wisata kuliner dan layanan kesehatan sebagai dua sektor paling berlari cepat dalam ekonomi kota bengkulu - News | Good News From Indonesia 2026

Wisata Kuliner dan Layanan Kesehatan sebagai 2 Sektor Paling "Berlari Cepat" dalam Ekonomi Kota Bengkulu

Wisata Kuliner dan Layanan Kesehatan sebagai 2 Sektor Paling "Berlari Cepat" dalam Ekonomi Kota Bengkulu
images info

PIC by Inna safa | unsplash.com


Kawan GNFI, kalau ditanya sektor ekonomi mana yang paling bersinar di Kota Bengkulu saat ini, jawabannya mungkin mengejutkan banyak orang.

Bukan sektor pertambangan yang selama ini identik dengan kekayaan sumber daya alam Bengkulu, melainkan justru sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, serta jasa kesehatan, yang menurut penelitian ilmiah terbaru tumbuh paling cepat dan paling kompetitif dibanding sektor lainnya.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) ini menggunakan pendekatan yang sangat komprehensif dengan menggabungkan 4 metode analisis: Location Quotient, Dynamic Location Quotient, Shift-Share, dan Tipologi Klassen.

Adanya penggabungan 4 metode ini memberikan keunggulan dibandingkan dengan penelitian sebelumnya yang hanya menggunakan beberapa metode saja. Sebab, memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi pola pertumbuhan ekonomi yang lebih akurat dengan melakukan perbandingan antar hasil analisis.

Dan hasilnya cukup konsisten: dari berbagai sudut analisis yang berbeda, dua sektor yang sama terus muncul sebagai juara, yaitu penyediaan akomodasi dan makan minum, serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial.

baca juga

Kuadran Paling Istimewa: Cepat Tumbuh dan Berdaya Saing Tinggi

Menggunakan metode analisis shift-share, penelitian ini menemukan fakta yang sangat menarik. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial termasuk ke dalam kuadran I, menandakan sektor yang memiliki pertumbuhan cepat dan daya saing tinggi.

Dalam bahasa yang lebih sederhana, kedua sektor ini bukan hanya tumbuh dengan cepat, tetapi juga terbukti mampu bersaing dengan baik dibandingkan sektor yang sama di daerah lain se-Provinsi Bengkulu.

Nilai pertumbuhan yang tercatat pun sangat mengesankan. Sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial mencatatkan nilai pergeseran bersih sebesar 26,66 persen, angka tertinggi di antara seluruh 17 sektor yang dianalisis. Sementara sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat nilai 16,74 persen, juga termasuk yang tertinggi.

Tipologi Klassen Mengkonfirmasi: Sektor Maju dan Berkembang

Temuan ini semakin diperkuat oleh hasil analisis Tipologi Klassen, metode yang mengklasifikasikan sektor berdasarkan laju pertumbuhan dan kontribusinya terhadap PDRB.

Beberapa sektor yang termasuk ke dalam kuadran I sebagai "Sektor Maju dan Berkembang" mencakup sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, penyediaan akomodasi dan makan minum, serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial.

Sektor-sektor ini tidak hanya menunjukkan laju pertumbuhan yang tinggi tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap PDRB Kota Bengkulu, menandakan bahwa mereka adalah sektor-sektor yang kuat dan memiliki potensi untuk terus berkembang.

Apa yang Mendorong Pertumbuhan Sektor Kuliner dan Akomodasi?

Kawan, pertumbuhan pesat sektor penyediaan akomodasi dan makan minum ini tentu tidak lepas dari geliat pariwisata dan kuliner Kota Bengkulu yang terus berkembang.

Dari data yang dipaparkan dalam penelitian, nilai PDRB sektor ini meningkat konsisten dari Rp280 miliar pada 2018 menjadi Rp377 miliar pada 2023, sebuah pertumbuhan yang solid meski sempat terdampak pandemi COVID-19 pada 2020.

Sementara untuk sektor jasa kesehatan, pertumbuhannya juga sangat signifikan, dari Rp365 miliar pada 2018 menjadi Rp527 miliar pada 2023.

Peningkatan ini kemungkinan didorong oleh kombinasi dari bertambahnya fasilitas kesehatan, meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya layanan kesehatan berkualitas, serta pertumbuhan penduduk kota yang terus meningkat.

baca juga

Sektor yang Perlu Perhatian Ekstra

Di sisi lain, penelitian ini juga jujur mengungkap sektor-sektor yang justru tertinggal. Sektor-sektor seperti pertambangan dan penggalian serta industri pengolahan dikategorikan sebagai "Sektor Tertinggal", yang menunjukkan pertumbuhan dan kontribusi yang rendah terhadap PDRB.

Kondisi ini memerlukan perhatian dari pemerintah Kota Bengkulu untuk merumuskan kebijakan yang dapat mendukung revitalisasi sektor-sektor ini.

Temuan ini cukup mengejutkan mengingat Bengkulu sering diasosiasikan dengan kekayaan tambang. Namun, ternyata di tingkat kota, sektor tersebut justru kalah bersaing dibanding sektor jasa dan pariwisata.

Peluang Emas bagi Pelaku Usaha Kuliner dan Kesehatan

Kawan GNFI, temuan penelitian ini membuka mata kita bahwa masa depan ekonomi Kota Bengkulu tampaknya akan semakin ditentukan oleh sektor jasa modern, khususnya pariwisata kuliner dan layanan kesehatan, bukan lagi sektor ekstraktif seperti pertambangan yang selama ini identik dengan citra Bengkulu.

Bagi para pelaku usaha, khususnya di bidang kuliner, penginapan, dan layanan kesehatan, data ini menjadi sinyal positif bahwa sektor-sektor tersebut memiliki fondasi pertumbuhan yang kuat dan didukung bukti ilmiah.

Sementara bagi pemerintah daerah, penelitian ini menawarkan peta jalan yang jelas: fokuskan dukungan kebijakan dan infrastruktur pada sektor-sektor yang telah terbukti progresif ini. Dengan demikian, pertumbuhannya bisa dipercepat lebih lanjut demi kesejahteraan masyarakat Bengkulu secara menyeluruh.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

WH
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.