sejarah nusantara fakta menarik jembatan ampera yang jadi ikon kota palembang - News | Good News From Indonesia 2026

Sejarah Nusantara: Fakta Menarik Jembatan Ampera yang Jadi Ikon Kota Palembang

Sejarah Nusantara: Fakta Menarik Jembatan Ampera yang Jadi Ikon Kota Palembang
images info

Foto Pribadi_Muhammad Arsyadhiya Chelsea


Jembatan Ampera adalah ikon utama Kota Palembang yang sangat populer. Para wisatawan nasional maupun internasional menjadikannya sebagai salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi jika berkunjung ke Kota Palembang.

Jembatan ini membentang di atas Sungai Musi dan menghubungkan daerah Ulu dan Ilir. Keberadaannya menjadikan Jembatan Ampera sebagai salah satu infrastruktur vital di Kota Palembang.

Jembatan Ampera dibangun pada tahun 1962 sebagai simbol modernisasi serta bentuk pembangunan pada masa awal kemerdekaan. Pembangunannya menggunakan harta rampasan perang Jepang. Pada awalnya, Jembatan Ampera diberi nama Jembatan Soekarno, sesuai dengan nama presiden yang menjabat saat itu.

Namun, Soekarno menolak menggunakan namanya untuk menamai jembatan tersebut. Hal ini karena dikhawatirkan dapat menimbulkan perselisihan dengan sekelompok orang yang kontra terhadap Soekarno.

Pada akhirnya, jembatan ini diberi nama sesuai dengan slogan bangsa pada tahun 1960, yaitu Amanat Penderitaan Rakyat atau disingkat Ampera.

Namun, di balik itu semua, ada fakta menarik yang Kawan GNFI wajib tahu tentang Jembatan Ampera ini!

baca juga

Pada Awal Dibangun, Jembatan Ampera Tidak Berwarna Merah

Kawan GNFI wajib tahu, nih, Jembatan Ampera ternyata pernah berganti warna sebanyak tiga kali. Menurut warga setempat, perubahan warna Jembatan Ampera disesuaikan dengan warna partai politik pemenang pemilu pada periode tersebut.

Pada awal berdiri, Jembatan Ampera tidak berwarna merah seperti yang dikenal saat ini. Jembatan tersebut justru berwarna abu-abu pada periode 1965–1992.

Kemudian, pada periode 1992–2002, Jembatan Ampera kembali berganti warna menjadi kuning. Perubahan tersebut dikaitkan dengan partai politik pemenang pemilu pada saat itu yang identik dengan warna kuning.

Selain itu, penggunaan warna kuning juga dipengaruhi oleh kekuasaan Orde Baru yang dipimpin Presiden Soeharto kala itu.

Pada tahun 2002, Jembatan Ampera resmi bertransisi menjadi warna merah. Mengapa warna merah yang diusulkan? Harapannya, warna merah ini dapat menghidupkan wisata bahari Palembang.

Perubahan ini diusulkan oleh Wali Kota Palembang, Edy Santana, yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Palembang.

Jembatan Ampera Bisa Diangkat

Kita semua mungkin mengira bahwa Jembatan Ampera tidak bisa diangkat. Namun, faktanya, Jembatan Ampera memang bisa diangkat, lho, Kawan GNFI.

Pada saat pertama kali dirancang, bagian tengah Jembatan Ampera memang diperuntukkan agar dapat diangkat. Tujuan utamanya adalah agar kapal-kapal besar yang ingin melintas di bawah Jembatan Ampera dapat melaluinya dengan aman.

Namun, karena meningkatnya volume lalu lintas di Kota Palembang, Jembatan Ampera tidak memungkinkan lagi untuk diangkat. Hal tersebut dilakukan agar tidak menimbulkan kepadatan lalu lintas.

Selain itu, pada Kamis, 29 Maret 1973, untuk pertama kalinya Jembatan Ampera mengalami masalah teknis saat dioperasikan. Masalah utamanya adalah bagian jembatan tidak bisa diturunkan kembali setelah diangkat.

Masalah ini baru dapat diatasi setelah 2,5 jam dan menimbulkan kemacetan lalu lintas yang parah.

baca juga

Jembatan Terpanjang di ASEAN

Setelah diresmikan pada tahun 1965, jembatan kebanggaan masyarakat Palembang ini langsung menyandang predikat sebagai jembatan terpanjang di Asia Tenggara.

Jembatan Ampera memiliki panjang hingga 1.177 meter dan lebar hingga 22 meter. Selain itu, terdapat dua menara yang menjulang hingga 63 meter di kedua sisinya. Selain menara yang menjulang hingga 63 meter, Jembatan Ampera juga punya tinggi 11 meter di atas permukaan laut. Jarak antarmenaranya mencapai 75 meter.

Gimana Kawan GNFI? Setelah mengetahui fakta menarik tentang Jembatan Ampera, jadi makin tertarik mengunjungi Kota Palembang, bukan? Jangan lupa mampir ke jembatan kebanggaan masyarakat Palembang ini, ya, Kawan GNFI, jika sedang berlibur ke Kota Palembang!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.