Semangat pelestarian budaya mewarnai pertemuan antara Tim Ekspedisi Patriot UI dan para pemangku adat Kampung Werianggi, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat. Pada Jumat malam, 28 Agustus 2026, Tim Patriot UI dan para pemangku adat berkumpul bersama di Gedung Persekutuan Kuweta untuk menggelar sesi pengumpulan data sejarah dan tatanan adat lokal, sekaligus diskusi persiapan musyawarah adat, sekolah budaya, festival budaya.
Sesi diskusi berlangsung mulai dari pukul 19.00 hingga 23.00 WIT. Pertemuan ini dihadiri oleh lima tim Patriot UI beserta jajaran tokoh kunci adat, antara lain Ketua Dewan Adat, Yohanis Godlief Kurube; Kepala Marga Kurube, John Kurube; Kepala Marga Werianggi, Marcus Werianggi; Kepala Marga Tatiorim, Salmon Tatiorim; Mama Suku, Veronika Werianggi; Tokoh Adat Kuweta, Melkianus Wettebossy; serta beberapa pemangku adat lainnya.
Ekspedisi Patriot merupakan program nasional di bawah Kementerian Transmigrasi yang bekerja sama dengan sepuluh perguruan tinggi di Indonesia. Program ini dirancang untuk tidak berhenti pada evaluasi kawasan, melainkan turun tangan langsung memberikan dampak nyata.
Di Kampung Werianggi, Teluk Wondama, misi besar ini diterjemahkan salah satunya melalui kerja sama dengan para aktor lokal untuk mengembangkan community-based cultural tourism.
Di bawah kepemimpinan Dr. Rias Antho Rahmi Suharjo, S.S., S.Pd., M.A., CertDA, dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI (DPIS UI), tim Ekspedisi Patriot UI yang beranggotakan Devita Putri Hanjari, S.Hum., Maharani Arfila, S.Hum., Sausan Fajar Alamislami, S.Sos., Pendiron Indra Enumbi, S.Pol., dan Arya Agung Siregar, S.Ag., hadir dengan fokus utama pada Pengembangan Rumah Budaya Papua sebagai Pusat Aktualisasi Kebudayaan dan Ekosistem Pariwisata Berkelanjutan.
"Diskusi yang diadakan hari ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan mengonfirmasi beberapa hal terkait rencana ke depan, seperti musyawarah adat, sekolah budaya, dan festival budaya. Kami harap informasi yang dikumpulkan hari ini dapat membantu kelancaran kegiatan ke depan dan memastikan berjalannya community based cultural tourism yang direncanakan. Selain itu, saya juga ingin mengapresiasi semangat masyarakat adat, yang juga memotivasi kami untuk bekerja keras," ujar Devita Putri Hanjari, anggota tim Ekspedisi Patriot UI.

Ketua Dewan Adat Marga Kuweta, Yohanis Godlief Kurube sedang memberikan penjelasan kepada Tim Patriot | Dokumentasi Pribadi
Proses pengumpulan informasi dan diskusi dilakukan secara bergantian. Setiap perwakilan tim menyampaikan topik serta pertanyaan spesifik yang dibutuhkan, seperti aspek sejarah, aturan adat, pemetaan potensi lokal, dan festival budaya.
Para tokoh adat kemudian menjawab secara bergantian dan saling melengkapi kisah yang diwariskan oleh orang tua serta leluhur mereka. Diskusi ini juga ditujukan untuk membahas tiga agenda besar yang akan diadakan di masa depan, yaitu Musyawarah Adat, Sekolah Budaya, dan Festival Budaya.
Musyawarah adat akan menjadi wadah dialog inklusif yang menjembatani pandangan masyarakat adat, warga transmigran, dan Tim Patriot untuk membangun kesepahaman bersama dalam mengelola potensi kampung.
Sementara itu, Sekolah Budaya disiapkan sebagai ruang transfer pengetahuan yang menjadi bagian dari misi Rumah Budaya Papua. Seluruh kegiatan ini juga akan beririsan dengan Festival Budaya, yang disiapkan sebagai ajang promosi pariwisata berbasis komunitas untuk memperkenalkan Kampung Werianggi ke tingkat yang lebih luas.

Anggota Tim Patriot UI sedang mengikuti sesi diskusi dan pengumpulan adat di Gedung Persekutuan Kuweta | Dokumentasi Pribadi
Tingginya antusiasme serta keaktifan masyarakat adat menjadi dorongan besar bagi tim dalam menyusun basis data yang akurat. Data yang terverifikasi ini akan menjadi pijakan utama dalam merancang serta merealisasikan berbagai program pengabdian masyarakat yang relevan dan berkelanjutan di Kampung Werianggi.
Rangkaian forum berakhir pada pukul 23.30 WIT dan ditutup dengan sesi foto bersama antara tim Patriot UI dan seluruh pemangku adat Persekutuan Kuweta.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


