pahlawan dalam visualisasi uang rp1000 tahun emisi 2000 simbol kesetiaan pada tanah air - News | Good News From Indonesia 2026

Thomas Matulessy, Pahlawan dari Maluku Tengah: Simbol Kesetiaan pada Tanah Air

Thomas Matulessy, Pahlawan dari Maluku Tengah: Simbol Kesetiaan pada Tanah Air
images info

[[File:Pattimura 1961 Indonesia stamp.jpg|Pattimura_1961_Indonesia_stamp]] Wikimedia commons


Dalam sebuah lukisan di uang kertas Indonesia, seorang lelaki berkumis memegang parang Salawaku dengan rambut ditarik ke belakang. Ialah Thomas Matulessy yang dikenal atau Kapitan Pattimura berasal dari Maluku Tengah, keturunan bangsawan dari Raja Sashulau, Kerajaan Teluk Seram Selatan. Visualisasi pada uang Rp1.000 hanya sebuah sketsa untuk menggambarkan ciri fisik laki-laki Maluku. 

Menurut detik.com yang mewawancarai kepada keturunan generasi ke-6 Thomas Matulessy, gambar Pattimura memiliki tulang pipi bulat, rambutnya pendek dengan kening yang relatif besar. Sesuai wajah lukisan dari Ver Huell, kapten perang Belanda yang ada di Hulalui (Pulau Haruku).

Namun, bagaimanapun gambaran yang sebenarnya, Kapitan Pattimura diabadikan dalam jejaknya melakukan pemberontakan melawan Belanda. 

Sebelum Belanda kembali, Pattimura berkarier sebagai sersan di militer Inggris. Pada tahun 1817 Belanda berusaha kembali menguasai Maluku. Hanya saja, karena aturannya banyak menyengsarakan rakyat (termasuk aturan pajak tinggi, kerja rodi, dan perampasan rempah-rempah), ini mendorong adanya rencana pemberontakan melawan Belanda di bawah kepemimpinan Pattimura yang terpilih sebagai kapten besar.

baca juga

Keesokan harinya, Ia bersama pasukannya menyerang pasukan Belanda (dipimipin van den Berg). Hasilnya, musuh berhasil dikalahkan dan Benteng Duurstede di Saparua bisa direbut.

Belanda tidak menyerah begitu saja. Mereka kembali mengerahkan pasukan dipimpin Mayor Betjees hingga akhirnya menelan kekalahan kedua.

Dari sini, Belanda mengajak Pattimura untuk berunding, meski kemudian ditolak. Itulah yang mengilhami perlawanan ketiga negara tersebut di bawah pimpinan Overste Groot. 

Dengan pengalaman sebagai sersan militer, ia merancakan strategi yang sulit dibaca dan membuat lawan kebingungan. Pada saat Overste Groot melakukan penyerangan, dengan mudah mereka menguasi Benteng Duurstede. Nyatanya itulah taktik Pattimura, mengosongkan benteng lalu mengepung lawan. Semua pasukan dan pemimpinnya tewas.

Pihak Belanda tidak menerima kekalahan yang dialami. Strategi perang terbaik serta pasukan terbaiknya sudah dikerahkan, tetapi tidak memberikan hasil yang diharapkan. Alhasil, mereka mencoba menghasut tokoh masyarakat yang tidak menyukai Kapitan Pattimura yang mana berhasil memecah belah politik.

Pada 11 November 1817 Pattimura ditangkap di sebuah rumah Siri Sori dan di bawah ke Ambon. Penangkapan ini terjadi karena adanya pengkhianat dari tokoh lokal yang membocorkan tempat persembunyiannya. Bahkan, dalam penjara pun, ia masih menolak tawaran dan hasutan untuk bekerja sama dengan musuh.

Pada 16 Desember 1817, Ia dan pasukannya dijatuhi hukam mati dengan cara hukaman gantung di Victoria Ambon. 

Di usia muda, ia tidak goyah dengan tawaran dari musuh dan tetap setia sampai akhir hayatnya memperjuangkan kemerdekaan, khususnya bagi masyarakat Maluku. 

baca juga

Kapitan Pattimura matanya terpejam untuk selamanya di usia 34 tahun. Ia gugur dengan kesetiaan dan perjuangan yang gigih. Sosoknya diabadikan di beberapa tempat antara lain, yakni Bandara Udara Pattimura, jalan di berbagai daerah Indonesia, Universitas Pattimura, dan visualisasi pada uang pecahan Rp1.000 tahun emisi 2000.

Kawan GNFI, bayangkan saja rasanya apabila tinggal di rumah sendiri, tetapi tidak terlepas dari perbudakan dan rasa gelisah. Begitulah yang menjadi sebab para pahlawan maju dengan berani mempertahankan kemerdekaan negara kita. Atas itulah, mereka layak kita teladani dan diingat selalu jasanya.

Hidup NKRI, merah darahku, putih tulanganku, berbeda-beda tetap satu, kita Indonesia. 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

YT
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.