Pada 1957, sekelompok warga transmigran sedang menebang hutan untuk membuka lahan di wilayah Lampung Timur ketika mereka menemukan sesuatu yang tidak mereka duga.
Benda pertama yang diangkat ke permukaan adalah sebuah arca bergaya Budhis yang kemudian dikenal sebagai Arca Bodhisatwa.
Temuan itu dilaporkan ke Dinas Purbakala, dan serangkaian penelitian yang berlangsung selama beberapa dekade kemudian mengungkap kenyataan yang jauh lebih luas.
Di bawah hutan itu tersimpan sebuah kawasan permukiman kuno seluas 30 hektar yang merekam jejak kehidupan manusia dari zaman prasejarah hingga masuknya Islam ke Nusantara.
Kawasan itu kini dikenal sebagai Taman Purbakala Pugung Raharjo, terletak di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, sekitar 52 km di timur Kota Bandar Lampung.
Statusnya adalah Cagar Budaya Nasional, dan koleksi peninggalannya mencakup tiga periode berbeda dalam satu lokasi yang tidak lazim ditemukan di satu situs arkeologi manapun di Indonesia.
Sekilas Mengenai Taman Purbakala Pugung Raharjo
Nama situs ini diambil langsung dari nama desa tempat ia berada.
Kawasan seluas 30 hektar ini berdiri di dataran berketinggian 80 meter dan dikelilingi tanggul atau benteng yang dahulunya merupakan bekas peninggalan pertahanan zaman perang.
Tanggul-tanggul itu kini menjadi salah satu elemen fisik yang paling mudah diidentifikasi saat memasuki kawasan.
Setelah penemuan pertama pada 1957, penelitian awal baru dilakukan pada 1968 oleh Lembaga Purbakala di bawah komando Drs. Buchori.
Pada 1973, penelitian berlanjut dengan melibatkan Pennsylvania Museum University dari Amerika Serikat, menghasilkan Laporan Penelitian Sumatera yang menjadi dokumen penting dalam studi arkeologi Lampung.
Pemetaan intensif pada 1975 menemukan dan mengidentifikasi sejumlah batu berlubang dan bergores, sementara ekskavasi pada 1980 mengkonfirmasi luas kawasan kompleks megalitik ini sekitar 25 hektar.
Pemugaran kemudian dilakukan antara 1977/1978 hingga 1983/1984 oleh Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Sejarah dan Purbakala.
Daya Tarik Utama Taman Purbakala Pugung Raharjo
Yang membuat Pugung Raharjo istimewa di antara situs arkeologi Indonesia adalah keragaman era yang terwakili dalam satu kawasan.
Peninggalan di sini mencakup tiga periode besar yang masing-masing punya nilai dan karakternya sendiri.
Dari zaman prasejarah megalitikum, terdapat punden berundak yang merupakan karya manusia pendukung tradisi megalitik, kompleks batu mayat berupa susunan batu tegak dan datar berbentuk persegi panjang, lumpang batu dan batu berlubang yang dipercaya sebagai alat upacara, kapak batu dan beliung sebagai alat berburu, serta manik-manik yang digunakan dalam upacara.
Salah satu yang paling menarik perhatian pengunjung adalah kolam megalitikum, sebuah kolam yang menurut mitos setempat pernah digunakan para putri dan ratu Pugung Raharjo untuk mandi, meramu, dan ritual pemujaan. Airnya dipercaya bersih dan layak diminum langsung tanpa dimasak.
Dari periode Hindu-Buddha, situs ini menyimpan Arca Bodhisatwa yang ditemukan pertama kali pada 1957 dan diberi nama lokal Patung Putri Badariyah, arca tipe Polinesia yang ditemukan pada 1963, Prasasti Bungkuk, serta sejumlah keramik dari era yang sama.
Dari zaman Islam, tersimpan Prasasti Dalung berupa lempengan tembaga dalam bentuk Pigayem, serta batu nisan yang ditemukan saat kegiatan pemugaran pada 1979.
Akses Menuju Taman Purbakala Pugung Raharjo
Taman Purbakala Pugung Raharjo berjarak sekitar 52 km di timur Bandar Lampung dengan waktu tempuh sekitar satu hingga dua jam tergantung kondisi lalu lintas dan jalur yang dipilih.
Dari Bandar Lampung, Kawan bisa mengambil rute menuju Kota Metro kemudian melanjutkan ke Kecamatan Sekampung Udik, atau langsung menuju Sekampung Udik tanpa melewati Metro.
Titik patokan termudah adalah Pasar Pugung Raharjo, dari sana lokasi situs hanya sekitar lima menit perjalanan.
Perlu dicatat bahwa beberapa ruas jalan menuju situs masih mengalami kerusakan, sehingga kondisi kendaraan perlu dipastikan sebelum berangkat dan kendaraan roda dua bisa menjadi pilihan yang lebih fleksibel untuk melewati jalan yang rusak.
Tidak ada angkutan umum langsung menuju kawasan ini, sehingga kendaraan pribadi adalah pilihan paling praktis.
Jam Operasional dan Harga Tiket
Taman Purbakala Pugung Raharjo buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.
Tidak ada biaya tiket masuk. Kawasan ini sepenuhnya gratis untuk semua pengunjung tanpa terkecuali.
Biaya yang perlu disiapkan hanya untuk parkir kendaraan, sekitar Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil.
Jasa pemandu wisata tersedia bagi yang ingin penjelasan lebih mendalam, dengan tarif seikhlasnya.
Fasilitas yang ada di kawasan mencakup area parkir, toilet, dan beberapa fasilitas dasar lainnya.
Ayo Berkunjung ke Taman Purbakala Pugung Raharjo!
Taman Purbakala Pugung Raharjo cocok untuk Kawan GNFI yang ingin wisata edukasi dengan nilai historis yang tinggi tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Datanglah pagi hari saat udara masih segar, gunakan pemandu jika ingin mendapat konteks sejarah yang lebih kaya, dan jangan lupa mengisi buku tamu sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian situs.
Jadi, kapan Kawan mau berkunjung ke Taman Purbakala Pugung Raharjo?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


