kawal ruu perampasan aset aliansi mahasiswa universitas terbuka gelar aksi di depan gedung dpr ri - News | Good News From Indonesia 2026

Aliansi Mahasiswa Universitas Terbuka Suarakan Dinamika Pengesahan RUU Perampasan Aset di DPR RI

Aliansi Mahasiswa Universitas Terbuka Suarakan Dinamika Pengesahan RUU Perampasan Aset di DPR RI
images info

Massa Aliansi Mahasiswa Universitas Terbuka saat memadati kawasan Senayan dalam aksi pengawalan RUU Perampasan Aset | Foto: Dokumentasi Fodisut


Penyusunan dan pembahasan regulasi penegakan hukum di Indonesia terus mendapat pengawasan kritis dari kalangan sivitas akademika.

Pada Kamis, 27 Agustus 2026, gelombang solidaritas mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Terbuka yang meliputi Forum Studi Ilmu Hukum (Fodisut), UT Jakarta, dan UT Bogor menggelar aksi penyampaian aspirasi secara langsung di Senayan, Jakarta.

Halo, Kawan GNFI! Kehadiran massa aksi beralmamater kuning ini menjadi bukti nyata bahwa semangat mahasiswa Universitas Terbuka bukan hanya bergelut di dalam lembaran literatur perkuliahan, melainkan juga hadir secara konsisten di tengah ruang publik untuk mengawal isu strategis nasional.

Dinamika Eskalasi Lapangan Demi Menjangkau Kompleks Parlemen

Rangkaian penyampaian aspirasi ini diawali sejak pukul 10.00 WIB. Massa aksi terlebih dahulu melakukan konsolidasi taktis serta penataan barisan di kawasan halte dekat Universitas Moestopo, Senayan. Tepat pukul 13.00 WIB, rombongan mahasiswa memulai aksi long march menuju kompleks parlemen DPR RI.

Sepanjang rute aksi, pergerakan mahasiswa menghadapi tiga titik penyekatan oleh aparat pengamanan. Penyekatan pertama terjadi di Jalan Asia Afrika oleh jajaran reserse dan Satpol PP. Melalui pendekatan komunikasi yang persuasif dan tertib, rombongan berhasil melintas, kemudian melakukan briefing komando sejenak di depan Gedung Kemenpora.

baca juga

Perjalanan berlanjut menuju titik penyekatan kedua di Jalan Gerbang Pemuda, di mana proses negosiasi antara perwakilan mahasiswa dan petugas kepolisian berlangsung secara intensif hingga jalur aksi kembali dibuka.

Eskalasi tertinggi terjadi pada penyekatan ketiga di Jalan Gatot Subroto. Di titik ini, proses diplomasi lapangan berlangsung sangat ketat dan memakan waktu hingga 40 menit, bahkan sempat diwarnai ketegangan fisik berupa kontak dorong antara massa aksi dan petugas pengamanan.

Kendati demikian, komitmen mahasiswa untuk menjaga keutuhan aksi damai membuahkan hasil. Barisan Aliansi Mahasiswa UT berhasil menembus penyekatan akhir dan tiba tepat di depan gerbang utama Gedung DPR RI untuk mendirikan panggung orasi serta membacakan pernyataan sikap.

Barisan massa Aliansi Mahasiswa Universitas Terbuka saat bertahan di area penyekatan jalan sebelum berhasil menembus gerbang DPR RI. Foto: Dokumentasi Fodisut
info gambar

Barisan massa Aliansi Mahasiswa Universitas Terbuka saat bertahan di area penyekatan jalan sebelum berhasil menembus gerbang DPR RI. Foto: Dokumentasi Fodisut


Struktur Manajemen Aksi yang Terorganisasi secara Sistematis

Kelancaran dan ketertiban penyampaian aspirasi hingga aksi berakhir pukul 16.00 WIB ditopang oleh struktur pengorganisasian yang matang.

Aksi ini dipimpin oleh Nita selaku Ketua Aksi sekaligus Penanggung Jawab utama, dengan dukungan Nisa sebagai Penghubung Antar-Aliansi yang menggalang komunikasi lintas elemen.

Koordinasi teknis pergerakan massa di lapangan dikomandoi oleh tiga koordinator lapangan, yaitu Irwansyah sebagai Koorlap Fodisut, Reza sebagai Koorlap UT Jakarta, serta Restu sebagai Koorlap UT Bogor.

Aspek keselamatan dan ketertiban peserta dijaga oleh Hartono di divisi keamanan, serta didukung penuh oleh kesiapan tim logistik dan tim kesehatan yang siaga sepanjang jalannya kegiatan hingga massa membubarkan diri secara tertib.

baca juga

Tiga Tuntutan Utama: Transparansi hingga Percepatan Pengesahan

Dalam pernyataan sikap resmi di depan gerbang parlemen, Aliansi Mahasiswa UT menekankan urgensi pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai instrumen yuridis krusial untuk pemberantasan korupsi dan pemulihan kerugian keuangan negara. Tuntutan utama tersebut terbagi dalam tiga poin substansial:

  1. Transparansi Proses Pengesahan: Menuntut keterbukaan publik secara komprehensif pada setiap tahapan perumusan dan pembahasan RUU Perampasan Aset di DPR RI.
  2. Publikasi Draf Terbaru: Mendorong DPR RI untuk mempublikasikan draf pembahasan serta laporan perkembangan paling mutakhir agar dapat dikaji secara akademis oleh masyarakat luas.
  3. Percepatan Pengesahan RUU Perampasan Aset: Mengesahkan regulasi ini tanpa penundaan timeline yang berlarut-larut demi memberikan kepastian hukum dan efek jera terhadap tindak pidana korupsi.
Mahasiswa Aliansi UT membentangkan poster tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset di tengah aksi penyampaian aspirasi di Senayan. Foto: Dokumentasi Fodisut
info gambar

Mahasiswa Aliansi UT membentangkan poster tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset di tengah aksi penyampaian aspirasi di Senayan. Foto: Dokumentasi Fodisut


Manifestasi Peran Mahasiswa UT sebagai Pengawal Demokrasi

Aksi konstitusional ini menegaskan bahwa fleksibilitas sistem pendidikan di Universitas Terbuka tidak mengurangi kepekaan kritis mahasiswa terhadap dinamika tata kelola negara.

Melalui penyampaian aspirasi yang terstruktur dan santun sejak titik kumpul hingga usai pukul 16.00 WIB, Aliansi Mahasiswa UT membuktikan komitmen akademisi muda dalam mengawal marwah hukum serta integritas demokrasi di Indonesia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

EL
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.