menghubungkan relawan dan komunitas membangun kolaborasi untuk menciptakan dampak melalui global volunteer - News | Good News From Indonesia 2026

Hubungkan Relawan dan Komunitas: Membangun Kolaborasi untuk Ciptakan Dampak melalui Global Volunteer

Hubungkan Relawan dan Komunitas: Membangun Kolaborasi untuk Ciptakan Dampak melalui Global Volunteer
images info

AIESEC in UIN Jakarta Incoming Global Volunteer melalui kegiatan Connecting with OP Taker: Impact Driven Onboarding |Dokumentasi Pribadi


AIESEC in UIN Jakarta melanjutkan rangkaian perjalanan Incoming Global Volunteer melalui Connecting with OP Taker: Impact Driven Onboarding pada Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan ini mempertemukan Exchange Participants (EPs), Local Volunteers (LVs), serta perwakilan Opportunity Provider (OP) dari Ekowisata Keranggan dan Rumah Batik Palbatu untuk membangun pemahaman bersama mengenai proyek On The Map sekaligus menyelaraskan peran setiap pihak selama program berlangsung.

Acara ini menjadi ruang bagi peserta untuk memahami proyek secara lebih mendalam. EPs dan LVs tidak hanya diperkenalkan pada tugas dan agenda yang akan dijalankan. Namun, juga diajak mengenal kondisi komunitas yang menjadi bagian dari proyek serta memahami bagaimana kontribusi mereka dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan dan tujuan dari Opportunity Provider.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC). Setelah menyampaikan agenda serta tata tertib kegiatan, peserta mengikuti check-in dan roll dance untuk membangun suasana yang lebih interaktif sebelum memasuki sesi utama.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Ekowisata Keranggan dan Rumah Batik Palbatu. Kehadiran perwakilan dari kedua mitra menjadi kesempatan bagi peserta untuk mulai mengenal pihak yang akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek.

Sesi Anchoring Connections kemudian mempertemukan peserta dengan perwakilan Opportunity Provider melalui perkenalan bersama yang dirancang untuk membangun koneksi dan pemahaman awal antarpihak.

baca juga

Memasuki sesi Grounding the Mission: Understanding Our Impact Field, peserta memperoleh gambaran mengenai kondisi komunitas, konteks proyek, serta hasil yang diharapkan dari pelaksanaan On The Map.

Pemahaman tersebut menjadi dasar bagi EPs dan LVs untuk melihat proyek tidak hanya sebagai rangkaian aktivitas, tetapi sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Selanjutnya, sesi On The Map Roles & Roadmap memberikan penjelasan yang lebih teknis mengenai job description, jam kerja, serta agenda proyek.

Dengan adanya penyelarasan ini, peserta dapat memahami tanggung jawab masing-masing sekaligus mengetahui bagaimana peran mereka akan terhubung dengan keseluruhan perjalanan proyek.

Pengalaman kemudian diperdalam melalui sesi Sailing with Ekowisata Keranggan & Rumah Batik Palbatu. Perwakilan mitra memperkenalkan latar belakang, nilai-nilai utama, serta berbagai inisiatif yang dijalankan.

Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk memahami bagaimana kegiatan pariwisata dan pemberdayaan lokal menjadi bagian dari konteks proyek On The Map.

Interaksi antara peserta dan Opportunity Provider berlanjut melalui sesi Spill the Thoughts with Ekowisata Keranggan & Rumah Batik Palbatu. Dalam sesi ini, EPs menyampaikan tujuan pribadi yang ingin dicapai selama menjalani program serta berdiskusi mengenai ekspektasi dan kontribusi yang dapat diberikan.

Diskusi kemudian berkembang menjadi sesi tanya jawab mengenai peran masing-masing pihak, bentuk kolaborasi, hingga pola komunikasi yang diperlukan selama proyek berlangsung.

Setelah waktu istirahat, peserta kembali mengikuti kegiatan melalui sesi ice breaking sebelum memasuki Let's Break It Down. Sesi ini menggunakan pendekatan case study untuk mengajak EPs dan LVs menganalisis berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kondisi Ekowisata Keranggan dan Rumah Batik Palbatu.

Peserta dibagi ke dalam kelompok untuk mengidentifikasi akar permasalahan, bertukar perspektif, serta merumuskan alternatif solusi.

Proses tersebut dilanjutkan melalui Show Your Take, ketika setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka. Peserta tidak hanya menyampaikan permasalahan yang ditemukan, tetapi juga menawarkan solusi dan strategi berdasarkan hasil diskusi.

Setelah presentasi, kelompok memperoleh masukan dari AIESEC Member sebagai bahan evaluasi dan pengembangan ide.

Dokumentasi Pribadi
info gambar

Dokumentasi Pribadi


Melalui rangkaian aktivitas tersebut, peserta mendapatkan pengalaman untuk menghubungkan perspektif yang berbeda dalam proses penyelesaian masalah.

Perbedaan latar belakang antara EPs dan LVs menjadi salah satu ruang belajar untuk melihat suatu persoalan dari sudut pandang yang lebih luas sekaligus melatih kemampuan komunikasi dan kolaborasi.

“Menurut saya, sesi ini membuat saya lebih memahami bahwa volunteer bukan hanya tentang menjalankan tugas yang sudah diberikan. Kita juga perlu memahami kondisi komunitas dan berdiskusi dengan orang-orang yang terlibat agar kontribusi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan,” ujar Lintang, salah satu peserta.

Peserta lainnya juga menilai interaksi langsung dengan Opportunity Provider memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tujuan proyek yang akan dijalankan.

baca juga

“Saya merasa kegiatan ini membantu karena kami bisa langsung mengetahui ekspektasi dari pihak yang bekerja sama dengan AIESEC. Selain itu, saat case study, kami belajar bagaimana menggabungkan ide dari EP dan LV untuk mencari solusi yang lebih baik,” ungkap Ziva.

Kegiatan kemudian ditutup melalui engagement space, ketika EPs dan LVs diberikan kesempatan untuk berbagi secara informal dan mempererat hubungan setelah mengikuti rangkaian sesi. Setelah pengisian feedback form dan check-out, seluruh peserta mengikuti sesi dokumentasi bersama.

Melalui Connecting with OP Taker: Impact Driven Onboarding, AIESEC in UIN Jakarta berupaya menciptakan fondasi kolaborasi yang kuat antara relawan internasional, relawan lokal, dan komunitas mitra. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan, peran, serta tujuan proyek, para peserta diharapkan mampu menjalankan perjalanan Global Volunteer secara lebih kolaboratif dan berorientasi pada dampak.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.