Langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menguatkan ekosistem lokal kembali ditunjukkan oleh masyarakat Desa Ciburayut. Semangat gotong royong membasahi tanah Kp. Panyarang, RW 08, saat aksi penanaman 500 pohon digelar secara serentak pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan dan penghijauan lahan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN FISIP Universitas Djuanda (Unida).
Inisiatif penanaman pohon ini hadir sebagai respon terhadap pentingnya menjaga vegetasi, mencegah risiko erosi, serta meningkatkan daya dukung lingkungan di area permukiman warga Kp. Panyarang.
Melalui kolaborasi erat antara civitas akademika dan berbagai lembaga lokal, aksi ini dirancang tidak hanya sekadar kegiatan seremonial. Namun, sebagai langkah berkelanjutan untuk menjaga ketersediaan air tanah dan menciptakan ruang terbuka hijau yang lebih segar bagi generasi mendatang.
Keberhasilan aksi penghijauan pada Sabtu pagi tersebut tidak lepas dari partisipasi aktif berbagai lembaga desa dan kemasyarakatan yang saling bahu-membahu di lapangan. Pemerintah Desa Ciburayut yang diwakili langsung oleh Sekretaris Desa memberikan dukungan penuh atas aksi kolaboratif ini. Kehadiran pengurus lembaga RT dan RW 08 turut memobilisasi warga sekitar untuk menanam bibit di area-area strategis yang membutuhkan penghijauan.
Tak hanya itu, keterlibatan aktif ditunjukkan oleh lembaga kemasyarakatan seperti Tim Penggerak PKK yang membawa semangat kepedulian lingkungan dari ranah keluarga, serta Kelompok Tani (Poktan) Setia Wargi yang memberikan pendampingan teknis mengenai tata cara penanaman yang baik agar bibit dapat tumbuh optimal.
Lembaga kepemudaan melalui Karang Taruna juga menjadi motor penggerak aksi di lapangan dengan energi dan kerja keras mereka.

Pemaparan program dan sambutan | sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda
Aspek keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung dengan lancar berkat pengawalan serta pendampingan langsung dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai perwakilan unsur TNI-Polri di tingkat desa.
Kehadiran lintas lembaga kemasyarakatan dan aparat keamanan ini menjadi bukti nyata bahwa isu lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang mampu menyatukan berbagai elemen sosial.
Proses penanaman dilakukan secara bergotong royong. Para peserta membagi tugas mulai dari menggali lubang tanam, mendistribusikan bibit pohon, hingga melakukan penimbunan dan penyiraman awal.
Pendekatan edukatif dan teknis dari Poktan Setia Wargi memastikan bahwa setiap bibit ditanam pada jarak dan kedalaman yang tepat agar persentase tumbuh bibit menjadi tinggi.
Bagi mahasiswa KKN FISIP Unida, program ini bukan sekadar pemenuhan tugas kuliah, melainkan wujud partisipasi nyata dalam pemberdayaan masyarakat melalui kemitraan strategis dengan lembaga-lembaga lokal.
Melalui penguatan nilai gotong royong, mereka berhasil merangkul seluruh elemen di Kp. Panyarang untuk peduli terhadap masa depan ruang hidupnya sendiri.
Penanaman 500 pohon di Kp. Panyarang pada 22 Agustus 2026 ini membawa pesan kuat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam dari tingkat tapak.
Pohon-pohon yang ditanam hari ini adalah investasi ekologis jangka panjang. Kolaborasi harmonis antara perguruan tinggi, pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, dan warga menjadi bukti bahwa aksi nyata yang dilakukan bersama mampu memberikan dampak positif bagi kelestarian bumi Indonesia.
Aksi nyata di Desa Ciburayut dengan lokasi penanaman di wilayah Kp. Panyarang ini menjadi pengingat bahwa kelestarian lingkungan ada di tangan kita bersama.
Mari ikut ambil bagian dalam menjaga dan merawat pohon-pohon yang telah ditanam, atau mulai aksi hijau serupa di lingkungan sekitarmu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


