Gelar sarjana menjadi salah satu bekal untuk memasuki dunia kerja. Namun, lulusan perguruan tinggi juga perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi, bekerja sama, menyelesaikan tugas, dan mempelajari hal baru.
Mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan tersebut melalui program magang. Mereka memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dari bangku kuliah dalam lingkungan kerja.
Selama magang, mahasiswa menghadapi tugas, tenggat waktu, serta pola komunikasi yang berbeda dari kegiatan perkuliahan. Mereka juga belajar menyesuaikan diri dengan aturan dan kebutuhan organisasi.
Pengalaman tersebut membantu mahasiswa memahami bahwa dunia kerja membutuhkan kemampuan praktis selain pengetahuan akademik.
Temuan dari Peserta Program Magang
Manfaat tersebut turut dikaji oleh Ratis Maharanidewi Cesarina, lulusan Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada.
Ratis meneliti 203 mahasiswa aktif dan alumni yang mengikuti program Magang dan Studi Independen Bersertifikat atau MSIB pada periode 2021 hingga 2024.
Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran berbasis praktik kerja selama magang berdampak positif terhadap pembentukan ketangkasan belajar mahasiswa.
“Penelitian ini menunjukkan bahwa program magang dapat menjadi salah satu solusi strategis untuk mengurangi competency gap antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri di Indonesia,” ujar Ratis.
Ratis menyampaikan hasil penelitian tersebut melalui program 3 Minute Thesis berjudul “Benarkah Magang MSIB Meningkatkan Learning Agility Mahasiswa?”.
Selain itu, magang memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar melalui pengalaman. Mereka dapat menerima arahan dari mentor, memperbaiki kesalahan, dan menggunakan umpan balik untuk meningkatkan hasil pekerjaan.
Proses ini berkaitan dengan learning agility atau ketangkasan belajar. Kemampuan tersebut membantu seseorang mempelajari hal baru dan menyesuaikan diri ketika menghadapi perubahan. Pembelajaran berbasis praktik juga dapat memperkecil kesenjangan antara kemampuan pencari kerja dan kebutuhan industri.
Mahasiswa yang belum banyak memiliki pengalaman kerja dapat menggunakan program magang untuk mengenali tuntutan profesi. Mereka juga dapat mengetahui kompetensi yang masih perlu dikembangkan sebelum lulus.
Manfaat bagi Mahasiswa dan Organisasi
Mahasiswa mendapatkan pengalaman untuk memahami lingkungan kerja dan mengembangkan kesiapan profesional. Pengalaman itu juga dapat membantu mereka mengenali bidang pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan minat.
Organisasi memperoleh kesempatan untuk mengenali calon tenaga kerja. Perusahaan dapat menilai kemampuan peserta selama menjalankan tugas sebelum memasuki proses rekrutmen formal.
Perguruan tinggi juga dapat menggunakan pengalaman magang sebagai masukan untuk menghubungkan pembelajaran akademik dengan kebutuhan industri.
Ratis menyebut kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri dapat mendukung penyiapan talenta muda yang kompeten.
“Dengan demikian, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri melalui program magang dapat berkontribusi dalam menciptakan talenta muda Indonesia yang lebih siap, kompeten, dan mampu bersaing di dunia kerja,” pungkasnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

