Persoalan sampah di lingkungan masyarakat tidak cukup diselesaikan melalui aksi bersih-bersih sesaat. Kesadaran, perubahan perilaku, kolaborasi, hingga kebijakan pengelolaan sampah dibutuhkan agar upaya menjaga lingkungan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Semangat itulah yang dibangun mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor melalui ECO Adventure 2026 di Desa Karikhil, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa KKM IUQI Bogor, Jiva Catalys Foundation, Trashranger Indonesia, Batoo Farm, Pemerintah Desa Karikhil, pemerintah kecamatan, serta masyarakat setempat.
Sebanyak 18 peserta umum turut ambil bagian. ECO Adventure tidak hanya dirancang untuk mengajak peserta membersihkan lingkungan, tetapi juga memahami persoalan sampah sekaligus mencari alternatif solusi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan terdiri atas tiga agenda utama, yakni clean up, talkshow lingkungan, dan eco tour, yang kemudian ditutup dengan aktivitas rafting di Batoo Farm.

Mahasiswa KKM IUQI Bogor bersama komunitas dan masyarakat melakukan clean up dalam rangkaian ECO Adventure 2026 di Desa Karikhil, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto: Dok. Moh Fadhli Ramadhan)
Ketua Pelaksana ECO Adventure 2026, Khalip Pandan Wangi, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai program kerja mahasiswa selama masa KKM.
“Kami berharap, meskipun masa pengabdian mahasiswa hanya berlangsung satu bulan, ECO Adventure dapat menjadi awal dari program yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya kepada GNFI.
Dari Aksi Bersih hingga Rekomendasi Kebijakan
Aksi bersih lingkungan menjadi bagian awal ECO Adventure. Peserta bersama mahasiswa dan relawan membersihkan sampah yang berada di sepanjang saluran air serta area sekitar lokasi kegiatan.
Namun, kegiatan ini tidak berhenti pada pengumpulan sampah. Setelah aksi bersih lingkungan, peserta mengikuti talkshow yang membahas persoalan pengelolaan sampah dan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga lingkungan.
Dari diskusi tersebut, mahasiswa KKM IUQI Bogor berencana menyusun policy brief yang memuat rekomendasi terkait pengelolaan lingkungan. Dokumen tersebut nantinya akan diajukan kepada Pemerintah Desa Karikhil dan Kecamatan Ciseeng sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam mencari solusi pengelolaan sampah di wilayah tersebut.
Langkah ini membuat ECO Adventure tidak hanya berorientasi pada aksi lapangan, tetapi juga berupaya menghubungkan pengalaman masyarakat dengan rekomendasi kebijakan.
Co-Founder Trashranger Indonesia, Putri Meltasari, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKM IUQI Bogor yang membuka ruang kolaborasi antara komunitas, mahasiswa, dan masyarakat.
“Kami berharap program ini bukan sekadar memenuhi program kerja Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), tetapi benar-benar diterapkan kepada masyarakat sebagai bentuk pengabdian yang nyata. Semoga program ini terus berlanjut meskipun masa KKM telah berakhir,” Ujarnya
Menurutnya, keberlanjutan menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan lingkungan. Persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui kegiatan yang berlangsung dalam satu hari.
Menyiapkan Program Lingkungan Berkelanjutan
Semangat keberlanjutan juga terlihat dari sejumlah program lanjutan yang telah disiapkan mahasiswa (KKM) Institut Ummul Quro Al-Islami (IUQI) Bogor di Desa Karikhil.
Beberapa di antaranya adalah pembentukan bank sampah, program ketahanan pangan yang dijadwalkan pada 5 Agustus 2026, penanaman dan pengamanan pohon pada 7 Agustus 2026, serta acara puncak yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Agustus 2026.
Program-program tersebut diharapkan menjadi kelanjutan dari kesadaran lingkungan yang dibangun melalui ECO Adventure.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Ciseeng menilai keterlibatan generasi muda dalam kegiatan lingkungan menjadi langkah penting untuk membangun kepedulian masyarakat sejak tingkat komunitas.
“Saya berharap ECO Adventure dapat menjadi role model bagi anak-anak muda, khususnya di Desa Karikhil, sehingga semakin banyak yang tergerak untuk menjaga kebersihan lingkungan,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Karikhil, Vivi Pipih, yang mewakili Pemerintah Desa Karikhil sekaligus membuka kegiatan secara resmi, mengatakan persoalan sampah masih menjadi tantangan yang membutuhkan keterlibatan bersama.
“Melalui ECO Adventure, masyarakat dapat belajar bagaimana menjaga alam, mengelola sampah dengan baik, memilah sampah, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Vivi
Vivi juga mengapresiasi Batoo Farm yang telah memfasilitasi lokasi kegiatan tersebut.
Menjaga Alam, Membangun Kebersamaan
Setelah mengikuti aksi bersih dan diskusi lingkungan, peserta kemudian mengikuti eco tour dan rafting di Batoo Farm. Aktivitas tersebut menjadi penutup rangkaian ECO Adventure sekaligus ruang untuk membangun kedekatan antara mahasiswa, masyarakat, komunitas, dan unsur pemerintahan yang terlibat.
Bagi penyelenggara, kegiatan lingkungan tidak harus selalu dikemas dalam bentuk kampanye formal. Pendekatan edukatif, kolaboratif, dan rekreatif dapat menjadi cara untuk memperluas partisipasi masyarakat.
Melalui ECO Adventure 2026, mahasiswa KKM IUQI Bogor menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dapat menjadi ruang pertemuan berbagai kelompok, mulai dari pemerintah, komunitas, mahasiswa, hingga masyarakat.
Lebih dari sekadar membersihkan sampah, kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem kepedulian lingkungan di Desa Karikhil.
Harapannya, semangat yang muncul dari ECO Adventure tidak berhenti ketika masa KKM berakhir. Pembentukan bank sampah, program ketahanan pangan, penanaman pohon, serta penyusunan policy brief diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan lingkungan yang terus tumbuh di Desa Karikhil.
Sebab, menjaga lingkungan pada akhirnya bukan pekerjaan satu kelompok. Ia membutuhkan kebiasaan, kolaborasi, dan komitmen yang dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


