legenda batu bulat jelmaan seorang pria cerita rakyat dari manggarai nusa tenggara timur - News | Good News From Indonesia 2026

Legenda Batu Bulat Jelmaan Seorang Pria, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur

Legenda Batu Bulat Jelmaan Seorang Pria, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur
images info

Legenda Batu Bulat Jelmaan Seorang Pria, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur | Pexels/EMR


Ada sebuah cerita rakyat dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur yang menceritakan tentang legenda Batu Bulat. Konon Batu Bulat ini dikisahkan sebagai jelmaan seorang pemuda tampan pada waktu itu.

Bagaimana kisah lengkap dari legenda Batu Bulat tersebut?

Legenda Batu Bulat Jelmaan Seorang Pria, Cerita Rakyat dari Manggarai Nusa Tenggara Timur

Dinukil dari buku Cerita Rakyat Manggarai, pada zaman dahulu ada seorang ibu yang baru saja melahirkan. Ajaibnya ibu tersebut tidak melahirkan seorang bayi manusia seperti pada umumnya.

Ibu tersebut justru melahirkan sebuah batu berbentuk bulat. Akhirnya anaknya tersebut dia beri nama Batu Bulat.

Pada suatu hari, sang ibu ingin mencarikan jodoh untuk Si Batu Bulat. Akhirnya ibu tersebut pergi ke rumah sebuah keluarga yang memiliki lima orang putri.

Sesampainya di sana, si ibu menyampaikan maksud kedatangannya. Orang tua kelima putri tersebut tidak masalah dengan permintaan si ibu.

Hanya saja dia ingin menyerahkan keputusan pada anak-anak mereka. Akhirnya bertanyalah sang ibu pada kelima putrinya tersebut.

Pada awalnya, si ibu bertanya pada si sulung. Dengan judes si sulung menolak lamaran dari ibu tersebut.

baca juga

Hal yang sama terus berulang pada ketiga adiknya yang lain. Namun jawaban berbeda diterima si ibu dari Kelingking, putri bungsu di keluarga tersebut.

Kelingking ternyata bersedia untuk menikah dengan Batu Bulat. Kakak-kakaknya menjadi terkejut dan memukuli Kelingking.

Untungnya kedua orang tua mereka langsung menengahi. Orang tuanya pun meminta Kelingking pergi bersama ibu tersebut dan merestuinya untuk menikah dengan Batu Bulat.

Akhirnya Kelingking pergi menuju rumah sang ibu dan Batu Bulat. Pernikahan antara mereka berdua pun akhirnya dilangsungkan.

Tidak ada permasalahan yang muncul saat mereka tinggal bersama. Bahkan keluarga kecil ini hidup dalam suasana bahagia setiap harinya.

Pada suatu hari, ada sebuah pesta yang digelar oleh salah seorang di kampung mereka. Kelingking dan ibu mertuanya pun turut diundang untuk datang ke pesta tersebut.

Berangkatlah Kelingking dan sang ibu menuju pesta itu. Di sisi lain, Batu Bulat tinggal seorang diri di rumah.

Yang mereka tidak tahu, Batu Bulat ternyata bukanlah sekadar batu biasa. Dia ternyata merupakan jelmaan seorang pemuda tampan.

Pada saat itu, Batu Bulat berniat mengerjai istrinya. Setelah Kelingking dan ibunya pergi, Batu Bulat pun melepaskan penjelmaannya.

Batu Bulat pun pergi menyusul ke pesta tersebut. Sesampainya di sana, dia bertemu dengan Kelingking.

Dirinya meminta Kelingking untuk membawa pundi-pundi yang dia miliki. Namun Kelingking dengan tegas menolaknya.

Kelingking berkata jika dia sudah menikah. Dia tidak ingin membuat Batu Bulat yang tinggal di rumah kecewa karenanya.

Alangkah bangganya Batu Bulat melihat kesetiaan istrinya. Setelah itu, dia kembali ke rumah terlebih dahulu agar Kelingking tidak mengetahui kedoknya.

Hal ini terus berulang beberapa saat kemudian. Kelingking pun menceritakan kejadian itu pada ibu mertuanya jika dia selalu diganggu oleh lelaki yang sama setiap menghadiri pesta.

Sang ibu kemudian mulai curiga dengan kedok Batu Bulat. Pada suatu waktu, si ibu memutuskan untuk kembali ke rumah lebih cepat.

Di sana dia melihat kulit Batu Bulat tergeletak di lantai begitu saja. Sang ibu pun langsung menyembunyikan kulit tersebut.

Tidak lama kemudian, Batu Bulat kembali ke rumah. Di sana dia sibuk mencari kulitnya untuk kembali menyamar.

baca juga

Si ibu pun muncul dan mengagetkan Batu Bulat. Dia berkata mengapa anaknya tersebut menyembunyikan kedoknya selama ini.

Akhirnya kulit Batu Bulat dibakar oleh sang ibu. Batu Bulat pun menjadi manusia seutuhnya.

Tidak lama berselang, Kelingking kembali pulang ke rumah. Saat masuk ke kamar, dia berteriak melihat pemuda tampan yang biasa menganggunya ada di sana.

Sang ibu kemudian menenangkan Kelingking. Dia berkata jika pemuda itu adalah wujud Batu Bulat yang sebenarnya.

Batu Bulat pun tertawa melihat reaksi istrinya. Di sisi lain, Kelingking merasa senang karena suami yang dia nikahi ternyata adalah manusia sama seperti dirinya.

Akhirnya Batu Bulat pun memeluk Kelingking dengan hangat. Sejak saat itu mereka pun hidup bahagia bersama.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.