Apakah kawan GNFI sebelumnya pernah mendengar nama Pulau Enggano? Mungkin kamu yang tinggal di provinsi Sumatera pasti tidak asing dengan nama wilayah ini terlebih lagi jika kamu merupakan masyarakat Bengkulu.
Pulau Enggano Bengkulu merupakan pulau kecil yang hanya memiliki luas ±400 km² dan terdiri dari enam suku.
Suku asli masyarakat ini terdiri dari: Kauno, Kaitora, Kaaohoa, Kaarubi dan Kaaruba, sedangkan terdapat satu suku bernama Kamay yang merupakan sebutan untuk masyarakat pendatang.
Pernahkah kamu bertanya-tanya kenapa nama Enggano terasa begitu asing, seolah bukan berasal dari bahasa lokal? Jawabannya karena penamaan Enggano bukan diberikan dari warga lokal melainkan dari pria Portugis yang mengalami kejadian tidak terduga.
Lokasi dan Akses Menuju Pulau Enggano
Bagi yang belum tahu Pulau Enggano dimana, wilayah ini secara administratif masuk ke Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, dengan koordinat 05° 23′ 21″ LS, 102° 24′ 40″ BT.
Akibat letaknya yang tepat di garis depan batas wilayah Indonesia dan langsung menghadap ke arah Samudra Hindia, daratan ini berada di bagian terluar Indonesia.
Untuk mengakses ke Pulau Enggano, kamu bisa memanfaatkan transportasi laut dan udara yang biasanya disewakan.
Sebagai catatan, daratan ini terpisah sepanjang 156 hingga 170 kilometer dari pusat Pemerintahan Provinsi Bengkulu. Oleh karena itu tidak akan heran kalau kamu akan menghabiskan banyak waktu di perjalanan.
Asal-Usul dan Arti Nama Enggano
Terdapat sekiranya satu cerita sejarah terkenal di balik penamaan Pulau Enggano, yaitu cerita terdamparnya pelaut asal Portugis. Pada awal abad ke-16 seorang pelaut Portugis bernama Alvaro atau Alonzo Talesso terdampar di sebuah pulau akibat kesalahan navigasi yang disebabkan oleh badai. Hingga pada akhirnya Talesso mengucapkan kata engano dalam bahasa Portugis yang memiliki arti tipuan.
Pada tahun 1596 Cornelis de Houtman, seorang pelaut dan pedagang asal Belanda menuliskan kata “Enggano” saat tiba di pulau ini. Dalam catatannya tertulis “05-06-1596 komt men bij het eerste Indische eiland: Enggano, ten westen van zuidelijk Sumatra”.
Jika diterjemahkan memiliki arti “05-06-1596 Tiba di pulau Hindia yang pertama: pulau Enggano, di sebelah barat pulau Sumatera bagian selatan”. Catatan ini tertulis saat dirinya bersama empat kapal ekspedisi yang bernama Mauritius, Hollandia, Amsterdam, dan Duyfken tiba di pulau ini.
Terlepas dari sebutan bangsa asing, masyarakat asli Enggano sebenarnya memiliki sebutan terhadap pulau yang mereka tinggali ini. Mengutip dari Indotren, È Loppeh adalah sebutan langsung penduduk asli dari bahasa Enggano yang memiliki arti “tanah”, “daratan” atau “bumi”.
Jejak China Kuno dalam Asal-Usul Masyarakat
Sejarah Pulau Enggano tidak hanya menarik di balik arti namanya, tetapi juga asal-usul masyarakatnya. Salah satu budayawan bernama Eko Rusyono menulis bukti temuannya dalam buku berjudul "Mengenal Budaya Enggano” bahwa penduduk asli wilayah ini merupakan keturunan China daratan. Argumen ini bukan tanpa dasar, sebab diperkuat dengan beberapa bukti yang tertinggal.
Berdasarkan wawancara yang dikutip dari SindoNews, salah satu bukti yang memperkuat adalah penemuan mata uang China kuno berjenis koin logam dengan tulisan Chien Ma (numismatic), dan angka 421 tertera di atas koin tersebut yang dipercaya sebagai tahun masehi. Kata Enggano juga dapat diartikan sebagai Rusa Bertanduk dalam bahasa China.
Dipercayai kalau masyarakat China daratan dapat bersinggah di wilayah ini karena mereka berlayar mengikuti jalur pelayaran Yunan. Dimulai dari provinsi Yunan, kemudian menuju Vietnam, berlanjut ke Semenanjung Malaya (Malaysia), hingga Sumatera, dan jalurnya akan menyebar ke seluruh wilayah Indonesia.
Dari kisah pelaut Portugis yang merasa “tertipu”, catatan pedagang Belanda, hingga jejak China Kuno yang ditemukan, Pulau Enggano membuktikan bahwa pulau kecil di batas terluar pun menyimpan sejarah panjang yang tak kalah megah dari daratan utama Indonesia. Dari sekian banyak cerita di atas, mana yang paling bikin Kawan GNFI penasaran?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


