Sejarah baru tercipta. Indonesia akhirnya punya pebulu tangkis tunggal putra yang menempati peringkat satu dunia.
Pebulu tangkis tersebut adalah Jonatan Christie. Ia resmi dinobatkan sebagai pemain peringkat satu dunia berdasarkan data terbaru Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pada Selasa (25/08/2026). Atlet yang akrab disapa Jojo diserbu ke posisi puncak setelah sukses naik dua anak tangga dari posisi sebelumnya.
Pencapaian ciamik ini diperoleh setelah akumulasi poin berbagai kejuaraan internasional yang diikuti Jonatan. Dalam sistem pemeringkatan BWF, poin dihitung berdasarkan akumulasinya dari 10 turnamen terbaik yang diikuti oleh seorang pemain atau pasangan dalam jangka waktu 52 minggu terakhir.
Kini, Jonatan kokoh di puncak klasemen dengan total 87.631 poin. Dalam daftar peringkat terbaru, Jonatan bersaing begitu sengit dengan para pesaingnya. Ia bahkan hanya unggul tipis sebesar 629 poin atas rival terdekatnya, Christo Popov. Atlet asal Prancis tersebut membuntuti di peringkat kedua dengan koleksi 87.002 poin.
Sementara Jonatan naik ke puncak, kejutan justru datang dari salah satu rivalnya asal Cina, Shi Yuqi. Dari yang awalnya bertengger di posisi teratas, ia merosot tajam sebanyak lima peringkat dan kini tertahan di posisi keenam dengan total raihan poin sebesar 84.705. Di sisi lain, posisi ketiga saat ini ditempati Kunlavut Vitidsarn, lalu ada Chou Tien Chen di peringkat keempat, serta Anders Antonsen pada posisi kelima.

Jonatan Christie di Peringkat Satu, Penantian Panjang Indonesia Usai
Spesialnya lagi, keberhasilan Jonatan naik ke puncak peringkat BWF sekaligus mengakhiri penantian panjang Indonesia. Sebab, sudah sekitar 26 tahun berlalu sejak terakhir kali Indonesia punya pebulu tangkis tunggal putra yang mampu menempati posisi tersebut.
Pada tahun 2000, Taufik Hidayat berhasil memuncaki peringkat BWF. Setelahnya, belum ada lagi atlet Indonesia yang mampu menempati posisi yang sama sebelum akhirnya Jojo pun menyamai pencapaiannya.
Menariknya, keberhasilan Jojo ke puncak peringkat BWF terjadi di tengah performanya yang sedang kurang gereget. Baru-baru ini saja, ia hanya mampu mencapai babak 16 besar Kejuaraan Dunia.
Akan tetapi, dalam 52 pekan terakhir sesungguhnya pencapaian Jonatan terbilang cukup baik. Misalnya, ia mampu menjadi juara Korea Open, Denmark Open, dan Hylo Open yang masing-masing punya level Super 500, Super 750, dan Super 500.
Jonatan kini dihadapkan tantangan besar, yakni mempertahankan posisi puncak. Syarat utamanya tentu saja ia harus meraih pencapaian ciamik dalam turnamen mendatang yang akan diikutinya.
Terdekat, ia bakal beraksi di China Masters dan Asian Games Aichi-Nagoya. Tak tanggung-tanggung, turnamen China Masters punya level Super 750, sementara Asian Games setara dengan Super 1000.


