melihat kiprah muriani budiwan dari pembalap sepeda hingga sabet titel ratu pantai bina ria 1969 - News | Good News From Indonesia 2026

Melihat Kiprah Muriani Budiwan, dari Pembalap Sepeda hingga Sabet Titel Ratu Pantai Bina Ria 1969

Melihat Kiprah Muriani Budiwan, dari Pembalap Sepeda hingga Sabet Titel Ratu Pantai Bina Ria 1969
images info

Melihat Kiprah Murniati Budiwan, dari Pembalap Sepeda hingga Sabet Titel Ratu Pantai Bina Ria 1969 | Indonesia Raya 11 Agustus 1971


Nama Muriani Budiawan mungkin terdengar asing di telinga Kawan saat ini. Namun mundur beberapa dekade ke belakang, nama ini pernah didengar di kancah dunia hiburan tanah air dulunya.

Mundur ke periode 1960-an hingga 1970-an, Muriani Budiwan menjadi salah satu aktris yang pernah membintangi film di Indonesia. Salah satu film yang dibintangi oleh aktris tersebut adalah Karmila yang terbit pada 1974 silam.

Uniknya nama Muriani Budiwan pada awalnya justru terlebih dahulu dikenal bukan dari industri hiburan. Nama Muriani Budiwan justru lebih sohor terlebih dahulu sebagai salah satu atlet balap sepeda wanita yang aktif di Indonesia pada waktu itu.

Lantas bagaimana perjalanan Muriani Budiwan yang dari awalnya merupakan atlet sepeda hingga menjadi artis di dunia hiburan.

baca juga

Kegemaran Balap Sepeda yang Ditentang Orang Tua

Dinukil dari artikel "Gadis Pembalap Sepeda: Murniati Budiwan, Ditentang Keluarganja" yang terbit di surat kabar Indonesia Raya edisi 11 Agustus 1971, nama Muriani Budiwan cukup sohor di kalangan penggemar balap sepeda di era 1960-an hingga 1970-an awal. Sebab Muriani menjadi salah satu atlet balap sepeda putri dari Jakarta yang masih tetap aktif pada waktu itu.

Ketertarikan Muriani pada dunia balap sepeda ternyata sudah ada sejak SMP. Namun jalannya untuk menjadi atlet tidak berlangsung mulus begitu saja.

Pada awalnya, keinginan Muriani untuk menjadi atlet balap sepeda tidak disetujui oleh orang tua dan keluarganya. Salah satu alasan penolakan ini adalah karena pakaian para pembalap yang dianggap terlalu tipis dan disaksikan oleh banyak orang di depan umum.

Muriani yang pada 1971 menginjak bangku sekolah kelas 2 SMA sempat mengikuti keinginan orang tuanya. Dia pun memutuskan untuk tidak berlatih dalam jangka waktu lama.

Namun hal ini ternyata justru berdampak buruk. Badan Muriani yang pada awalnya bugar menjadi sering sakit-sakitan.

Selain itu, berat badannya justru turun drastis setelah berhenti berlatih balap sepeda. Akhirnya dia pun memutuskan untuk kembali menekuni olahraga tersebut.

Meskipun masih berusia muda pada waktu itu, Muriani diketahui sudah berhasil menorehkan beberapa prestasi di kancah dunia balap sepeda. Walau belum mendapatkan gelar juara, dirinya tetap berada di jajaran atas dari beberapa helatan yang diikutinya.

Misalnya, pada saat helatan PON VII yang digelar di Surabaya pada 1969, Muriani yang mewakili kontingen Jakarta berhasil meraih juara ketiga. Selain itu, Dirinya juga pernah mendapatkan posisi kedua dalam ajang perlombaan yang digelar di Purwakarta pada 1970.

baca juga

Sabet Titel Ratu Pantai Bina Ria Ancol pada 1969

Kegemaran Muriani pada dunia olahraga ini justru memberikan berkah lain untuknya. Kondisi yang prima ternyata berpengaruh banyak pada tampilan fisik Muriani.

Pandangan ini tidak sekadar anggapan banyak orang saja. Terbukti, kecantikan Muriani pada waktu itu berhasil mengantarkannya menyabet titel Ratu Pantai Bina Ria Ancol pada 1969 silam.

Dikutip dari Instagram @antaradata, helatan ini merupakan bagian dari strategi promosi untuk Pantai Bina Ria yang ada di Ancol, Jakarta. Ajang Ratu Pantai 1969 ini sendiri digelar atas kerja sama Yayasan Bina Ria dan Badang Pengawas Koordinasi Kegiatan Sosial waktu itu.

Dalam ajang ini, Muriani Budiwan berhasil menjadi pemenang dan menyabet titel Ratu Pantai 1969. Piala dan penghargaan atas titel ini diserahkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta waktu itu, yaitu Ali Sadikin.

Sementara itu, posisi kedua dan ketiga dalam ajang tersebut diraih oleh Sylvia Irani dan Hendrieta Agustina.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.