siswa, Pramuka mungkin identik dengan kegiatan baris-berbaris, berkemah, membuat berbagai macam simpul, hingga belajar memahami berbagai bentuk sandi.
Padahal, kepramukaan juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar bekerja sama, bertanggung jawab, mandiri, dan disiplin. Nilai-nilai tersebut tidak berhenti ketika sudah selesai, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melansir dari Itjen Kemendikdasmen, anak pramuka dilatih agar lebih terasah pada pembentukan karakter dan keterampilan sosial, belajar di alam bebas, melatih kepemimpinan, hingga mendorong pengabdian kepada masyarakat serta membangun persahabatan.
Berbagai nilai tersebut menjadi bekal bagi siswa untuk menghadapi kehidupan sehari-hari, baik selama berada di lingkungan sekolah maupun ketika memasuki kehidupan bermasyarakat.
Tidak hanya memberikan pengalaman melalui kegiatan kepramukaan secara umum, anggota yang ingin mengembangkan minat dan keterampilan dalam bidang tertentu bisa bergabung di Satuan Karya Pramuka atau Saka.
Melansir dari pramuka.or,id ada berbagai macam Saka dalam Pramuka, yaitu:
- Saka Bahari untuk bidang Kebaharian,
- Saka Dirgantara untuk bidang Kedirgantaraan,
- Saka Bhayangkara untuk bidang Keamanan dan Ketertiban,
- Saka Tarunabumi untuk bidang Pertanian,
- Saka Wanabakti untuk bidang Kehutanan,
- Saka Bakti Husada untuk bidang Kesehatan,
- Saka Kencana untuk bidang Kependudukan dan Keluarga Berencana,
- Saka Wira Kartika untuk bidang Matra Darat,
- Saka Kalpataru untuk bidang Lingkungan,
- Saka Widya Budaya Bakti untuk bidang Kebudayaan (termasuk Pendidikan Usia Dini),
- Saka Pariwisata untuk bidang Kepariwisataan, dan
- Saka Pom untuk bidang Pengawasan Obat serta Makanan.
Saka biasanya diperuntukkan bagi anggota Pramuka Penegak dan Pandega yang ingin mengembangkan minat, bakat, pengetahuan, serta keterampilan di bidang tertentu.
Ini menunjukkan bahwa Pramuka bukan sekadar kegiatan yang dilakukan di lapangan dengan seragam cokelat. Nyatanya, di balik rasa lelah dan bosan selama beraktivitas, ada pengalaman yang mungkin baru terasa berarti setelah seseorang meninggalkan bangku sekolah.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

