cerdas berbelanja cerdas berjualan bekali warga desa cangkring hadapi era digital - News | Good News From Indonesia 2026

Cerdas Berbelanja, Cerdas Berjualan Bekali Warga Desa Cangkring Hadapi Era Digital

Cerdas Berbelanja, Cerdas Berjualan Bekali Warga Desa Cangkring Hadapi Era Digital
images info

Mahasiswa KKN-T IPB University bersama pelaku UMKM dan masyarakat Desa Cangkring. Dokumentasi Tim KKN-T IPB University Desa Cangkring.


Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjalankan usaha. Aktivitas berbelanja kini semakin mudah dilakukan melalui berbagai platform e-commerce, sementara pelaku usaha juga dituntut mampu memanfaatkan media digital agar dapat bersaing di tengah perubahan perilaku konsumen.

Di Desa Cangkring, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Wonogiri, yang memiliki lebih dari 30 pelaku UMKM, transformasi digital menjadi peluang yang perlu diiringi dengan peningkatan literasi, baik sebagai konsumen maupun sebagai penjual.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T IPB University Desa Cangkring menyelenggarakan program Cerdas Berbelanja, Cerdas Berjualan pada Rabu (29/7/2026) di Balai Desa Cangkring. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30–11.30 WIB ini diikuti oleh 22 pelaku UMKM dan masyarakat yang aktif sebagai konsumen dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai perilaku berbelanja yang bijak sekaligus strategi berjualan yang adaptif di era digital.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai Konsumen Cerdas oleh Salsabila Ayunani Rizqi, mahasiswa Program Studi Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB University. Dalam sesi ini, peserta dikenalkan dengan perkembangan e-commerce, berbagai kelebihan dan kelemahannya, tips menjadi konsumen yang cerdas saat berbelanja secara daring, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila mengalami kendala dalam transaksi, termasuk mekanisme pengaduan terhadap permasalahan di platform e-commerce.

baca juga

Selanjutnya, materi Penjual Cerdas disampaikan oleh Jody Lawana Maheswara, mahasiswa Program Studi Agribisnis IPB University. Materi difokuskan pada pentingnya digitalisasi UMKM sebagai salah satu strategi memperluas jangkauan pasar. Peserta diperkenalkan dengan berbagai media digital yang dapat dimanfaatkan untuk promosi, cara membangun kepercayaan konsumen, pentingnya memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal, hingga peran kemasan produk dalam meningkatkan daya tarik dan nilai jual.

Selain itu, peserta juga diajak memahami berbagai kesalahan yang masih sering dilakukan pelaku usaha serta konsep 5K sebagai fondasi keberhasilan UMKM, yaitu kualitas, kebersihan, kejujuran, konsisten, dan komunikasi. Kelima aspek tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman dalam membangun usaha yang mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk berbagi pengalaman maupun menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi, baik sebagai konsumen maupun pelaku usaha. Beragam pertanyaan muncul, mulai dari pengalaman bertransaksi di e-commerce, strategi mempromosikan produk secara efektif, hingga pentingnya legalitas usaha dalam meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Suasana semakin meriah saat memasuki sesi games yang dikemas dalam bentuk kuis interaktif per kelompok. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak mengulas kembali materi yang telah disampaikan dengan cara yang menyenangkan. Antusiasme peserta terlihat dari semangat setiap kelompok dalam berdiskusi dan menjawab pertanyaan yang diberikan.

Ketua Tim KKN-T IPB University Desa Cangkring, Jody Lawana Maheswara dari Program Studi Agribisnis, berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memanfaatkan peluang ekonomi digital secara lebih optimal.

"Melalui program ini, kami berharap masyarakat tidak hanya semakin bijak dalam berbelanja, tetapi juga semakin percaya diri mengembangkan usahanya melalui pemanfaatan teknologi digital. Dengan literasi yang baik sebagai konsumen maupun penjual, UMKM desa diharapkan dapat tumbuh lebih berdaya saing," ujarnya.

Sementara itu, pemateri sesi Konsumen Cerdas, Salsabila Ayunani Rizqi dari Program Studi Ilmu Keluarga dan Konsumen, menekankan bahwa peningkatan literasi konsumen menjadi salah satu bekal penting di tengah pesatnya perkembangan transaksi digital.

"Kemudahan berbelanja melalui platform digital perlu diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam mengenali hak dan kewajibannya sebagai konsumen. Dengan begitu, masyarakat dapat bertransaksi secara lebih aman, cermat, dan bertanggung jawab," jelasnya.

baca juga

Melalui hasil pretest dan posttest, kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 2,3%. Meskipun peningkatannya tidak terlalu besar, hasil tersebut menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman baru mengenai perilaku konsumsi yang bijak serta strategi pengembangan usaha di era digital.

Melalui program Cerdas Berbelanja, Cerdas Berjualan, mahasiswa KKN-T IPB University berharap pelaku UMKM dan masyarakat Desa Cangkring semakin siap menghadapi perkembangan ekonomi digital. Dengan menjadi konsumen yang lebih cerdas sekaligus penjual yang adaptif, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan peluang yang ada untuk menciptakan transaksi yang lebih aman, usaha yang lebih terpercaya, dan UMKM yang semakin berkembang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.