Setiap perjalanan ke tempat baru membawa cerita yang berbeda. Bagi para relawan muda, cerita itu dimulai dengan belajar memahami budaya, beradaptasi dengan lingkungan, dan membangun koneksi dengan orang-orang yang sebelumnya tidak mereka kenal.
Maka dari itu, AIESEC in BINUS menyelenggarakan Incoming Preparation Seminar pada acara Incoming Global Volunteer Summer Peak 2026 pada 21 Juli 2026 di JWC Campus, BINUS Internasional.
Sebanyak 7 Exchange Participants (EPs) dan 9 Local Volunteers (LVs) mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari persiapan sebelum memulai rangkaian proyek pertukaran di Indonesia.
Dalam seminar ini, para peserta diajak untuk memahami berbagai macam konteks Indonesia, mulai dari budaya dan kehidupan di Jakarta hingga aspek keamanan dan keselamatan selama menjalankan program.
Tidak hanya itu, para peserta juga mendapatkan wawasan terkait Sustainable Development Goals. Tahun ini, mereka mengangkat SDGs no. 14 (Life Below Water) dengan memberdayakan pemuda dan komunitas pesisir di Jakarta untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan pesisir, tujuan proyek, ekspektasi dalam memberikan kontribusi, dan meningkatkan pemahaman multikultural untuk membangun hubungan yang solid.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan sesi pembukaan dan Roll Dance yang menjadi ruang awal bagi peserta untuk berkenalan. Pembekalan kemudian dilanjutkan melalui sejumlah sesi Incoming Preparation Seminar (IPS), antara lain The AIESEC Way, Welcome to Indonesia!, Jakarta 101, serta Safety Guidelines.
Dalam sesi Jakarta 101, para peserta dibekali pemahaman awal mengenai karakter dan lingkungan yang akan mereka hadapi selama menatap di ibu kota Jakarta.
Para panitia Incoming Global Volunteer juga membantu para Exchange Participants untuk beradaptasi dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari menggunakan sebuah aplikasi, yakni Gojek.
Selanjutnya, para EPs dan LVs diajak untuk meningkatkan pemahaman mengenai sebuah alasan di balik Incoming Global Volunteer, yakni sebuah proyek yang mereka jalankan. Melalui sesi Sustainable Purpose, peserta diajak melihat keterkaitan kontribusi mereka dengan SDGs.
Sesi Indonesia is a Home kemudian memperluas perspektif budaya, ruang untuk belajar, dan juga membangun relasi baru. Proses tersebut dilanjutkan dengan Goals Alignment Space, ketika setiap Exchange Participant menetapkan tujuan personal yang ingin dicapai selama mengikuti program.
Di luar materi pembekalan, seminar juga menjadi momentum untuk membangun hubungan antara Exchange Participants dan Local Volunteers sebelum proyek dimulai.
Aktivitas interaktif dan diskusi lintas budaya memberi kesempatan kepada peserta untuk bertukar perspektif, memahami perbedaan, dan membangun pola kerja sama.
Bagi Hamza Mohamad Hanif Vohra, salah satu Exchange Participant, pembekalan tersebut memberikan gambaran lebih jelas mengenai kehidupan dan kegiatan yang akan dijalani selama berada di Indonesia.
“I feel like the Incoming Preparation Seminar helped me to understand what to expect in Indonesia, there are various new cultures that I learned here which helps me feel more prepared and super excited for my volunteering journey,” ujar Hamza.
Sementara itu, Brenda Laurence, Local Volunteer, menilai kegiatan tersebut membantu peserta memahami proyek sekaligus membangun koneksi sebelum mulai bekerja bersama. “Incoming Preparation Seminar memberikan aku pelajaran lebih mendalam terkait projek yang akan kita kerjakan selama enam minggu. Tidak hanya itu, aktivitasnya membuat aku lebih senang dan meningkatkan hubungan dengan LV dan EP lainnya sebelum melakukan projek pertama,” ujar Brenda.
Melalui Incoming Preparation Seminar, AIESEC in BINUS menegaskan bahwa pengalaman pertukaran tidak hanya dimulai ketika peserta tiba di tempat mereka melakukan relawan pertamanya.
Para relawan membutuhkan perspektif luas melalui pembekalan dalam mempersiapkan diri untuk memahami budaya, mengelola ekspektasi, dan menemukan cara berkontribusi bersama.
Di tengah semakin terbukanya kesempatan bagi anak muda untuk belajar dan berkontribusi lintas negara, kesiapan menjadi bagian penting dari pengalaman tersebut. Sebab, menjadi relawan di lingkungan yang berbeda bukan sekadar tentang datang untuk membantu, tetapi juga tentang hadir untuk memahami.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


