Upaya pemulihan kawasan pascatambang kerap membentur kondisi tanah yang gersang, tererosi, dan kehilangan lapisan hara utama. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengandalkan limbah organik lokal untuk meracik Biotextile. Inovasi pelindung lereng berbasis serbuk sabut kelapa ini dirancang khusus guna mempercepat penutupan kembali lahan terdegradasi.
Gumpalan serbuk sabut kelapa diproses menjadi bentuk kepingan fleksibel. Desain kepingan ini dipilih agar material dapat menempel presisi mengikuti lekuk dan kontur permukaan tanah ketimbang material lembaran kaku.
Pemasangan kepingan ini meredam dampak hantaman langsung air hujan di area tebing tambang. Material organik ini menahan laju aliran air permukaan, menjaga kelembapan tanah, dan mencegah longsoran sedimen ke kolam penampungan perusahaan.
"Biotextile adalah media penutup lereng berbahan limbah organik berbasis serbuk sabut kelapa yang kami kembangkan untuk mendukung reklamasi dan rehabilitasi lahan terdegradasi, khususnya lahan pascatambang," kata Perekayasa Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN Nur Hidayat.
Kepingan Media Tanam Serbaguna untuk Berbagai Sektor
Fungsi Biotextile tidak berhenti sebagai penahan kikisan air semata. Tim perekayasa menyisipkan benih tanaman beserta nutrisi pertumbuhan awal langsung di dalam tiap kepingan material.
Langkah terpadu ini memberikan ruang tumbuh yang stabil bagi benih vegetasi. Akar tanaman dapat menembus tanah bekas galian yang miskin unsur hara dengan bantuan nutrisi awal dari kepingan sabut kelapa tersebut.
Pemanfaatan media penutup lereng ini menjangkau sektor infrastruktur umum di luar kawasan pertambangan. Area tebing jalan tol, tanggul tebing sungai, lereng bendungan, hingga kawasan perkebunan rawan longsor dapat menggunakan teknologi ini.
"Pada tahap awal pertumbuhan, tanaman membutuhkan lingkungan yang mendukung. Biotextile membantu menjaga kelembapan sekaligus menyediakan media yang lebih baik agar vegetasi dapat tumbuh dan mempercepat proses pemulihan lahan," kata Nur Hidayat.
Inovasi penutup lereng ini melewati serangkaian uji coba di sejumlah lokasi proyek pertambangan maupun konstruksi. Hasil pengujian lapangan menunjukkan vegetasi mampu tumbuh subur menutup permukaan tanah, meskipun ditanam pada area bekas tambang beriklim ekstrem.
Sistem tambang terbuka (open pit) yang mendominasi industri pertambangan nasional membutuhkan teknologi pengendalian erosi yang efisien. BRIN mempertemukan hasil riset lokal ini dengan para pelaku usaha agar inovasi penutup lereng ini diserap secara luas oleh industri nasional.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

