Desa Kotakan yang terletak di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, memiliki beberapa komoditas hortikultura utama seperti bawang merah, kacang hijau, terong, dan ubi jalar.
Kebutuhan produksi yang tinggi dan waktu panen yang lebih cepat menjadi alasan utama petani Desa Kotakan untuk bergantung sepenuhnya pada pupuk kimia dibandingkan bahan organik. Penggunaan pupuk kimia secara masif dan tidak sesuai ketentuan telah menyebabkan rusaknya struktur tanah dan memicu degradasi lahan.
Progam CLIMORA untuk Mendukung Pertanian Berbasis Cuaca
Berangkat dari permasalahan lapangan, Tim KKNT Inovasi IPB University DEMAKKAB07 hadir dengan program kerja CLIMORA (Climate Organic and Agriculture) yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat menuju pertanian berbasis cuaca.
Program CLIMORA merupakan kegiatan sosialisasi dan edukasi yang ditujukan kepada petani, perangkat desa, hingga siswa sekolah dasar di Desa Kotakan mengenai pemanfaatan pupuk organik, teknologi digital, dan informasi cuaca. Kegiatan edukasi yang dilakukan turut mengoptimalkan potensi desa yang berada tidak jauh dari stasiun cuaca otomatis (automatic weather station, AWS) BPP Mijen, Demak.
Edukasi Pemanfaatan Aplikasi DigiTani dan AWS
Melalui program CLIMORA, tim DEMAKKAB07 melakukan sosialisasi kepada petani dan perangkat desa mengenai cara memanfaatkan aplikasi DigiTani dan integrasi data cuaca AWS dalam mendukung kegiatan pertanian.
Kegiatan sosialisasi berlangsung di Balai Desa Kotakan dan berhasil meningkatkan antusiasme petani serta perangkat desa terkait pertanian berbasis cuaca. Aplikasi DigiTani memungkinkan petani untuk terhubung langsung kepada pakar dan petani lainnya melalui fitur forum tani.
Petani dapat langsung bertanya dan memilih pakar spesifik sesuai dengan bidang permasalahan. Informasi mengenai berita terkini hingga video penjelasan yang dilengkapi demonstrasi dari pakar dapat petani akses oleh petani melalui satu aplikasi.
Selain pemanfaatan aplikasi DigiTani, petani bersama Tim DEMAKKAB07 belajar cara membaca simbol cuaca, prakiraan jangka pendek hingga panjang, dan kadar air tanah bagi tanaman. Petani dapat dengan mudah mengakses informasi prakiraan cuaca, potensi hama dan penyakit, hingga potensi terjadinya kebakaran lahan melalui situsĀ map.sinaubumi.org. Tim DEMAKKAB07 turut merancang selembaran (leaflet) yang berisi panduan pemanfaatan data AWS dalam membantu petani untuk mengambil keputusan berdasarkan kondisi cuaca secara real-time.
Edukasi Lingkungan untuk Siswa Sekolah Dasar
Tim DEMAKKAB07 melanjutkan program CLIMORA dengan melaksanakan kegiatan edukasi kepada siswa kelas VI Sekolah Dasar Kotakan 1. Kegiatan edukasi berlangsung selama tiga hari dengan materi pembelajaran yang menarik, mulai dari mengenal lebih jauh tumbuhan, dampak penggunaan pupuk kimia, hingga pentingnya memahami cuaca dan iklim.
Tidak hanya memberikan materi, Tim DEMAKKAB07 turut melakukan beberapa praktik pembelajaran seperti menanam tanaman tauge pada hari pertama edukasi. Praktik menanam tauge memanfaatkan beberapa bahan sederhana seperti biji kacang hijau, kapas, dan botol bekas.
Hari kedua edukasi diisi dengan eksperimen pupuk kimia yang bertujuan untuk memperlihatkan dampak dari penggunaan pupuk kimia terhadap tanah ketika terjadi hujan. Siswa tidak hanya ikut berpraktik, tetapi turut diajak untuk aktif menjawab pertanyaan seputar materi selama kegiatan eksperimen berlangsung. Hari ketiga edukasi diisi dengan praktik simulasi hujan yang memanfaatkan air dan kapas sebagai awan.
Kombinasi antara praktik pembelajaran dan games yang menarik berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya kondisi cuaca serta penggunaan pupuk organik dalam mendukung pertumbuhan tanaman.
Program CLIMORA diakhiri dengan apresiasi kepada siswa yang telah berhasil menjaga dan merawat tanaman tauge. Tim DEMAKKAB07 turut memberikan apresiasi kepada pihak Sekolah Dasar Kotakan 1 yang telah mendukung proses berjalannya program CLIMORA dari awal hingga akhir.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

