desa wisata taro di gianyar desa konservasi kunang kunang berbasis pertanian organik - News | Good News From Indonesia 2026

Desa Wisata Taro di Gianyar, Desa Konservasi Kunang-Kunang Berbasis Pertanian Organik

Desa Wisata Taro di Gianyar, Desa Konservasi Kunang-Kunang Berbasis Pertanian Organik
images info

Foto oleh Олег Мороз (Unsplash)


Di kawasan utara Kabupaten Gianyar, hamparan sawah organik Desa Wisata Taro menyimpan ruang hidup bagi populasi serangga pemancar cahaya alias kunang-kunang.

Berlokasi di Banjar Taro Kaja, Kecamatan Tegallalang, rumah konservasi bernama Tegal Dukuh Camp di desa ini mengoperasikan Rumah Konservasi Kunang-Kunang (The Fire Flies Garden) di atas lahan seluas 3,5 hektare. Destinasi ekowisata ini berjarak sekitar 18 kilometer dari pusat Ubud dan dapat dicapai dengan berkendara selama 40 menit.

Kehadiran ratusan serangga cahaya di tempat ini menjadi indikator alami bahwa ekosistem tanah dan air di sekitarnya masih sangat bersih.

Ratusan pohon kelapa raksasa yang tertanam rapi, bentangan sawah, serta lembah hijau menutupi kawasan perkemahan ini sehingga suasana sekitar terasa sejuk dengan pandangan alam 360 derajat.

 

Sekilas Mengenai Desa Wisata Taro

Kehadiran tempat konservasi ini berawal dari gagasan I Wayan Wardika, mantan pekerja kapal pesiar yang pernah menulis karya ilmiah tentang ekowisata kunang-kunang pada tahun 2000.

 Berkolaborasi dengan pemilik lahan Nyoman Tunjung dan anaknya I Komang Petak, serta didukung I Wayan Gede Ardika dari Pokdarwis Desa Taro, kawasan ini awalnya dikembangkan sebagai kebun pertanian organik sejak Januari 2020.

Masyarakat setempat secara konsisten menghindari pupuk kimia dan beralih menggunakan pupuk alami berbasis sampah organik serta kotoran Lembu Putih, hewan yang disakralkan warga lokal.

Lingkungan bebas kimia ini secara tak terduga mengundang koloni kunang-kunang datang berlimpah sehingga kawasan tersebut resmi dibuka sebagai arena konservasi pada 8 Agustus 2020.

Pengembangan tempat ini mendapat pendampingan ilmiah dari Fakultas MIPA Universitas Udayana untuk sisi biologis serangga. Selain itu, akademisi Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa turut menjalankan program pendampingan pertanian regeneratif dan analisis kesehatan tanah Soil Health Index sejak Mei hingga Agustus 2026.

Sinergi ini membagi kawasan menjadi zona inti habitat, zona penyangga, dan zona pertanian organik agar ekosistem kunang-kunang tetap terjaga.

 

Daya Tarik Utama Desa Wisata Taro

Daya tarik utama destinasi ini berpusat pada kawasan taman seluas 6x30 meter di tengah sawah organik serta fasilitas laboratorium penangkaran.

Kawan bisa mempelajari siklus hidup serangga secara langsung dari peneliti bertugas, mengamati terarium, hingga mengikuti program Fire Flies Night Safari pada pukul 19.00 sampai 20.00 WITA saat pendaran cahaya mencapai puncaknya.

Pengelola juga menyediakan beragam aktivitas outdoor berbasis alam. Kawan bisa memilih paket Jungle Trekking melintasi hutan suci Alas Taro, paket Waterfall & River Trekking menyusuri tebing Sungai Sampih dan kanion menuju tempat penyucian Yeh Pikat dengan bonus Air Terjun 8 meter, paket Taro Village Cycling Tour, hingga kelas memasak kuliner Bali dan edukasi pembuatan minyak kelapa serta gula aren.

Fasilitas pendukung di Tegal Dukuh Camp dibuat menyatu dengan alam. Tersedia 10 unit tenda kubah bergaya militer yang dilengkapi kasur, selimut, dan handuk. Area bilas menyediakan 10 pancuran individu dari batang kelapa serta 4 toilet.

Kawan juga bisa memanfaatkan dapur umum, area api unggun, serta restoran berkonsep atap terbuka tanpa dinding berkapasitas 70 orang yang menyajikan hidangan lokal seperti laklak, es nira, hingga singkong goreng crispy siram gula aren.

 

Akses Menuju Tegal Dukuh Camp

Perjalanan menuju Banjar Taro Kaja terbilang mudah karena seluruh akses jalan utama pedesaan sudah terlapisi aspal. Kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas lancar tanpa kendala.

Jika berangkat dari titik Puri Saren Agung Ubud, Kawan cukup mengarahkan kendaraan menuju Jalan Raya Genthong. Lanjutkan perjalanan lurus mengikuti jalur utama ke arah Jalan Raya Pujung Kaja sejauh 10 kilometer hingga menemukan deretan petunjuk arah yang mengarahkan kendaraan langsung ke pelataran parkir Tegal Dukuh Camp dekat Pura Gunung Raung.

 

Jam Operasional dan Harga Tiket

Kawasan ekowisata dan restoran ini beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WITA. Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan kelipan cahaya kunang-kunang secara maksimal, kedatangan pada malam hari sangat disarankan.

Tiket masuk reguler sore atau malam untuk pengunjung lokal dibanderol Rp25.000, sudah mencakup sajian kopi atau teh serta makanan ringan. Wisatawan yang memilih paket kunjungan malam lengkap dikenakan tarif Rp150.000, sudah termasuk tiket masuk, pemandu, kopi atau teh, kudapan, dan makan malam.

Untuk paket kegiatan khusus, pengelola menetapkan tarif Rp450.000 per orang untuk Fire Flies Night Safari, Rp500.000 per orang untuk Jungle Trekking maupun Waterfall & River Trekking (termasuk sajian Bubur Bali), serta Rp300.000 per orang untuk Taro Village Cycling Tour.

 

Ayo Berkunjung ke Tegal Dukuh Camp!

Mengamati keindahan pendaran cahaya kunang-kunang di tengah sejuknya hamparan sawah organik memberi pengalaman rekreasi edukatif yang berkesan di Bali. Ragam aktivitas luar ruangan, keasrian lanskap pedesaan, serta kelengkapan fasilitas penunjang menjadikan tempat ini pilihan pas untuk mengisi agenda liburan.

Bila agenda perjalanan Kawan mengarah ke Kabupaten Gianyar, sempatkan mampir ke Desa Wisata Taro. Datanglah menjelang petang, kenakan pakaian serta alas kaki yang nyaman untuk beraktivitas luar ruangan, dan rasakan langsung keasrian ekosistem malam di Tegal Dukuh Camp ini.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.