Wisatawan yang berkunjung ke Purbalingga dan ingin menikmati air pegunungan yang segar dapat menjadikan Curug Sumba sebagai pilihan utama. Air terjun ini berlokasi di Kemojing, Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja.
Terletak di lereng Gunung Slamet pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, kawasannya menawarkan udara bersih dengan jarak tempuh sekitar 15 hingga 20 kilometer dari pusat kota.
Airnya jernih dan dingin karena bersumber langsung dari mata air pegunungan. Di bawah kucuran airnya terbentuk kolam berpagar pepohonan dan batuan besar, pas sekali untuk berendam atau sekadar bersantai menikmati suasana sekitar.
Jadi, ayo kita ketahui lebih lanjut mengenai Curug Sumba!
Sekilas Mengenai Curug Sumba
Keberadaan air terjun ini awalnya hanya diketahui warga setempat karena posisinya tersembunyi di tengah rimbunnya hutan. Melihat potensi yang ada, para pemuda Karang Taruna bersama warga setempat bergotong royong merapikan aksesnya.
Rute jalan setapak dibuat agar wisatawan luar dapat berkunjung dengan nyaman tanpa merusak alam sekitar.
Air terjun ini membentang setinggi 15 meter dengan ciri khas dua aliran air yang jatuh berdampingan. Debit alirannya sangat bergantung pada pergantian musim.
Saat musim hujan tiba, air mengucur melimpah dan deras. Namun ketika musim kemarau, alirannya menyusut tetapi menyisakan kolam di dasarnya yang sangat jernih dengan warna kebiruan.
Daya Tarik Utama Curug Sumba
Daya tarik paling dicari tentu keberadaan kolam di bawah air terjun yang memiliki kedalaman sekitar 1,7 hingga 2 meter.
Selain berenang, pengunjung yang menyukai tantangan dapat menjajal aktivitas cliff jumping, rappelling, atau berjalan di atas tali slackline.
Ada pula celah gua kecil yang tersembunyi di balik hempasan air sebagai tempat foto favorit. Formasi batuan serta rindangnya pepohonan di sekeliling area ini turut mempercantik sudut pengambilan gambar.
Fasilitas di lokasi terbilang lengkap. Pengelola menyediakan area parkir, toilet, kamar mandi bilas, musala, gazebo, serta warung yang menjual mendoan, pisang goreng, hingga bakso.
Dari area parkir menuju titik air terjun, pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 300 hingga 500 meter melintasi jalur tanah dan bebatuan.
Akses Menuju Curug Sumba
Akses perjalanan tergolong gampang sebab posisinya berada dekat jalan raya utama Bobotsari-Pemalang. Dari pusat Kota Purbalingga, perjalanan menggunakan motor ataupun mobil hanya memakan waktu sekitar 20 hingga 30 menit.
Rutenya tinggal mengarah ke Bobotsari, lalu dilanjutkan mengikuti jalan utama Pemalang sampai menemukan papan petunjuk di sebelah kiri jalan.
Bagi pengguna angkutan umum, perjalanan dapat dimulai dengan naik bus ke Bobotsari lalu diteruskan menggunakan jasa ojek lokal. Lahan parkir di lokasi juga cukup luas untuk menampung kendaraan roda dua maupun roda empat.
Jam Operasional dan Harga Tiket
Curug Sumba beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 atau 07.00 hingga 16.00 atau 16.30 WIB. Datang pada pagi hari sangat disarankan agar bisa menikmati kesegaran udara pegunungan sewaktu suasana belum terlalu ramai.
Harga tiket masuknya ramah di kantong, yaitu Rp5.000 per orang. Sementara untuk biaya parkir kendaraan, tarifnya sebesar Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil. Pengunjung diimbau mengenakan alas kaki antiselip serta selalu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Ayo Berkunjung ke Curug Sumba!
Menikmati udara segar pegunungan dan dinginnya air di Curug Sumba dapat menjadi agenda menarik untuk mengisi waktu libur. Aksesnya yang terjangkau serta fasilitasnya yang lengkap membuat tempat ini pas dikunjungi bersama keluarga maupun teman-teman.
Jika Kawan sedang berada di Kabupaten Purbalingga, sempatkan mampir ke Desa Tlahab Kidul di Kecamatan Karangreja. Datanglah pada pagi hari, gunakan alas kaki yang nyaman, dan rasakan sendiri kesegaran air terjun di lereng Gunung Slamet ini.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


